T3 vs T4: Memahami Dua Hormon Tiroid Kunci dan Mana yang Lebih Penting?

Table of Contents

T3 vs T4: Memahami Dua Hormon Tiroid Kunci dan Mana yang Lebih Penting?


INFOLABMED.COM - Dalam evaluasi fungsi kelenjar tiroid, dua singkatan yang selalu muncul adalah T3 dan T4. Keduanya adalah hormon utama yang diproduksi oleh tiroid, tetapi memiliki peran dan karakteristik yang berbeda. 

Memahami perbandingan T3 vs T4 sangat penting untuk menginterpretasi hasil pemeriksaan laboratorium dan mendiagnosis gangguan tiroid seperti hipotiroidisme atau hipertiroidisme dengan tepat.

Apa Itu T4 (Thyroxine)?

  • Nama Lengkap: Tetraidotironin atau Thyroxine.
  • Produksi: Kelenjar tiroid memproduksi sekitar 80% T4 dan hanya 20% T3 secara langsung.
  • Kadar dalam Darah: Kadar T4 total dalam darah jauh lebih tinggi (sekitar 45-75 kali lipat) dibanding T3.
  • Aktivitas Biologis: Kurang aktif. T4 dianggap sebagai "pro-hormon" atau bentuk penyimpanan. Ia memiliki waktu paruh yang panjang (sekitar 7 hari), sehingga memberikan cadangan hormon yang stabil.
  • Fungsi Utama: Sebagai cadangan dan prekursor untuk T3. T4 akan diubah menjadi T3 yang lebih aktif di jaringan perifer (terutama hati dan ginjal) sesuai kebutuhan tubuh.

Apa Itu T3 (Triiodothyronine)?

  • Nama Lengkap: Triiodothyronine.
  • Produksi: Hanya 20% diproduksi langsung oleh tiroid. 80% lainnya berasal dari konversi T4 di luar tiroid (deiodinasi di jaringan perifer).
  • Kadar dalam Darah: Kadarnya jauh lebih rendah dibanding T4, namun lebih kuat.
  • Aktivitas Biologis: Sangat aktif. T3 adalah hormon tiroid "aktif" yang langsung berikatan dengan reseptor inti sel untuk mempengaruhi metabolisme. Waktu paruhnya pendek (sekitar 1 hari).
  • Fungsi Utama: Hormon utama pengatur metabolisme. T3-lah yang secara langsung:
    • Meningkatkan laju metabolisme basal.
    • Mengatur suhu tubuh.
    • Mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan (pada anak).
    • Mempengaruhi denyut jantung dan fungsi sistem saraf.

Perbandingan Langsung: T3 vs T4

KarakteristikT4 (Thyroxine)T3 (Triiodothyronine)
Jumlah Atom Yodium43
Produksi Langsung TiroidLebih Banyak (80%)Sedikit (20%)
Aktivitas BiologisLemah (Pro-hormon)Sangat Kuat (Hormon Aktif)
Waktu ParuhPanjang (~7 hari)Pendek (~1 hari)
Kadar dalam DarahLebih TinggiLebih Rendah
Sumber UtamaLangsung dari tiroidKonversi dari T4 di jaringan perifer

Bagaimana Menginterpretasi Hasil Laboratorium? 

Pemeriksaan fungsi tiroid biasanya mencakup TSHFree T4 (FT4), dan Free T3 (FT3). "Free" mengukur fraksi hormon yang tidak terikat protein, yaitu bagian yang aktif secara biologis.

  • Hipotiroidisme: TSH tinggiFT4 rendah. FT3 mungkin masih normal awal karena konversi ditingkatkan, namun akan rendah pada kasus yang berat.
  • Hipertiroidisme: TSH sangat rendahFT4 dan FT3 biasanya tinggi. Pada T3-Toxicosis, hanya FT3 yang tinggi sedangkan FT4 normal. Ini sering ditemukan pada penyakit Graves atau nodul toksik.
  • Gangguan Konversi T4 ke T3: Dapat terjadi pada penyakit sistemik, malnutrisi, stres, atau defisiensi selenium/seng. Ditandai dengan FT4 normal atau tinggi, namun FT3 rendah dan TSH cenderung normal.

Mana yang Lebih Penting: T3 atau T4? 

Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban absolut karena keduanya penting dalam sistem yang saling terkait.

  • Dalam Diagnosis Rutin: TSH dan Free T4 adalah pemeriksaan lini pertama yang paling stabil dan andal. T4 (sebagai cadangan) adalah indikator utama kapasitas produksi tiroid.
  • Dalam Mengonfirmasi Hipertiroidisme dan Memantau Terapi: Free T3 sangat penting, terutama untuk mendeteksi T3-Toxicosis dan memastikan terapi antitiroid sudah cukup menekan produksi hormon aktif.
  • Secara Fungsional: T3 adalah yang paling penting karena efek biologisnya. Namun, tubuh bergantung pada pasokan T4 yang stabil untuk dikonversi menjadi T3.

Kesimpulan 

Perbandingan T3 vs T4 mengungkap sistem hormon yang canggih. T4 berperan sebagai penyedia (supplier) dan cadangan yang stabil, sementara T3 adalah eksekutor (effector) kuat yang langsung mengatur metabolisme sel. Dalam praktik klinis, kedua hormon ini saling melengkapi. Interpretasi hasilnya harus dilakukan bersama dengan TSH dan kondisi klinis pasien untuk mendapatkan gambaran lengkap fungsi tiroid. Memahami dinamika keduanya adalah kunci dalam menegakkan diagnosis yang akurat dan tatalaksana gangguan tiroid yang optimal.

Pelajari lebih lanjut tentang interpretasi hasil laboratorium endokrinologi dengan mengikuti media sosial kami: TelegramFacebook, dan Twitter/X. Dukung konten edukasi kesehatan berkualitas melalui Donasi via DANA.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment