Waspada Superflu H3N2: Kenali Gejala, Kelompok Rentan, dan Cara Pencegahannya
INFOLABMED.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta tengah menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai Flu atau lebih spesifik Superflu, yang merupakan varian influenza A H3N2 subclade K.
Menurut keterangan dokter spesialis paru, varian tipe A seperti H3N2 ini dikenal mudah bermutasi dan sering menjadi pemicu wabah, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.
Mengenal Influenza A H3N2 dan Kelompok yang Berisiko Tinggi
Seperti dijelaskan oleh dr. Agung Prasetyo, Spesialis Paru RSUD Pasar Rebo, influenza tipe A, termasuk H3N2, memiliki karakteristik yang mudah menyebar.
Kemampuannya untuk bermutasi dengan cepat membuat tubuh kita, terutama yang memiliki daya tahan lemah, lebih rentan tertular.
Tidak semua orang memiliki risiko yang sama. Beberapa kelompok yang perlu lebih waspada terhadap Flu berat adalah perokok aktif maupun pasif, lansia, penderita penyakit jantung dan asma, orang dengan obesitas, serta mereka yang memiliki faktor genetik tertentu.
“Kita perlu khawatir apabila ada infeksi berat pada orang-orang yang beresiko tinggi. Kemudian, adanya infeksi tambahan, infeksi bakteri. Kemudian, mitigasi penanganan infeksi yang berjalan kurang efektif,” jelas Agung.
Pernyataan ini sejalan dengan penelitian dalam jurnal The Lancet Respiratory Medicine yang menyebutkan bahwa "mutasi antigenik pada virus influenza A, khususnya subtipe H3N2, berkontribusi pada terjadinya epidemi musiman dan beban penyakit yang lebih berat pada populasi rentan" (Kosikova et al., 2023). Hal ini menegaskan pentingnya perhatian ekstra pada kelompok berisiko.
Bedakan Gejala Flu Biasa dan Influenza yang Lebih Serius
Masyarakat seringkali sulit membedakan antara selesma (pilek biasa) dengan influenza. dr. Agung merincikan gejala khas Flu, yaitu demam tinggi yang muncul mendadak, nyeri otot dan sendi, rasa lemas yang signifikan, batuk kering, sakit kepala, sakit tenggorokan, serta hidung tersumbat atau pilek. Perbedaan utama terletak pada intensitas demam dan rasa nyeri.
Pada influenza, demam bisa sangat tinggi dan disertai pegal di seluruh tubuh, sedangkan pada selesma gejalanya lebih ringan dan terfokus pada saluran napas atas.
Langkah Pencegahan dan Pentingnya Tidak Panik
Menyikapi penyebaran Flu yang mudah, terutama di ruang publik, dr. Agung mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai benteng pertahanan utama.
Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sakit, serta menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin (etika batuk) sangat efektif memutus mata rantai penularan.
Selain itu, menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup, makan bergizi, dan tetap aktif juga krusial.
“Jangan panik, tetapi perlu waspada, karena sebagian besar infeksi virus itu sifatnya ringan-sedang dan bisa sembuh sendiri. Daya tahan tubuh kita itu kuat,” pesannya.
Kewaspadaan proaktif dengan mengenali gejala, mengetahui kelompok risiko, dan disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah kunci utama menghadapi ancaman varian Flu seperti H3N2 ini.
Dengan demikian, kita dapat melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar yang lebih rentan.*

Post a Comment