Liver Function Test (LFT): Kunci untuk Membaca Kesehatan dan Fungsi Hati Anda
INFOLABMED.COM - Hati adalah organ vital dengan ratusan fungsi, mulai dari detoksifikasi, produksi protein, hingga metabolisme. Untuk menilai kesehatan dan kinerjanya, dokter sering meminta pemeriksaan LFT (Liver Function Test) atau Tes Fungsi Hati.
Panel tes darah ini memberikan gambaran penting tentang ada tidaknya kerusakan sel hati, gangguan aliran empedu, dan kemampuan sintesis hati. Mari kita pahami apa saja yang termasuk dalam LFT dan bagaimana menginterpretasikannya.
Apa Itu LFT (Liver Function Test)?
LFT adalah sekelompok pemeriksaan darah yang mengukur kadar berbagai enzim, protein, dan zat yang diproduksi atau diproses oleh hati. Secara umum, LFT dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori besar:
- Tes Kerusakan Hepatoseluler: Menunjukkan kebocoran enzim dari dalam sel hati yang rusak.
- Tes Fungsi Sintesis: Menilai kemampuan hati memproduksi protein penting.
- Tes Fungsi Ekskresi/ Kolestasis: Mengevaluasi kemampuan hati mengekskresikan empedu.
Komponen Utama LFT dan Artinya
1. Enzim yang Menunjukkan Kerusakan Sel Hati (Hepatoseluler):
- ALT (SGPT / Alanine Transaminase): Enzim paling spesifik untuk hati. Peningkatan ALT terutama mencerminkan kerusakan atau peradangan pada sel hati itu sendiri (hepatitis). Contoh: hepatitis virus, NASH (perlemakan hati non-alkoholik), obat hepatotoksik.
- AST (SGOT / Aspartate Transaminase): Juga meningkat saat kerusakan hati, tetapi kurang spesifik karena juga ditemukan di otot jantung, otot rangka, dan ginjal. Rasio AST/ALT dapat memberikan petunjuk (rasio >2 mengarah ke sirosis alkoholik atau hepatitis alkoholik).
2. Enzim yang Menunjukkan Gangguan Aliran Empedu (Kolestasis):
- ALP (Alkaline Phosphatase): Meningkat bila ada sumbatan pada saluran empedu (kolestasis), baik di dalam hati (intrahepatik) maupun di luar (ekstrahepatik, seperti batu empedu). Juga dapat meningkat pada penyakit tulang.
- GGT (Gamma-Glutamyl Transferase): Sangat sensitif untuk kolestasis dan kerusakan hati akibat alkohol. Peningkatan GGT bersama ALP menguatkan kecurigaan masalah hati/bilier.
3. Tes Fungsi Sintesis Hati:
- Albumin: Protein utama yang dibuat oleh hati. Kadar albumin rendah menandakan fungsi sintesis hati yang menurun secara kronis, seperti pada sirosis hati atau penyakit hati kronis stadium lanjut.
- PT/INR (Prothrombin Time): Mengukur faktor pembekuan darah yang dibuat oleh hati. PT yang memanjang (INR tinggi) menunjukkan gangguan fungsi sintesis hati yang akut atau berat, karena faktor pembekuan memiliki waktu paruh pendek.
4. Tes Fungsi Ekskresi:
- Bilirubin Total, Direk, dan Indirek: Bilirubin adalah produk sampah dari pemecahan sel darah merah.
- Bilirubin Total meningkat: Menunjukkan penyakit kuning (ikterus).
- Bilirubin Indirek meningkat dominan: Masalah sebelum hati (pre-hepatik), seperti hemolisis atau sindrom Gilbert.
- Bilirubin Direk meningkat dominan: Masalah pada hati atau setelah hati (post-hepatik), seperti hepatitis atau sumbatan saluran empedu.
Pola Umum Interpretasi LFT Abnormal
- Pola Hepatitis (Kerusakan Hepatoseluler): ALT & AST meningkat sangat tinggi (bisa ratusan/ribuan), ALT > AST. ALP & GGT meningkat ringan-sedang.
- Pola Kolestasis (Sumbatan Empedu): ALP & GGT meningkat sangat tinggi. ALT & AST meningkat ringan-sedang. Bilirubin direk meningkat.
- Sirosis Hati: AST mungkin > ALT, Albumin rendah, INR memanjang, Bilirubin meningkat, trombosit rendah. Enzim hati bisa normal atau sedikit meningkat.
- Perlemakan Hati: Peningkatan ringan-sedang pada ALT & AST, seringkali ALT > AST.
Kapan LFT Diperlukan?
Pemeriksaan ini dilakukan untuk:
- Skrining pada individu dengan faktor risiko (peminum alkohol, riwayat hepatitis, obesitas).
- Mengevaluasi gejala penyakit hati (kuning, lemas, mual, nyeri perut kanan atas, urine gelap).
- Memantau efek obat yang berpotensi merusak hati.
- Memantau perjalanan dan pengobatan penyakit hati (hepatitis, sirosis).
Kesimpulan
LFT adalah alat diagnostik yang sangat berharga sebagai "jendela" untuk melihat kondisi hati. Hasilnya memberikan petunjuk apakah ada kerusakan sel, gangguan aliran empedu, atau penurunan fungsi sintesis. Namun, penting untuk diingat bahwa LFT abnormal tidak selalu berarti penyakit hati yang parah, dan interpretasinya harus selalu dilakukan oleh dokter dengan mempertimbangkan gejala klinis, pemeriksaan fisik, dan terkadang pemeriksaan penunjang lain seperti USG hati. Dengan memahami dasar-dasar LFT, kita dapat lebih aktif dalam menjaga kesehatan organ vital ini.
Dapatkan informasi lebih lanjut seputar pemeriksaan laboratorium dan kesehatan organ dalam dengan mengikuti kami di Telegram, Facebook, dan Twitter/X. Bantu kami menyebarkan edukasi kesehatan melalui Donasi via DANA.
Post a Comment