Pelepasan Hasil Pemeriksaan: Prosedur Kritis Terakhir di Laboratorium Klinik
INFOLABMED.COM - Dalam alur kerja laboratorium klinik, pelepasan hasil pemeriksaan (result release/authorization) bukan sekadar mengklik tombol 'cetak' atau 'kirim'.
Ini merupakan prosedur kritis terakhir pada tahap pasca-analitik yang memikul tanggung jawab hukum dan medis sangat besar.
Baca Juga: Contoh Laporan Nilai Kritis Laboratorium Pasien: Format, Interpretasi, dan Prosedur Pelaporan
Proses ini memastikan bahwa hanya hasil yang akurat, valid, dan terkait dengan identitas pasien yang benar yang sampai ke tangan klinisi untuk digunakan dalam diagnosis dan terapi.
Apa Itu Pelepasan Hasil Pemeriksaan?
Pelepasan hasil pemeriksaan adalah tindakan formal yang dilakukan oleh analis kesehatan atau petugas berwenang (biasanya yang memiliki kompetensi dan sertifikasi) untuk menyetujui dan mengeluarkan hasil tes laboratorium kepada dokter atau pihak yang meminta.
Tindakan ini menandakan bahwa seluruh proses, mulai dari pra-analitik, analitik, hingga pasca-analitik, telah diperiksa dan divalidasi.
Prosedur dan Tahapan Sebelum Pelepasan
Sebelum sebuah hasil boleh dilepas, serangkaian pemeriksaan ketat harus dilalui:
- Verifikasi Hasil Analitik: Memastikan alat berjalan dengan kontrol kualitas (QC) yang diterima (misal, grafik Levey Jennings dalam batas kontrol), tidak ada flag atau gangguan dari alat (instrument flags), dan hasil re-run (jika dilakukan) konsisten.
- Validasi Klinis-Analitis: Analis memeriksa apakah hasil tersebut masuk akal secara klinis dan analitis. Di sinilah delta check berperan penting untuk mendeteksi perubahan drastis yang tidak biasa dari hasil sebelumnya.
- Pemeriksaan Identitas Pasien: Memastikan kecocokan antara data permintaan, label sampel, dan data pasien di sistem informasi laboratorium (LIS) tanpa ada kesalahan identifikasi.
- Review Spesimen: Memastikan tidak ada kondisi spesimen yang mengganggu (interferensi) seperti hemolisis, lipemik, atau ikterik yang signifikan dan sudah ditindaklanjuti dengan benar.
Siapa yang Berwenang Melepas Hasil?
Tidak semua orang di laboratorium memiliki kewenangan untuk melepas hasil. Otoritas ini biasanya diberikan kepada:
- Analis Kesehatan (Ahli Teknologi Laboratorium Medis) yang kompeten dan berpengalaman.
- Dokter Spesialis Patologi Klinik (Sp.PK) atau Dokter Konsultan. Kebijakan ini diatur dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) laboratorium dan sesuai dengan standar akreditasi seperti SNI ISO 15189.
Dampak Pelepasan Hasil yang Keliru
Kesalahan dalam pelepasan hasil pemeriksaan dapat berakibat fatal:
- Kesalahan Diagnosis dan Terapi: Pasien bisa mendapatkan pengobatan yang salah, tidak perlu, atau justru terabaikan.
- Membahayakan Keselamatan Pasien: Contohnya, pelepasan hasil kalium yang rendah palsu dapat mengakibatkan terapi yang tidak tepat.
- Kerugian Hukum dan Etik: Laboratorium dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum dan kehilangan kepercayaan.
Teknologi dan Keamanan Data
Laboratorium modern menggunakan sistem LIS dengan fitur audit trail yang mencatat setiap proses pelepasan hasil, termasuk siapa yang melepas dan kapan.
Hasil dapat dilepas melalui cetak fisik, portal online yang aman, atau terintegrasi dengan sistem rumah sakit (HIS), selalu dengan memperhatikan kerahasiaan data pasien.
Baca Juga: Nilai Kritis Laboratorium Kimia Klinik: Panduan Lengkap dan Penjelasan untuk Profesional Medis
Kesimpulannya, pelepasan hasil pemeriksaan adalah titik puncak dari seluruh kerja keras dan protokol ketat di laboratorium.
Ini adalah bentuk pertanggungjawaban tertinggi profesi laboratorium medis terhadap kepercayaan yang diberikan oleh pasien dan klinisi.
Tetap terhubung dengan artikel edukatif terkini seputar dunia laboratorium dengan Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram di sini, Facebook di sini, dan Twitter/X di sini. Bantu kami meningkatkan kualitas konten untuk tenaga kesehatan Indonesia dengan memberikan Donasi terbaikmu melalui Donasi via DANA ini.

Post a Comment