Wabah Campak di Sydney: Penumpang Pesawat dari Jakarta Positif Measles, Ini Gejalanya

Table of Contents

measles, gejala campak, vaksin campak, peringatan campak Sydney, penumpang pesawat campak, imunisasi MMR, wabah campak Australia, NSW Health, pencegahan campak, virus campak airborne


INFOLABMED.COM - Pihak berwenang kesehatan di Australia baru saja mengeluarkan peringatan dini terkait kasus campak yang teridentifikasi pada seorang penumpang penerbangan internasional. Imbauan ini dikeluarkan setelah dua orang yang terinfeksi penyakit campak terbukti mengunjungi dua bandara utama di Sydney, yaitu terminal internasional dan domestik, serta beberapa fasilitas kesehatan di pinggiran kota.

Otoritas Kesehatan New South Wales (NSW Health) mengonfirmasi bahwa kedua individu tersebut tertular di luar wilayah Sydney. Satu orang diketahui baru kembali dari kawasan Asia Tenggara, sementara lainnya berasal dari luar negara bagian. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan global terhadap penyakit yang sangat menular ini, seperti yang Kami kutip dari "www.9news.com.au" dimana isi artikel sebagai berikut ini.

Kronologi paparan dimulai ketika seorang penumpang yang terinfeksi menaiki Garuda Indonesia Penerbangan 712 dari Jakarta menuju Sydney pada Selasa, 17 Februari lalu. Individu yang sama juga tercatat berada di dalam Jetstar Penerbangan 505 yang terbang dari Sydney menuju Melbourne. Otoritas setempat mengimbau para penumpang yang berada dalam kedua penerbangan tersebut untuk waspada dan memonitor gejala kesehatan mereka hingga tanggal 8 Maret mendatang, mengingat masa inkubasi virus campak yang cukup panjang.

Selain lokasi bandara dan pesawat, jejak pergerakan pasien juga mencakup beberapa fasilitas umum dan kesehatan. Antara tanggal 14 hingga 18 Februari, individu tersebut diketahui mengunjungi Northern Beaches Hospital, Brookvale Medicare Urgent Care Clinic di daerah pantai utara, serta Advanced Health Pharmacy di Blacktown yang terletak di wilayah barat Sydney. Kunjungan ke tempat-tempat ramai ini meningkatkan potensi penyebaran, sehingga publik yang berada di lokasi tersebut pada rentang waktu yang sama diminta untuk waspada.

Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa gejala campak dapat membutuhkan waktu hingga 18 hari untuk muncul setelah terjadinya paparan. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tidak panik namun tetap waspada terhadap perubahan kondisi fisik.

"Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam, pilek, mata merah (konjungtivitis), dan batuk. Biasanya, tiga atau empat hari setelah gejala awal tersebut, akan muncul ruam merah yang tidak merata yang menyebar dari kepala ke seluruh tubuh," jelas Dr. Vicky Sheppeard, seorang pakar kesehatan setempat.

Penyakit campak sendiri menyebar melalui percikan udara (airborne) ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Partikel virus dapat bertahan di udara selama beberapa waktu, membuat ruang tertutup seperti pesawat atau ruang tunggu bandara menjadi area dengan risiko penularan tinggi. Namun, kabar baiknya adalah penyakit ini dapat dicegah dengan vaksinasi yang efektif.

Menanggapi situasi ini, NSW Health kembali menekankan pentingnya imunisasi sebagai tameng utama. "Kami ingin mengingatkan masyarakat untuk memastikan status vaksinasi mereka selalu terkini. Vaksin campak tidak hanya mencegah penyakit, tetapi jika diberikan cukup dini setelah paparan, vaksin ini masih dapat memberikan perlindungan dan mencegah timbulnya gejala," tambah Dr. Sheppeard.

Pemerintah setempat bahkan menyediakan vaksin Measles-Mumps-Rubella (MMR) secara gratis bagi warga di New South Wales yang lahir setelah tahun 1965 dan belum pernah menerima dua dosis vaksin. Kebijakan ini diambil untuk memastikan kekebalan komunitas tetap terjaga.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa meskipun campak sudah dapat dicegah dengan vaksin, risiko impor kasus dari negara endemis masih tetap ada. Para pelancong internasional disarankan untuk memastikan status vaksinasi mereka sebelum bepergian, terutama ke kawasan yang masih melaporkan kasus campak. Kewaspadaan dini dan respons cepat dari otoritas kesehatan menjadi kunci untuk mencegah terjadinya kejadian luar biasa di tengah mobilitas masyarakat yang tinggi.

Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK
Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK Founder infolabmed.com, bankdarah.com, buku pertama "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik". Content writer di atlm-edu.id, indonewstoday.com, eksemplar.com dan kumparan.com/catatan-atlm. Untuk kerjasama bisa melalui e mail : imadanalis@gmail.com. Media sosial : https://lynk.id/imaduddinbadrawi.

Post a Comment