Studi Mengejutkan: Mikroplastik Melimpah Di Tumor Kanker Prostat, Ancaman Baru Yang Mengintai Kesehatan Pria
INFOLABMED.COM - Sebuah studi baru yang dirilis baru-baru ini telah mengungkapkan penemuan yang mengkhawatirkan.
Mikroplastik ditemukan jauh di dalam sampel 9 dari 10 pasien dengan kanker prostat.
Tingkat mikroplastik yang lebih tinggi terdeteksi di dalam tumor dibandingkan dengan jaringan sehat di dekatnya.
Penemuan ini memicu kekhawatiran serius tentang dampak lingkungan terhadap kesehatan manusia.
Penemuan Mengejutkan di Balik Kanker Prostat
Para peneliti dari American Society of Clinical Oncology melakukan investigasi mendalam.
Mereka menemukan nilon-6 dan polistiren sebagai jenis mikroplastik yang paling umum ditemukan di atas batas deteksi tertentu.
Selain itu, polietilen dan kopolimer polietilen juga kerap terdeteksi melebihi batas lainnya.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa mikroplastik dan nanoplastik muncul pada 70 persen jaringan normal yang berdekatan dengan jaringan tumor.
Kaitan Mikroplastik dengan Kanker Prostat: Perspektif Ahli
Vittorio Albergamo, asisten profesor dari NYU Grossman School of Medicine dan salah satu penulis penelitian, memberikan komentarnya.
Beliau menyatakan bahwa temuan ini menyoroti kebutuhan akan langkah-langkah regulasi yang lebih ketat.
Tujuannya adalah untuk membatasi paparan publik terhadap zat-zat ini yang tersebar luas di lingkungan.
Penemuan ini menambah daftar potensi masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh plastik.
Dr. Stacy Loeb, seorang ahli urologi di NYU Langone Health dan penulis utama studi, berbicara kepada NBC News.
Ia menjelaskan bahwa sampel yang diambil untuk studi ini berasal dari bagian dalam prostat.
Sampel tumor dan jaringan jinak diambil dari pasien yang sama.
Penanganan semua sampel juga dilakukan dengan cara yang persis sama.
Oleh karena itu, konsentrasi plastik yang tinggi di dalam tumor tidak dapat dengan mudah dijelaskan sebagai kontaminasi.
Meskipun demikian, penelitian baru ini belum secara definitif menetapkan hubungan sebab-akibat.
Namun, Dr. Michael Eisenberg, seorang profesor urologi di Stanford University School of Medicine, mengemukakan pandangannya.
Ia mengatakan bahwa banyak "sinyal" telah ditemukan mengenai prevalensi mikro/nanoplastik yang mencengangkan.
Ada juga kekhawatiran tentang asosiasinya dengan masalah kesehatan.
Bukan Kasus Pertama: Studi Sebelumnya dan Presisi Penelitian Baru
Studi ini bukanlah yang pertama kali membangun hubungan antara mikroplastik dan tumor kanker prostat.
Sebuah studi tahun 2024 yang diterbitkan di The New England Journal of Medicine memiliki temuan serupa.
Studi tersebut menemukan bahwa pasien dengan mikroplastik dan nanoplastik di jaringan kanker 4,5 kali lebih mungkin memerlukan kunjungan dokter atau rumah sakit.
Dr. Loeb menegaskan bahwa studi baru ini menggunakan teknik yang lebih presisi untuk mengukur berbagai plastik yang ditemukan dalam sampel jaringan tumor.
Teknik ini juga secara cermat menghindari kontaminasi.
Fakta statistik dari American Cancer Society juga patut diperhatikan.
Sekitar 1 dari 8 pria di AS akan didiagnosis dengan kanker prostat sepanjang hidup mereka.
Ini menunjukkan betapa relevan dan pentingnya setiap penelitian terkait faktor risiko kanker prostat.
Mencegah Paparan Mikroplastik: Harapan dari Air Rebusan
Menariknya, sebuah studi lain dari akhir tahun lalu menawarkan sedikit harapan.
Studi tersebut menemukan bahwa merebus air dapat menghilangkan hingga 90 persen nano dan mikroplastik yang ada.
Saat air mendidih kuat, mineral alami seperti kalsium karbonat mulai membentuk kristal padat di sekitar partikel plastik.
Kristal-kristal ini kemudian akan mengendap di dasar air.
Para peneliti mencatat bahwa air harus memiliki kandungan mineral yang tinggi, atau yang disebut "air sadah", agar proses perebusan ini efektif.

Post a Comment