Prealbumin: Penanda Sensitif Status Nutrisi dan Respons Terapi Klinik
INFOLABMED.COM – Prealbumin merupakan salah satu parameter laboratorium yang semakin banyak digunakan dalam praktik klinik untuk menilai status nutrisi pasien secara lebih sensitif dan cepat.
Dibandingkan albumin, prealbumin memiliki waktu paruh yang lebih pendek sehingga mampu mencerminkan perubahan kondisi nutrisi dalam waktu singkat.
Baca juga: Very Long Chain Fatty Acids: Pemeriksaan Penting untuk Deteksi Dini Gangguan Peroksisom
Apa Itu Prealbumin?
Prealbumin, yang juga dikenal sebagai transthyretin, adalah protein plasma yang disintesis di hati. Protein ini berperan sebagai pengangkut hormon tiroid (tiroksin) dan protein pengikat retinol-vitamin A. Karena waktu paruhnya hanya sekitar 2–3 hari, kadar prealbumin sangat responsif terhadap perubahan asupan protein dan kondisi metabolik tubuh.
Fungsi Pemeriksaan Prealbumin
Pemeriksaan prealbumin memiliki beberapa fungsi utama, antara lain:
- Menilai status nutrisi jangka pendek
- Memonitor efektivitas terapi nutrisi
- Menilai risiko malnutrisi pada pasien rawat inap
- Evaluasi kondisi pasien kritis dan pasca operasi
Prealbumin sering digunakan pada pasien dengan kondisi akut, di mana perubahan nutrisi terjadi dengan cepat.
Penyebab Kadar Prealbumin Rendah
Penurunan kadar prealbumin dapat ditemukan pada berbagai kondisi, seperti:
- Malnutrisi protein energi
- Penyakit hati
- Infeksi dan inflamasi akut
- Sepsis
- Trauma dan luka bakar
- Penyakit kronik
Pada kondisi inflamasi, kadar prealbumin dapat menurun sebagai bagian dari respon fase akut.
Kondisi dengan Prealbumin Tinggi
Kadar prealbumin yang meningkat relatif jarang dan dapat ditemukan pada:
- Gagal ginjal kronik
- Penggunaan kortikosteroid
- Dehidrasi
Interpretasi hasil tetap harus dikaitkan dengan kondisi klinis pasien.
Prosedur Pemeriksaan Prealbumin
Pemeriksaan prealbumin dilakukan menggunakan sampel darah vena. Tidak diperlukan persiapan khusus seperti puasa, kecuali bila dikombinasikan dengan pemeriksaan lain. Metode analisis yang umum digunakan adalah imunoturbidimetri atau nefelometri.
Nilai Rujukan Prealbumin
Nilai rujukan prealbumin pada orang dewasa umumnya berkisar:
- 15 – 36 mg/dL
Nilai rujukan dapat berbeda tergantung metode dan kebijakan masing-masing laboratorium.
Baca juga: HBeAg: Penanda Aktivitas Replikasi Virus Hepatitis B yang Perlu Dipahami
Perbedaan Prealbumin dan Albumin
Prealbumin dan albumin sama-sama digunakan untuk menilai status nutrisi, namun memiliki perbedaan penting:
- Prealbumin lebih sensitif terhadap perubahan nutrisi jangka pendek
- Albumin mencerminkan status nutrisi jangka panjang
- Prealbumin lebih cepat berubah pada kondisi akut
Oleh karena itu, prealbumin lebih cocok digunakan untuk monitoring terapi nutrisi.

Post a Comment