Surga Tersembunyi Seychelles Berisiko? Cdc Keluarkan Peringatan 'Level 2' Chikungunya Untuk Wisatawan!
INFOLABMED.COM - Pemerintah Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mengeluarkan peringatan penting bagi para pelancong yang berencana mengunjungi kepulauan Seychelles yang indah.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS telah menaikkan status peringatan perjalanan untuk Seychelles ke "Level 2".
Peringatan ini menyarankan wisatawan AS untuk "melakukan tindakan pencegahan ekstra" saat berkunjung ke negara kepulauan tersebut.
Alasan di balik peringatan ini adalah adanya wabah virus yang sedang melanda.
Ancaman Chikungunya di Balik Keindahan Seychelles
Badan kesehatan tersebut melaporkan bahwa Seychelles sedang mengalami wabah chikungunya yang signifikan.
Chikungunya adalah virus yang menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk.
Secara khusus, nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus adalah vektor utama penyebaran virus ini.
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa infeksi chikungunya (juga dikenal sebagai CHIKV) terjadi ketika nyamuk yang telah terinfeksi virus menggigit seseorang.
Virus ini tidak dapat menyebar melalui kontak fisik atau air liur.
Meskipun demikian, penularan melalui darah mungkin saja terjadi.
Mengenali Gejala Chikungunya
Gejala utama chikungunya meliputi demam tinggi dan nyeri sendi yang parah.
Kata "chikungunya" sendiri berarti "membungkuk", yang merujuk pada rasa sakit hebat yang menjadi ciri khas penyakit ini.
Rasa sakit yang hebat ini seringkali membuat penderitanya sulit berdiri tegak.
Gejala lain yang mungkin timbul antara lain sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan, ruam kulit, kelelahan, dan mual.
Pencegahan dan Penanganan Chikungunya
Meskipun belum ada obat khusus untuk mengobati chikungunya, kabar baiknya adalah vaksin untuk mencegah penyakit ini sudah tersedia.
Proses pemulihan dari virus ini umumnya memakan waktu sekitar satu minggu, menurut Cleveland Clinic.
Namun, beberapa orang mungkin mengalami nyeri sendi yang bertahan lebih lama setelah sembuh.
Memahami Peringatan "Level 2" CDC
Peringatan "Level 2" dari CDC mengindikasikan bahwa wisatawan harus mengambil tindakan pencegahan ekstra saat mengunjungi pulau-pulau tersebut.
Tingkat peringatan ini tidak sekhawatir "Level 4" yang merupakan level tertinggi.
Peringatan "Level 4" biasanya merekomendasikan orang untuk "menghindari semua perjalanan" ke suatu wilayah.
Langkah Pencegahan Penting untuk Wisatawan
Bagi para pelancong yang berencana mengunjungi rantai pulau Afrika ini, CDC menyarankan beberapa langkah pencegahan.
Pertimbangkan untuk mendapatkan vaksinasi chikungunya sebelum keberangkatan.
Gunakan obat pengusir serangga (repellent) secara teratur.
Kenakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang untuk melindungi kulit dari gigitan nyamuk.
Pilihlah akomodasi dengan pendingin ruangan atau yang memiliki kasa pada jendela dan pintu.
Perhatian Khusus untuk Kelompok Berisiko
CDC juga memberikan peringatan khusus bagi wanita hamil untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke Seychelles.
Pasalnya, ibu yang terinfeksi menjelang waktu melahirkan "dapat menularkan virus kepada bayinya sebelum atau selama persalinan".
Di situs webnya, CDC menyatakan bahwa "orang-orang yang berisiko mengalami penyakit yang lebih parah meliputi bayi baru lahir yang terinfeksi sekitar waktu kelahiran, orang dewasa lanjut usia (65 tahun atau lebih), dan orang dengan kondisi medis seperti diabetes atau penyakit jantung".
Meskipun demikian, "kematian akibat chikungunya sangat jarang terjadi".
Seychelles: Destinasi Impian di Tengah Peringatan
Dikenal dengan pantai-pantainya yang memukau dan lanskap tropis yang indah, Seychelles adalah destinasi populer bagi wisatawan.
Para pengunjung sering menikmati aktivitas seperti snorkeling, hiking, dan berperahu di perairan jernihnya.
Negara ini terletak di Samudra Hindia, di lepas pantai timur Afrika.
Seychelles terdiri dari 115 pulau yang berbeda.
Beberapa pulau yang paling banyak dihuni antara lain Mahé, Praslin, dan La Digue.
Selain peringatan untuk Seychelles, CDC juga telah mengeluarkan peringatan "Level 2" untuk perjalanan ke Bolivia, Suriname, Sri Lanka, dan Kuba.
Negara-negara ini juga mengalami wabah chikungunya.
Tahun lalu, CDC mengeluarkan peringatan serupa untuk beberapa negara lain.
Menurut laporan Travel and Leisure, negara-negara tersebut termasuk Sri Lanka, Bangladesh, Kuba, dan Tiongkok.
Post a Comment