Vault Kehidupan Mikroba: Panduan Praktis & Protokol Penyimpanan Isolat yang Tepat

Table of Contents

 

Vault Kehidupan Mikroba: Panduan Praktis & Protokol Penyimpanan Isolat yang Tepat

INFOLABMED.COM - Dalam dunia mikrobiologi klinis dan penelitian, penyimpanan isolat murni bukan sekadar aktivitas menaruh kultur di lemari es. 

Ini adalah proses preservasi yang memastikan kemurnian, viabilitas, dan karakteristik asli mikroorganisme untuk kebutuhan diagnosis ulang, penelitian lanjutan, kontrol kualitas, dan referensi. 

Baca Juga: Dasar - Dasar Teknik Mikrobiologi

Artikel ini membahas prinsip dan metode penyimpanan isolat berdasarkan protokol laboratorium standar.

Tujuan dan Pentingnya Penyimpanan Isolat yang Tepat Prosedur penyimpanan isolat yang terkontrol bertujuan untuk:

  1. Mengawetkan Sumber Daya Genetik: Menjaga strain bakteri atau jamur untuk studi di masa depan.
  2. Kontrol Kualitas: Menyediakan strain referensi untuk validasi media, reagen, dan alat diagnostik.
  3. Diagnosis Banding dan Konfirmasi Ulang: Memungkinkan pengujian ulang jika diperlukan.
  4. Pendidikan dan Pelatihan: Sebagai materi pembelajaran.

Metode Penyimpanan Isolat Berdasarkan Jangka Waktu

1. Penyimpanan Jangka Pendek (Hingga 4 Minggu):

  • Media Agar Miring: Isolat ditanam pada agar miring, diinkubasi hingga tumbuh optimal, lalu disimpan di lemari pendingin (2-8°C). Cocok untuk bakteri yang sering digunakan.
  • Metode Agar Tusuk: Untuk bakteri anaerob atau yang sensitif, digunakan agar dalam tabung yang ditusuk hingga dasar, lalu disimpan di suhu dingin.

2. Penyimpanan Jangka Menengah (Beberapa Bulan hingga 1 Tahun):

  • Minyak Parafin Steril: Media agar miring yang telah ditumbuhi bakteri ditimpa dengan minyak parafin steril untuk mengurangi metabolisme dan penguapan. Disimpan di suhu ruangan atau dingin.
  • Air Suling Steril atau Serum: Untuk beberapa bakteri, suspensi dalam air suling atau serum di suhu dingin dapat mempertahankan viabilitas.

3. Penyimpanan Jangka Panjang (Bertahun-tahun):

  • Pembekuan Dalam (Deep Freezing) pada -20°C hingga -80°C: Isolat disimpan dalam cryovial berisi media pengkaya (seperti Brain Heart Infusion Broth dengan gliserol 15-20% sebagai krioprotektan). Gliserol mencegah pembentukan kristal es yang merusak sel.
  • Lyophilization (Freeze-Drying): Metode pengawetan terbaik. Suspensi bakteri dikeringkan beku dalam kondisi vakum tinggi, kemudian disimpan tertutup rapat di suhu 2-8°C atau di bawah 0°C. Dapat bertahan puluhan tahun. Biasa digunakan untuk bank mikroba atau koleksi kultur referensi.

Protokol dan Dokumentasi Setiap proses penyimpanan isolat wajib disertai dokumentasi yang rapi, meliputi:

  • Kode Isolat/Accesion Number yang unik.
  • Identifikasi Mikroorganisme (nama genus, spesies).
  • Sumber/Tanggal Isolasi dan Lokasi Klinis.
  • Media dan Metode Penyimpanan.
  • Tanggal Penyimpanan dan Tanggal Kadaluarsa.
  • Lokasi Penyimpanan Fisik (freezer, rak, kotak).

Pentingnya Keamanan dan Kontrol Suhu Penyimpanan isolat, terutama patogen seperti M. tuberculosis atau BSL-3 lainnya, harus memprioritaskan keamanan biologis (wadah tahan bocor, di dalam freezer terkunci). 

Baca Juga: Virus di Sikat Gigi: Ratusan Virus Ditemukan di Permukaan Kamar Mandi, Apa Dampaknya bagi Kesehatan

Monitoring suhu freezer harian dan pencatatan suhu sangat krusial. Sistem cadangan daya (UPS) dan freezer cadangan sangat disarankan untuk mencegah kehilangan koleksi berharga akibat pemadaman listrik.

Dengan menerapkan metode penyimpanan isolat yang tepat dan terdokumentasi, laboratorium tidak hanya menjaga aset biologisnya tetapi juga berkontribusi pada konsistensi dan keandalan data mikrobiologi secara global.

Temukan artikel mendalam lainnya seputar teknik dan manajemen laboratorium hanya di Infolabmed.com. Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui TelegramFacebook, dan Twitter/X. Dukung upaya edukasi sains yang berkelanjutan. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA.



Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment