Langkah Kunci Diagnosis: Panduan Lengkap dan Prosedur Pengumpulan Sampel TBC yang Tepat

Table of Contents

 

Langkah Kunci Diagnosis: Panduan Lengkap dan Prosedur Pengumpulan Sampel TBC yang Tepat


INFOLABMED.COM - Keberhasilan diagnosis tuberkulosis (TBC) sangat bergantung pada tahap awal yang krusial: pengumpulan sampel TBC yang benar. 

Sampel yang tidak memenuhi standar dapat menyebabkan hasil negatif palsu, menghambat pengobatan, dan meningkatkan risiko penularan. 

Baca Juga: MTB Not Detected, Apakah Aman? Memahami Hasil Tes Tuberkulosis (TBC) Anda

Artikel ini membahas panduan lengkap berdasarkan protokol laboratorium medis untuk memastikan pengumpulan sampel TBC dilakukan secara optimal.

Jenis Sampel untuk Diagnosis TBC Beberapa jenis spesimen dapat dikumpulkan, tergantung kondisi pasien:

  1. Dahak/Sputum: Merupakan sampel paling umum. Dibutuhkan minimal 3 sampel dahak (sewaktu-pagi-sewaktu atau SPS) dalam 2 hari berturut-turut. Sampel yang baik adalah dahak yang berasal dari paru-paru (sputum), bukan ludah (saliva).
  2. Bronchoalveolar Lavage (BAL): Diambil melalui prosedur bronkoskopi untuk pasien yang tidak dapat menghasilkan dahak atau dengan hasil yang meragukan.
  3. Cairan Lambung: Sering digunakan pada anak yang biasanya menelan dahaknya. Diambil pagi hari sebelum makan.
  4. Jaringan Biopsi: Dari pleura, kelenjar getah bening, atau organ lainnya yang diduga terinfeksi.
  5. Urine dan Lainnya: Untuk diagnosis TBC ekstra paru.

Prosedur Pengumpulan Sampel Dahak yang Benar Proses pengumpulan sampel TBC jenis dahak harus dilakukan dengan hati-hati:

  • Konseling: Petugas kesehatan harus menjelaskan pentingnya sampel yang adekuat.
  • Lokasi: Lakukan di ruang terbuka atau ruangan dengan ventilasi baik, jauh dari orang lain.
  • Teknik: Tarik napas dalam 2-3 kali, tahan, lalu batukkan dengan kuat dari dada. Tampung dahak langsung ke dalam pot sampel steril yang kedap udara.
  • Volume: Minimal 3-5 ml (sekitar 1 sendok teh).
  • Pengemasan: Segera tutup rapat, beri label, dan simpan sementara di lemari es sebelum dikirim ke lab. Pengiriman harus cepat (maksimal 72 jam).

Kesalahan Umum dalam Pengumpulan Sampel

  • Mengumpulkan saliva/ludah, bukan dahak.
  • Volume sampel terlalu sedikit.
  • Pot sampel tidak steril atau bocor.
  • Penundaan pengiriman ke laboratorium.
  • Pemberian label yang tidak lengkap (nama, tanggal, jenis sampel).

Penanganan Pasca Pengumpulan Setelah pengumpulan sampel TBC selesai, sampel harus segera dikirim ke laboratorium yang memiliki fasilitat Biosafety Level (BSL) 2 atau 3 untuk diproses lebih lanjut, seperti pemeriksaan mikroskopis (BTA), kultur, atau tes molekuler (PCR).

Baca Juga: Penyakit Tuberkulosis (TBC): Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahannya

Keakuratan diagnosis TBC dimulai dari kesadaran dan ketelitian dalam pengumpulan sampel TBC.

Prosedur yang tepat meningkatkan deteksi bakteri, mempercepat inisiasi pengobatan, dan pada akhirnya memutus rantai penularan penyakit ini.

Temukan artikel informatif lainnya seputar dunia laboratorium medis dan kesehatan hanya di Infolabmed.com. Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui TelegramFacebook, dan Twitter/X. Dukung kami dalam menyebarkan informasi kesehatan yang akurat. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA.



Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment