Vitamin D Warning: 4 Tanda Peringatan Kelebihan Suplemen yang Sering Diabaikan

Table of Contents
Vitamin D Warning 4 Tanda Peringatan Kelebihan Suplemen yang Sering Diabaikan


INFOLABMED.COM - NHS (Layanan Kesehatan Nasional Inggris) mendorong jutaan warga untuk mengonsumsi suplemen vitamin D, terutama di musim dingin. 

Namun, para ahli memperingatkan bahwa konsumsi berlebih justru dapat menimbulkan sejumlah efek samping serius yang perlu diwaspadai. 

Peringatan ini relevan meski konteksnya di Inggris, karena kesalahan serupa dapat terjadi di mana saja, termasuk di Indonesia, di mana kesadaran akan skrining kesehatan dan suplementasi semakin meningkat. 

Sebagaimana diatur dalam Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 3 Tahun 2024, skrining kesehatan penting untuk deteksi dini penyakit, namun pemahaman tentang penggunaan suplemen yang tepat juga tak kalah krusial.

Tobias Mapulanga, ilmuwan biomedis dari Repose Healthcare, menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan. 

"Banyak orang mengonsumsi vitamin D di bulan-bulan gelap dan tidak sengaja berlebihan, lalu menyalahkan gejalanya pada flu musiman. Padahal, rasa haus terus-menerus, mual, sakit perut, sakit kepala, kabut otak, atau kram baru yang muncul segera setelah menambah dosis bisa jadi tanda suplemen itu justru membahayakan," ujarnya. 

Riset di Inggris mengungkapkan bahwa 42% orang dewasa pernah mengonsumsi suplemen vitamin D, tetapi ditemukan produk yang dijual dengan dosis hingga 12,5 kali batas aman yang disarankan.

Bahaya di Balik Niat Baik: Mengenal Hiperkalsemia

Vitamin D vital untuk penyerapan kalsium dan kesehatan tulang. Namun, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan kondisi berbahaya yang disebut hiperkalsemia, yaitu tingginya kadar kalsium dalam darah. 

NHS England mencatat 42 laporan dalam dua tahun tentang pemberian vitamin dosis tinggi yang tidak sesuai, dengan beberapa kasus memerlukan perawatan rumah sakit akibat hiperkalsemia. 

Sebuah publikasi dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism juga menyebutkan bahwa intoksikasi vitamin D, meski jarang, merupakan kondisi serius yang dapat merusak ginjal dan jaringan lunak akibat hiperkalsemia yang berkepanjangan.

4 Tanda Peringatan Kelebihan Vitamin D yang Harus Dihentikan

Berikut adalah empat gejala utama yang menjadi "warning" atau peringatan bahwa asupan vitamin D Anda mungkin sudah berlebihan.

1. Sering Haus dan Buang Air Kecil

Jika Anda tiba-tiba merasa sangat haus dan lebih sering buang air kecil setelah mulai mengonsumsi suplemen, ini adalah alarm pertama. 

Kelebihan vitamin D mengacaukan keseimbangan cairan dan mineral tubuh. Solusinya: segera turunkan dosis ke hanya 10 mikrogram (400 IU) per hari, periksa label semua produk (termasuk multivitamin, minuman fortifikasi, atau sereal), dan hindari produk tambahan lain yang mengandung vitamin D.

2. Mual, Sering Sendawa, atau Gangguan Pencernaan

Saluran pencernaan adalah yang pertama merespons. Rasa mual, sakit perut, atau konstipasi bisa menandakan iritasi atau respon tubuh terhadap dosis berlebih. 

Coba konsumsi suplemen bersamaan dengan makanan untuk mengurangi iritasi. Pertimbangkan juga beralih dari bentuk semprotan atau gummy (yang sering mengandung pemanis tambahan) ke tablet D3 (cholecalciferol) biasa dengan bahan tambahan minimal.

3. Nyeri Tulang dan Otot atau Kram

Ironisnya, kelebihan vitamin D justru dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan kekurangannya, seperti nyeri tulang dan kram otot. 

Hal ini terjadi karena kelebihan vitamin D mengganggu metabolisme mineral lain yang dibutuhkan otot. 

Kurangi dosis, tingkatkan hidrasi dengan air putih, dan konsumsi makanan kaya mineral seperti yoghurt, sayuran hijau, dan pisang. Lakukan peregangan ringan untuk meredakan kekakuan.

4. Kabut Otak dan Sakit Kepala

Kelebihan vitamin D dapat menyebabkan peningkatan kalsium darah yang mempengaruhi fungsi saraf, memicu sakit kepala dan perasaan "brain fog" atau tidak bisa berpikir jernih. 

Hentikan konsumsi multivitamin atau produk dosis tinggi. Kembali ke satu tablet D3 dasar 10 mikrogram yang dikonsumsi secara konsisten pada waktu yang sama setiap hari, selalu bersama makanan.

Cara Mengonsumsi Vitamin D dengan Aman dan Bijak

Kunci pencegahan adalah kesadaran dan perhitungan. Pemerintah Inggris menyarankan dosis harian 10 mikrogram (400 IU) di musim gugur dan dingin. 

Batas aman harian untuk dewasa adalah 100 mikrogram (4000 IU).

  • Hitung Total Asupan: Vitamin D bisa berasal dari multivitamin, tablet khusus, minuman fortifikasi, atau sereal. Pilih hanya satu sumber suplemen setiap hari untuk menghindari penumpukan.
  • Baca Label dengan Teliti: Periksa dosis dalam mikrogram (mcg) atau IU (International Units). Untuk konversi cepat, bagi angka IU dengan 40 untuk mendapatkan mcg. Contoh: 1000 IU = 25 mcg.
  • Konsultasi dengan Tenaga Kesehatan: Terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau mengonsumsi obat-obatan rutin. Skrining kesehatan, seperti yang dianjurkan BPJS, dapat menjadi momen yang tepat untuk mendiskusikan kebutuhan suplemen Anda.

Suplementasi vitamin D adalah langkah baik untuk menjaga kesehatan, terutama di daerah dengan sinar matahari terbatas. 

Namun, niat baik harus dibarengi dengan kebijaksanaan. Kenali "vitamin d warning" atau tanda peringatan kelebihan, patuhi dosis yang dianjurkan, dan jadilah konsumen yang kritis terhadap label produk. 

Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan manfaatnya tanpa menanggung risiko yang tidak diinginkan.

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment