Trombositopenia: Penyebab, Gejala, dan Pentingnya Pemeriksaan Darah Lengkap

Table of Contents

 

Trombositopenia: Penyebab, Gejala, dan Pentingnya Pemeriksaan Darah Lengkap

INFOLABMED.COM - Trombositopenia adalah suatu kondisi medis di mana jumlah trombosit (platelet) dalam darah berada di bawah nilai normal (biasanya di bawah 150.000 per mikroliter darah). 

Trombosit adalah sel darah kecil yang berperan sangat penting dalam proses pembekuan darah untuk menghentikan perdarahan. 

Baca Juga: Giant Platelets: Makna Klinis dan Interpretasi dalam Pemeriksaan Darah

Ketika jumlahnya terlalu rendah, risiko terjadinya perdarahan spontan atau perdarahan yang sulit berhenti akan meningkat.

Gejala Trombositopenia Gejala dapat bervariasi dari ringan hingga berat, bergantung pada seberapa rendah jumlah trombosit. 

Gejala umum meliputi:

  • Perdarahan spontan: Mudah memar (purpura) tanpa benturan keras.
  • Petechiae: Bintik-bintik merah atau keunguan kecil di kulit seperti ruam, akibat perdarahan kapiler.
  • Perdarahan yang sulit berhenti: Mimisan, gusi berdarah, atau luka kecil yang lama sembuhnya.
  • Perdarahan internal: Pada kasus berat, dapat terjadi perdarahan saluran cerna (ditandai muntah darah atau tinja hitam) atau perdarahan otak (sangat berbahaya).
  • Kelelahan: Sering menyertai kondisi yang mendasari trombositopenia.

Penyebab dan Jenis Trombositopenia Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, yang dikelompokkan menjadi tiga mekanisme utama:

  1. Penurunan Produksi Trombosit di Sumsum Tulang: Penyebabnya meliputi:

    • Infeksi Virus: Seperti dengue (DBD), HIV, atau Epstein-Barr.
    • Kanker Darah: Leukemia, limfoma, atau mieloma multiple.
    • Kekurangan Nutrisi: Defisiensi vitamin B12 atau asam folat.
    • Paparan Zat Kimia/Toksik: Radiasi, kemoterapi, atau alkohol berlebihan.
  2. Peningkatan Penghancuran Trombosit di Aliran Darah (Perifer): Ini adalah penyebab yang lebih umum, termasuk:

    • ITP (Immune Thrombocytopenic Purpura): Penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh sendiri menghancurkan trombosit.
    • Infeksi Bakteri atau Virus: DBD adalah contoh klasik di Indonesia.
    • Obat-obatan Tertentu: Seperti heparin, antibiotik golongan tertentu.
    • Kehamilan (Trombositopenia Gestasional): Biasanya ringan dan membaik setelah persalinan.
  3. Pembesaran Limpa (Splenomegali): Limpa yang membesar dapat menjebak dan menghancurkan terlalu banyak trombosit.

Pemeriksaan Laboratorium untuk Diagnosis Diagnosis trombositopenia ditegakkan melalui pemeriksaan darah. 

Pemeriksaan utama adalah Hitung Darah Lengkap (Complete Blood Count/CBC) yang akan menunjukkan jumlah trombosit yang rendah. 

Dokter kemudian akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan untuk mencari penyebab, seperti:

  • Apusan Darah Tepi (Blood Smear): Untuk melihat morfologi trombosit dan sel darah lainnya secara visual di bawah mikroskop.
  • Tes Fungsi Hati dan Ginjal.
  • Tes Koagulasi: Seperti PT, aPTT untuk menilai fungsi pembekuan secara keseluruhan.
  • Tes Autoimun: Untuk mendeteksi antibodi anti-trombosit pada kasus ITP.
  • Aspirasi Sumsum Tulang: Dilakukan jika dicurigai ada masalah pada produksi sel darah di sumsum tulang.

Penanganan Trombositopenia Penanganan sangat tergantung pada penyebab, tingkat keparahan, dan ada tidaknya gejala perdarahan. 

Prinsipnya adalah mengatasi akar penyebabnya. 

Baca Juga: Fungsi Trombosit Darah: Kunci Penting dalam Penghentian Pendarahan

Misalnya:

  • Jika disebabkan oleh DBD, fokusnya adalah terapi suportif.
  • Untuk ITP, pengobatan dapat berupa kortikosteroid, imunoglobulin, atau terapi lainnya.
  • Transfusi trombosit biasanya diberikan hanya pada kasus dengan perdarahan aktif yang mengancam jiwa atau sebelum prosedur bedah.

Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami gejala-gejala trombositopenia, terutama perdarahan spontan yang tidak biasa.


Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Link, Facebook Link, Twitter/X Link. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Link.



Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment