Panduan Lengkap Membaca Hasil Lab Darah: Nilai Normal dan Arti Penyimpangannya
INFOLABMED.COM - Hasil lab darah adalah salah satu pemeriksaan penunjang medis yang paling umum.
Lembar hasil yang berisi singkatan dan angka-angka seringkali membingungkan.
Baca Juga: Darah Lengkap dari Pengambilan Vena vs Kapiler: Mana yang Lebih Akurat?
Artikel ini akan menjadi panduan dasar untuk memahami komponen utama dalam hasil lab darah, nilai normalnya, dan potensi arti dari penyimpangan yang terjadi.
Penting untuk Diingat: Interpretasi akhir harus dilakukan oleh dokter yang merawat.
Dokter akan mengaitkan hasil lab dengan gejala, riwayat kesehatan, dan pemeriksaan fisik Anda. Informasi berikut adalah untuk pengetahuan umum.
1. Hematologi (Darah Rutin / Complete Blood Count) Ini adalah panel dasar untuk menilai sel-sel darah.
- Hemoglobin (Hb): Protein pembawa oksigen.
- Normal: Pria 13-17 g/dL, Wanita 12-15 g/dL.
- Rendah: Anemia (kekurangan zat besi, perdarahan, penyakit kronis).
- Tinggi: Dehidrasi, penyakit paru, atau kelainan sumsum tulang.
- Leukosit (WBC): Sel darah putih, pertahanan tubuh.
- Normal: 4.000 - 10.000 sel/µL.
- Tinggi (Leukositosis): Infeksi bakteri, inflamasi, stres, atau leukemia.
- Rendah (Leukopenia): Infeksi virus tertentu, gangguan sumsum tulang, efek obat.
- Trombosit (Platelet): Untuk pembekuan darah.
- Normal: 150.000 - 450.000/µL.
- Rendah (Trombositopenia): DBD, ITP, infeksi berat, gangguan sumsum tulang (mudah memar/berdarah).
- Tinggi (Trombositosis): Peradangan, pasca operasi, gangguan sumsum tulang.
- Hematokrit (HCT): Persentase sel darah merah dalam darah.
- Indeks Eritrosit (MCV, MCH, MCHC): Menentukan ukuran dan kandungan hemoglobin sel darah merah, membantu diagnosis jenis anemia (mikrositik, normositik, makrositik).
2. Kimia Klinik
- Gula Darah (Glukosa):
- Puasa Normal: <100 mg/dL.
- Tinggi: Prediabetes (100-125 mg/dL), Diabetes (≥126 mg/dL).
- Profil Lipid (Kolesterol):
- Kolesterol Total, LDL ("kolesterol jahat"), HDL ("kolesterol baik"), Trigliserida. LDL tinggi dan HDL rendah meningkatkan risiko penyakit jantung.
- Fungsi Hati:
- SGOT (AST) & SGPT (ALT): Normalnya bervariasi, umumnya <40 U/L. Tinggi menunjukkan kerusakan sel hati (hepatitis, fatty liver).
- Gamma GT (GGT) & Alkali Fosfatase (ALP): Tinggi dapat mengindikasikan gangguan hati atau empedu.
- Fungsi Ginjal:
- Kreatinin & Ureum: Normal kreatinin ~0.7-1.2 mg/dL (pria) dan 0.6-1.1 mg/dL (wanita). Tinggi mengindikasikan penurunan fungsi filtrasi ginjal.
- Asam Urat (Uric Acid):
- Normal: 3.5-7.2 mg/dL (pria), 2.6-6.0 mg/dL (wanita).
- Tinggi: Risiko gout (asam urat) dan batu ginjal.
3. Elektrolit
- Natrium (Na), Kalium (K), Klorida (Cl). Penting untuk keseimbangan cairan, fungsi saraf, dan otot. Penyimpangan bisa akibat dehidrasi, gangguan ginjal, atau efek obat.
4. Pemeriksaan Lainnya
- HS-CRP & LED: Penanda inflamasi atau infeksi.
- Tes Tiroid (TSH, T3, T4): Menilai fungsi kelenjar tiroid.
- Tes Faal Hemostasis (APTT, PT/INR): Menilai fungsi pembekuan darah.
Langkah Setelah Menerima Hasil Lab Darah:
- Jangan panik. Nilai sedikit di luar range normal tidak selalu berarti sakit.
- Diskusikan dengan dokter. Dokter akan menjelaskan temuan yang relevan dengan keluhan Anda.
- Ikuti saran tindak lanjut, apakah itu perubahan gaya hidup, pengobatan, atau pemeriksaan lebih lanjut.
- Simpan hasil lab sebagai arsip kesehatan pribadi untuk perbandingan di masa depan.
Baca Juga: Manfaat Pemeriksaan Darah Lengkap: Deteksi Dini Penyakit dan Pemantauan Kesehatan
Pemeriksaan laboratorium adalah alat yang sangat kuat untuk mendeteksi masalah kesehatan, memantau kondisi, dan mengevaluasi efektivitas pengobatan.
Pemahaman dasar ini dapat membantu Anda berkomunikasi lebih baik dengan tenaga kesehatan.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Link, Facebook Link, Twitter/X Link. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Link.

Post a Comment