Puasa Intermiten: Benarkah Kunci Turun Berat Badan, Atau Hanya Sekadar Hype?
INFOLABMED.COM - Puasa intermiten telah menjadi istilah populer dalam dunia diet.
Banyak yang menjanjikan peningkatan metabolisme, penurunan lemak tubuh, bahkan membantu mengurangi risiko diabetes, hipertensi, dan obesitas.
Mulai dari diet 5:2 hingga jendela makan delapan jam, metode ini telah menjadi topik hangat bagi para peneliti dan promotor di internet.
Namun, sebuah tinjauan studi besar oleh Cochrane Collaboration menunjukkan bahwa rezim puasa intermiten "gagal memenuhi ekspektasi" untuk penurunan berat badan yang signifikan dan pengurangan risiko kesehatan pada orang yang kelebihan berat badan.
Eva Madrid, penulis tinjauan dan seorang dokter serta profesor di University of Valparaiso, menyatakan bahwa puasa intermiten tidak lebih baik daripada mengikuti saran diet biasa.
Bahkan, ia menyebutkan bahwa puasa intermiten sama saja dengan tidak melakukan apa-apa sama sekali dalam hal penurunan berat badan.
"Poin utamanya adalah puasa intermiten bukanlah solusi ajaib," kata Profesor Madrid.
"Tetapi ini bisa menjadi salah satu opsi di antara beberapa pilihan untuk manajemen berat badan."
Post a Comment