Penanganan Sampel Natrium Sitrat: Tunggu Beku Baru Diputar? Ini Prosedur yang Benar

Table of Contents

Penanganan Sampel Natrium Sitrat: Tunggu Beku Baru Diputar? Ini Prosedur yang Benar


INFOLABMED.COM - Sampel darah dalam tabung natrium sitrat (tabung tutup biru) adalah standar untuk pemeriksaan hemostasis dan koagulasi, seperti APTT (Activated Partial Thromboplastin Time)PT (Prothrombin Time), dan D-Dimer

Akurasi hasil pemeriksaan ini sangat bergantung pada penanganan sampel natrium sitrat yang benar, terutama dalam hal pengisian, pencampuran, dan pengolahan. Salah satu pertanyaan umum adalah, "apakah tunggu beku baru diputer?"

Jawaban Singkat: TIDAK. Sampel dalam tabung natrium sitrat TIDAK BOLEH DIBEKUKAN sebelum diputar (disentrifugasi).

Mari kita bahas protokol yang benar secara lengkap.

Prinsip Dasar Tabung Natrium Sitrat 

Tabung ini mengandung antikoagulan Natrium Sitrat 3.2% (kadang 3.8%). Sitrat bekerja dengan mengikat ion kalsium (Ca2+), yang merupakan faktor esensial dalam kaskade pembekuan darah. Dengan mengikat kalsium, darah tidak akan membeku. Rasio pengenceran yang tetap (9 bagian darah : 1 bagian sitrat) sangat kritis untuk hasil yang akurat.

Prosedur Penanganan Sampel Natrium Sitrat yang Benar

1. Pengambilan dan Pengisian

  • Isi Tabung Sampai Penuh: Tabung harus terisi hingga garis tanda (full draw). Pengisian kurang akan menyebabkan rasio darah:sitrat berubah (sitrat berlebih), yang akan memperpanjang hasil PT/APTT secara palsu.
  • Segera Campur: Setelah pengambilan, segera balikkan tabung secara lembut 3-6 kali untuk mencampur darah dengan antikoagulan secara merata dan mencegah pembentukan bekuan kecil (microclot).

2. Penyimpanan Sementara dan Pengolahan (Jawaban Inti Pertanyaan)

  • JANGAN DIBEKUKAN: Darah dalam tabung sitrat harus tetap dalam keadaan cair (belum beku). Membekukan sampel akan menyebabkan hemolisis (pecahnya sel darah merah) yang dapat mengganggu hasil, dan proses pembekuan-cair dapat mengaktifasi trombosit dan faktor pembekuan, mengacaukan hasil.
  • Simpan pada Suhu Ruang (15-25°C): Untuk pemeriksaan rutin PT/APTT, simpan sampel pada suhu ruang dan segera proses.
  • Waktu Tunggu: Idealnya, sampel diputar (disentrifugasi) dalam waktu 1 jam setelah pengambilan, maksimal 4 jam jika disimpan pada suhu ruang. Penundaan yang lama dapat menyebabkan konsumsi faktor pembekuan dan mempengaruhi hasil (terutama Faktor V dan VIII).

3. Proses Sentrifugasi (Memutar)

  • Tujuan Sentrifugasi: Untuk mendapatkan plasma sitrat yang jernih (plasma poor platelet/PPP) dengan memisahkan sel-sel darah.
  • Prosedur: Sentrifugasi dengan kecepatan dan waktu yang cukup (biasanya 1500-2500 x g selama 15 menit) untuk mendapatkan plasma yang bebas trombosit.
  • Plasma Hasil Sentrifugasi: Plasma inilah yang kemudian digunakan untuk pemeriksaan. Plasma ini boleh dibekukan pada suhu -20°C atau -70°C untuk penyimpanan jangka panjang atau pengiriman ke laboratorium rujukan.

Kesalahan Umum dan Dampaknya

  1. Pengisian Tidak Penuh: Hasil PT/APTT lebih panjang palsu.
  2. Membekukan Seluruh Tabung Sebelum Diputar: Hemolisis dan aktivasi faktor pembekuan, hasil tidak akurat.
  3. Tidak Segera Mencampur: Terbentuk microclot, sampel harus ditolak.
  4. Sentrifugasi Tidak Optimal: Plasma masih keruh (banyak trombosit), dapat mempengaruhi hasil beberapa alat koagulometer.

Kesimpulan

Jadi, untuk pertanyaan "penanganan sampel natrium sitrat apakah tunggu beku baru diputer?", jawabannya tegas: SALAH. Protokol yang benar adalah:

  1. Isi tabung sampai penuh.
  2. Campur segera dengan membalik lembut.
  3. Simpan cair pada suhu ruang dan segera proses.
  4. Sentrifugasi sampel yang masih cair dalam waktu ≤1 jam untuk mendapatkan plasma.
  5. Plasma hasil sentrifugasi (bukan darah utuh) yang boleh dibekukan untuk disimpan atau dikirim.

Kepatuhan terhadap protokol ini menjamin keakuratan hasil tes koagulasi Anda, yang sangat vital untuk monitoring terapi pengencer darah (seperti warfarin/heparin) atau diagnosis gangguan perdarahan.

Temukan panduan teknis laboratorium dan protokol penanganan spesimen lainnya di Infolabmed.com. Ikuti kami di media sosial untuk informasi terkini: Telegram di sini, Facebook di sini, dan Twitter/X di sini. Bantu pengembangan konten edukasi bagi tenaga kesehatan dengan donasi via DANA.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment