Destinasi Impian Seychelles Dalam Bayang-bayang Chikungunya: Peringatan Cdc Dan Panduan Pencegahan Untuk Traveler

Table of Contents


INFOLABMED.COM - Bagi Anda yang berencana mengunjungi Seychelles, entah untuk berlibur atau urusan lainnya, ada baiknya mewaspadai wabah chikungunya yang sedang terjadi di sana.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah mengeluarkan peringatan Level 2 terkait wabah ini.

Peringatan tersebut masuk dalam kategori "Practice Enhanced Precautions", yang artinya wisatawan disarankan untuk meningkatkan kewaspadaan.

Tingkat ini tidak sefatal peringatan Level 3 "Reconsider Nonessential Travel" atau Level 4 tertinggi "Avoid All Travel".

Namun, yang cukup mengejutkan adalah minimnya informasi rinci mengenai wabah chikungunya dalam peringatan CDC ini, dibandingkan dengan standar peringatan sebelumnya.

Minimnya Detail Informasi CDC Mengenai Wabah Chikungunya

CDC hanya menyatakan bahwa "terjadi wabah chikungunya di Seychelles (lihat peta)".

Peta yang disediakan hanya menunjukkan lokasi Seychelles secara umum tanpa detail lebih lanjut.

Tidak ada keterangan mengenai skala wabah, jumlah orang yang terinfeksi, kapan dan bagaimana pertama kali terdeteksi, atau langkah-langkah pengendalian yang sedang diterapkan.

Halaman web CDC juga tidak menyebutkan kondisi atau nasib mereka yang sudah terinfeksi.

Chikungunya: Penyakit Virus yang Disebarkan Nyamuk

Chikungunya mungkin bukan istilah yang sering Anda dengar setiap hari, kecuali jika Anda adalah seorang ahli di bidang ini.

Nama "chikungunya" sendiri berasal dari bahasa Makonde di Afrika, yang berarti "membungkuk kesakitan".

Ini merupakan petunjuk kuat bahwa penyakit ini bukanlah sesuatu yang diinginkan siapa pun.

Meskipun gejala pertama umumnya adalah demam yang muncul tiba-tiba, nyeri sendi seringkali menjadi bagian besar dari penyakit ini, bahkan bisa sangat parah.

Penderita juga bisa mengalami nyeri otot, sakit kepala, mual, kelelahan, dan ruam.

Nyeri sendi dapat berlangsung selama berhari-hari, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun.

Sebagian besar orang akhirnya pulih sepenuhnya, tetapi pada beberapa kasus, gejala jangka panjang dapat tetap ada, dan kematian juga merupakan kemungkinan.

Mereka yang tidak berhasil bertahan dari chikungunya umumnya memiliki kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya, atau berusia di bawah satu tahun, sedang hamil, atau lanjut usia.

Penyebab dan Penularan Virus Chikungunya

Penyakit chikungunya disebabkan oleh virus chikungunya, disingkat CHIKV.

Singkatan ini mungkin terlihat seperti kode saham yang tidak ingin Anda beli.

Kasus chikungunya pertama yang didokumentasikan terjadi di Tanzania pada tahun 1952.

Namun, virus penyebab chikungunya baru berhasil diisolasi di Thailand pada tahun 1958.

Penyakit tropis ini endemik di wilayah tropis dan subtropis seperti Afrika, Asia Tenggara, anak benua India, serta sebagian wilayah Amerika, terutama Karibia dan Amerika Selatan.

Penting untuk diketahui bahwa chikungunya tidak menular langsung antarmanusia.

Sebaliknya, Anda dapat terinfeksi melalui gigitan nyamuk, khususnya nyamuk *Aedes aegypti* atau *Aedes albopictus*, yang membawa virus.

Ya, gigitan nyamuk bisa membawa konsekuensi yang jauh lebih besar daripada sekadar gatal.

Pencegahan dan Rekomendasi Vaksin Chikungunya dari CDC

Hingga saat ini, belum ada pengobatan spesifik untuk chikungunya.

Penanganan yang dilakukan berfokus pada peredaan gejala.

Istirahat total sangat dianjurkan.

Kemungkinan besar Anda tidak akan punya energi untuk aktivitas berat atau menari.

Konsumsi acetaminophen atau paracetamol dapat membantu mengendalikan nyeri dan demam.

Memastikan tubuh tetap terhidrasi juga krusial.

Situs web CDC secara jelas menyatakan, "Vaksinasi direkomendasikan bagi para pelancong yang mengunjungi area dengan wabah chikungunya."

Rekomendasi ini muncul di tengah perdebatan dan perubahan kebijakan terkait vaksinasi yang belakangan terjadi di bawah kepemimpinan tertentu dalam Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS.

Mengenal Vaksin VIMKUNYA

Vaksin chikungunya yang tersedia di AS saat ini adalah VIMKUNYA.

Ini adalah vaksin dosis tunggal yang mengandung molekul menyerupai virus, namun bukan virus sebenarnya.

Vaksin ini telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk digunakan di AS bagi individu berusia 12 tahun ke atas.

Studi menunjukkan bahwa vaksin ini dapat memberikan perlindungan yang sangat baik, di atas 90%, terhadap chikungunya hingga tiga tahun.

Karena vaksin ini relatif baru, durasi pasti perlindungan jangka panjangnya dan kapan dosis penguat mungkin dibutuhkan di area berisiko tinggi chikungunya masih belum sepenuhnya jelas.

Perlu dicatat, individu yang terinfeksi chikungunya dan kemudian pulih cenderung memiliki kekebalan yang bertahan lama.

Kekhawatiran Atas Kurangnya Informasi Detail CDC

Selama bertahun-tahun, CDC telah menjadi sumber informasi utama mengenai wabah penyakit, tidak hanya di AS tetapi juga di seluruh dunia.

Peran ini sangat penting mengingat banyaknya warga AS yang bepergian ke luar negeri.

Selain itu, apa yang terjadi di negara lain tidak selalu tetap di sana, tidak seperti pepatah "What happens in Vegas, stays in Vegas".

Virus dan patogen lain dapat dengan mudah menyebar melintasi batas negara.

Wabah Zika, pandemi COVID-19, dan wabah mpox hanyalah tiga contoh bagaimana dunia kita saling terhubung.

Ancaman penyakit menular di wilayah yang tampaknya jauh dapat dengan cepat menjadi masalah di dalam AS.

Pertanyaan dan kekhawatiran yang muncul saat ini adalah: dengan banyaknya kehilangan personel, pemotongan anggaran, dan belum adanya kepemimpinan yang stabil di CDC, bagaimana kualitas informasi yang dihasilkan lembaga ini?

Apakah CDC masih memiliki personel, keahlian, dan sumber daya yang sama untuk melacak wabah penyakit menular di AS dan seluruh dunia?

Akankah mereka mampu memberi informasi yang tepat kepada publik AS secara tepat waktu?

Pelajaran dari Wabah Chikungunya: Pentingnya Kesiapsiagaan Global

Meskipun Anda mungkin tidak berencana mengunjungi Seychelles atau merasa tidak terpengaruh oleh kejadian di tempat yang jauh.

Wabah chikungunya ini harus dianggap sebagai peringatan serius.

Kita tidak pernah tahu kapan wabah besar berikutnya, atau bahkan pandemi, akan melanda suatu negara.

Hal ini terjadi pada tahun 2020, ketika pandemi COVID-19 menunjukkan betapa kurang siapnya banyak negara untuk menghadapinya.

Banyak nyawa yang hilang selama pandemi bisa saja diselamatkan jika sistem kesiapsiagaan dan respons terhadap pandemi tidak mengalami pelemahan.

Para pemimpin mungkin berusaha mengecilkan kegagalan dalam respons pandemi.

Namun, hal tersebut tidak berarti kita harus mengabaikan pentingnya pelajaran yang ada.

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment