Panduan Lengkap Penusukan Vena dan Makna Warna Tabung Vakum Untuk Analisis Darah

Table of Contents

Flebotomi,cara pengambilan darah vena,fungsi tabung vacutainer,

INFOLABMED.COM- Dalam dunia medis modern, prosedur penusukan vena atau venipuncture adalah gerbang utama untuk mendiagnosis berbagai penyakit. Keakuratan diagnosis tidak hanya bergantung pada alat analisis di laboratorium, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas spesimen darah yang diambil. Di sinilah pemahaman tentang flebotomi yang benar dan sistem tabung vakuum analisis darah menjadi krusial.

Kesalahan dalam memilih tabung atau urutan pengambilan dapat menyebabkan kontaminasi silang dan hasil laboratorium yang tidak akurat, yang berujung pada kesalahan diagnosis . Artikel ini akan memandu Anda secara lengkap tentang teknik penusukan vena yang benar serta arti di balik warna tabung darah vakum.

Memahami Esensi Flebotomi dan Tabung Vakum

Flebotomi adalah proses pengambilan darah vena yang harus dilakukan dengan teknik aseptik untuk meminimalkan risiko infeksi dan hemolisis sampel . Inovasi terbesar dalam bidang ini adalah penggunaan tabung vakum (vacutainer), sebuah tabung steril dengan tutup karet berwarna yang menciptakan segel vakum. Tekanan negatif ini memungkinkan darah mengalir langsung dari vena ke dalam tabung tanpa perlu ditarik dengan suntik, sehingga lebih aman dan menjaga volume darah tetap presisi .

Panduan Warna Tabung Vakum untuk Analisis Darah

Kode warna pada tutup tabung bukan sekadar estetika. Setiap warna menandakan jenis aditif kimia di dalamnya, seperti antikoagulan atau aktivator bekuan, yang disesuaikan dengan jenis pemeriksaan laboratorium . Berikut adalah panduan lengkapnya:

1. Tabung Tutup Biru Muda (Natrium Sitrat)

Tabung ini mengandung antikoagulan natrium sitrat yang bekerja dengan mengikat kalsium. Fungsi utamanya adalah untuk pemeriksaan pembekuan darah (koagulasi) seperti PT, APTT, dan faktor koagulasi lainnya. Setelah pengambilan, tabung harus segera dibolak-balik sebanyak 3-4 kali untuk memastikan pencampuran .

2. Tabung Tutup Merah (Tanpa Aditif)

Tabung ini tidak mengandung antikoagulan. Darah akan dibiarkan membeku secara alami, lalu disentrifugasi untuk mendapatkan serum. Biasa digunakan untuk tes biokimia rutin, serologi, dan bank darah (cross-matching) .

3. Tabung Tutup Emas/Kuning Tua (SST - Serum Separator Tube)

Tabung ini mengandung gel pemisah dan aktivator bekuan. Setelah disentrifugasi, gel akan membentuk penghalang fisik antara sel darah dan serum. Serum yang terpisah ini stabil untuk waktu yang lama dan ideal untuk panel biokimia serta imunologi .

4. Tabung Tutup Hijau (Heparin)

Mengandung antikoagulan lithium heparin atau natrium heparin. Heparin bekerja dengan menghambat pembentukan trombin. Tabung ini digunakan untuk pemeriksaan kimia darah plasma, analisis gas darah, dan tes elektrolit darurat (STAT) .

5. Tabung Tutup Ungu/Lavender (EDTA)

Ini adalah tabung yang paling dikenal untuk hematologi. Mengandung EDTA (Ethylenediaminetetraacetic acid) yang mengkelat kalsium, mencegah pembekuan darah. Sangat cocok untuk pemeriksaan darah lengkap (Complete Blood Count/CBC), hitung retikulosit, dan tes DNA tertentu .

6. Tabung Tutup Abu-Abu (Fluorida/Oksalat)

Tabung ini mengandung natrium fluorida (pengawet glukosa) dan kalium oksalat (antikoagulan). Kombinasi ini menghambat glikolisis, sehingga sangat ideal untuk pemeriksaan gula darah (glukosa) dan laktat. Sampel glukosa dalam tabung ini bisa stabil hingga 24 jam .

7. Tabung Tutup Hitam (ESR)

Berisi natrium sitrat, mirip dengan tabung biru, tetapi dengan rasio yang berbeda (1 bagian antikoagulan untuk 4 bagian darah). Digunakan khusus untuk pemeriksaan Laju Endap Darah (LED) atau ESR (Erythrocyte Sedimentation Rate) .

Urutan Penusukan Vena yang Benar

Saat melakukan penusukan vena untuk beberapa tabung sekaligus, urutan pengisian tabung vakum harus diperhatikan untuk menghindari kontaminasi aditif dari satu tabung ke tabung lainnya. Berikut adalah urutan standar yang direkomendasikan :

1.Tabung Kultur Darah (Kuning/Spesifik): Untuk menghindari kontaminasi bakteri dari kulit.

2.Tabung Sitrat (Biru Muda): Harus diambil pertama untuk menghindari kontaminasi oleh antikoagulan lain atau aktivator bekuan yang dapat mempengaruhi hasil koagulasi.

3.Tabung Serum (Merah) atau Tabung Pemisah Serum (Emas/Kuning Tua): Diambil setelah tabung koagulasi untuk menghindari kontaminasi thromboplastin jaringan.

4.Tabung Heparin (Hijau): Diambil setelah tabung serum.

5.Tabung EDTA (Ungu): Diambil lebih akhir karena EDTA dapat meningkatkan kadar kalium jika terkontaminasi ke tabung lain.

6.Tabung Fluorida (Abu-abu): Biasanya diambil terakhir untuk menghindari kontaminasi dari tabung lain yang dapat mempengaruhi kadar glukosa.

Proses pencampuran juga penting. Setiap tabung yang mengandung aditif harus segera dibolak-balik (inversi) secara lembut sesuai rekomendasi (misalnya, tabung EDTA 8-10 kali, tabung Sitrat 3-4 kali) untuk memastikan antikoagulan bercampur sempurna dengan darah dan mencegah pembekuan .

Kesimpulan

Memahami penusukan vena, teknik flebotomi, serta fungsi setiap warna tabung darah dalam sistem tabung vakuum analisis darah adalah kompetensi wajib bagi tenaga kesehatan. Dengan mematuhi standar prosedur dan panduan warna ini, kualitas sampel terjaga, sehingga hasil laboratorium akurat dan pasien mendapatkan diagnosis serta terapi yang tepat.


ALVIAN ARDYANSYAH
ALVIAN ARDYANSYAH Menjembatani sains laboratorium melalui tulisan. Berbekal latar belakang pendidikan Teknologi Laboratorium Medis dan pengalaman sebagai penulis buku serta berupaya untuk memperkarya literasi kesehatan di Indonesia. Mari berkolaborasi IG : @alviansyah15_ LinkedIn : id.linkedin.com/in/alvianardyansyah15

Post a Comment