Isolasi, Kultur, dan Identifikasi Bakteri Sphingomonas paucimobilis: Patogen Opportunistik yang Perlu Diwaspadai

Table of Contents

Isolasi, Kultur, dan Identifikasi Bakteri Sphingomonas paucimobilis: Patogen Opportunistik yang Perlu Diwaspadai


INFOLABMED.COM - Dalam dunia mikrobiologi klinik, mengidentifikasi bakteri nonfermenter gram negatif adalah suatu tantangan. Salah satunya adalah Sphingomonas paucimobilis, sebelumnya dikenal sebagai Pseudomonas paucimobilis

Bakteri ini dikenal sebagai patogen opportunistik yang dapat menyebabkan berbagai infeksi nosokomial. Artikel ini akan membahas tahapan isolasi dan kultur bakteri termasuk identifikasi Sphingomonas paucimobilis secara komprehensif.

Profil Bakteri Sphingomonas paucimobilis 

Sphingomonas paucimobilis adalah batang gram negatif, aerob obligat, non-fermentatif, dan motil dengan satu atau lebih flagel polar. Ciri yang paling mencolok adalah kemampuannya menghasilkan pigmen kuning yang tidak larut dalam air akibat produksi zeaxanthin. Bakteri ini secara alami ditemukan di lingkungan (air, tanah) dan dapat bertahan dalam larutan disinfektan, sehingga berpotensi menyebabkan wabah di rumah sakit.

Tahap 1: Isolasi dan Kultur Primer Isolasi dimulai dari pengambilan spesimen yang tepat sesuai lokasi infeksi (darah, cairan tubuh, luka, atau sputum).

  1. Media Kultur: Bakteri ini dapat tumbuh pada media rutin seperti:
    • Media Agar Darah (Blood Agar/BA): Koloni tampak kecil, halus, cembung, dan berwarna kuning lemon setelah inkubasi 24-48 jam pada suhu 35-37°C. Pigmen ini menjadi lebih jelas setelah 3-5 hari.
    • MacConkey Agar (MAC): Tumbuh sebagai koloni non-laktosa fermenter (koloni tidak berwarna/berwarna kuning pucat).
  2. Kultur Darah: Jika diduga bakteremia, darah pasien dimasukkan ke dalam botol kultur darah. Pertumbuhan biasanya terdeteksi dalam sistem otomatis, dan kemudian di-subkultur ke media padat.
  3. Ciri Makroskopis: Koloni yang berpigmen kuning adalah petunjuk visual awal yang penting.

Tahap 2: Pemeriksaan Mikroskopis dan Tes Awal

  1. Pewarnaan Gram: Dari koloni yang dicurigai, dibuat preparat pewarnaan Gram. Akan terlihat batang gram negatif.
  2. Tes Oksidase: Hasil POSITIF kuat. Ini adalah tes penyaring penting untuk membedakannya dari bakteri nonfermenter lain yang oksidase negatif (seperti Stenotrophomonas maltophilia).
  3. Tes Katalase: POSITIF.

Tahap 3: Identifikasi Biokimia dan Sistem API/OTI Untuk konfirmasi, diperlukan serangkaian tes biokimia, baik manual maupun dengan sistem komersial.

  • Pola Fermentasi: Non-fermentatif. Tidak memfermentasi glukosa dalam tes OF (Oxidation-Fermentation).
  • Tes Biokimia Manual Kunci:
    • Indole: Negatif
    • Urease: Biasanya Negatif (lambat)
    • Gelatinase: Negatif
    • Nitrat Reduksi: Negatif
    • Motilitas: Positif
    • Hidrolisis Esculin: Positif (ciri penting).
  • Sistem Identifikasi Komersial: Sistem seperti API 20NE atau VITEK 2 GN ID card dapat digunakan. Pola biokimia spesifik akan mengarahkan identifikasi ke Sphingomonas paucimobilis dengan persentase kepercayaan yang tinggi.

Tahap 4: Teknik Identifikasi Lanjut (Jika Diperlukan) Dalam kasus wabah atau untuk konfirmasi definitif, metode molekuler dapat digunakan:

  • PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mengamplifikasi gen spesifik seperti 16S rRNA. Sekuensing gen 16S rRNA adalah standar emas untuk identifikasi spesies bakteri yang akurat.
  • MALDI-TOF Mass Spectrometry: Metode yang cepat dan akurat, di mana pola spektrum protein bakteri dicocokkan dengan database yang sangat besar.

Pentingnya Identifikasi yang Akurat

Mengapa isolasi dan kultur bakteri termasuk identifikasi Sphingomonas paucimobilis ini penting secara klinis?

  1. Resistensi Antibiotik Alami: Bakteri ini secara alami resisten terhadap aminoglikosida (seperti gentamisin) dan polimiksin (kolistin) karena membran luar yang permeabilitasnya rendah. Kesalahan identifikasi dapat menyebabkan terapi empiris yang gagal.
  2. Terapi yang Tepat: Biasanya sensitif terhadap antibiotik beta-laktam seperti sefalosporin generasi ketiga (ceftazidime), kuinolon, dan trimetoprim-sulfametoksazol (TMP-SMX).
  3. Infeksi Serius: Dapat menyebabkan berbagai infeksi termasuk bakteremia (terkait kateter), pneumonia, meningitis, infeksi luka, dan infeksi saluran kemih, terutama pada pasien imunokompromais.

Tantangan dalam Identifikasi

  • Keterbatasan Sistem Otomatis: Beberapa sistem mungkin salah mengidentifikasinya sebagai Pseudomonas spp. atau bakteri lain.
  • Pigmen yang Lambat: Pigmen kuning mungkin tidak muncul dengan jelas pada isolat baru, membutuhkan waktu inkubasi lebih lama.
  • Kontaminan Lingkungan: Harus dibedakan antara kolonisasi atau kontaminasi dengan infeksi sejati berdasarkan gambaran klinis pasien.

Kesimpulan 

Proses isolasi dan kultur bakteri termasuk identifikasi Sphingomonas paucimobilis memerlukan pendekatan yang sistematis: mulai dari observasi koloni berpigmen kuning, konfirmasi batang gram negatif oksidase positif, hingga serangkaian tes biokimia atau sistem otomatis. Identifikasi yang tepat sangat krusial untuk memberikan terapi antibiotik yang efektif, mengingat pola resistensi alamiahnya yang unik. Kejelian teknisi laboratorium dalam mengenali karakteristik ini menjadi kunci dalam menegakkan diagnosis mikrobiologis yang akurat untuk penanganan pasien yang optimal.

Dapatkan informasi mendalam seputar mikrobiologi klinik dan teknik identifikasi bakteri lainnya dengan mengikuti media sosial kami: TelegramFacebook, dan Twitter/X. Bantu pengembangan ilmu laboratorium medis dengan Donasi via DANA.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment