Hitung Jenis Leukosit (Differensial Count): Membaca Cerita di Balik Angka Sel Darah Putih
INFOLABMED.COM - Dalam pemeriksaan darah lengkap, angka total leukosit (sel darah putih) hanya memberikan informasi umum tentang ada tidaknya infeksi atau peradangan.
Untuk mengetahui cerita yang lebih detail, diperlukan hitung jenis leukosit atau differential count. Pemeriksaan ini memecah jumlah leukosit menjadi persentase dan jumlah absolut dari lima jenis sel utama, masing-masing dengan fungsi dan makna klinis yang unik.
Apa Itu Hitung Jenis Leukosit?
Hitung jenis leukosit adalah prosedur laboratorium yang menghitung dan melaporkan persentase serta jumlah absolut dari setiap jenis sel darah putih dalam sampel darah. Pemeriksaan ini dapat dilakukan secara manual di bawah mikroskop (melihat apusan darah tepi) atau secara otomatis oleh alat analizer hematologi. Lima jenis leukosit yang dihitung adalah:
- Neutrofil
- Limfosit
- Monosit
- Eosinofil
- Basofil
Fungsi dan Interpretasi Peningkatan/Penurunan Setiap Jenis
1. Neutrofil (40-60%) – Pasukan Pertahanan Cepat
- Fungsi: Garda terdepan melawan infeksi bakteri akut dan peradangan. Mereka memfagositosis (memakan) bakteri.
- Neutrofilia (Peningkatan):
- Infeksi bakteri akut (misal, pneumonia, pielonefritis).
- Stres fisik (luka bakar, pasca operasi, serangan jantung).
- Inflamasi/nekrosis jaringan (rheumatoid arthritis, gout).
- Gangguan mieloproliferatif (misal, CML).
- Neutropenia (Penurunan):
- Infeksi virus tertentu (influenza, hepatitis).
- Efek samping obat (kemoterapi, beberapa antibiotik).
- Kekurangan vitamin B12/asam folat.
- Gangguan sumsum tulang (aplastik anemia).
2. Limfosit (20-40%) – Pasukan Intelijen dan Spesialis
- Fungsi: Inti dari sistem imun spesifik. Terdiri dari:
- Limfosit B: Memproduksi antibodi.
- Limfosit T: Mengatur imunitas seluler dan membunuh sel terinfeksi virus/kanker.
- Sel NK (Natural Killer): Membunuh sel target secara spontan.
- Limfositosis (Peningkatan):
- Infeksi virus akut (EBV/mononukleosis, CMV, hepatitis).
- Infeksi bakteri kronis (tuberkulosis, pertusis).
- Leukemia limfositik (CLL, ALL).
- Limfopenia (Penurunan):
- Terapi steroid/kemoterapi.
- Infeksi HIV/AIDS.
- Penyakit autoimun (lupus).
- Radioterapi.
3. Eosinofil (1-6%) – Penangan Alergi dan Parasit
- Fungsi: Melawan infeksi parasit dan terlibat dalam reaksi alergi/asma.
- Eosinofilia (Peningkatan):
- Alergi (asma, rinitis alergi, dermatitis atopik).
- Infeksi parasit (cacing).
- Penyakit kulit (eksim, pemfigus).
- Beberapa kanker (Hodgkin lymphoma) atau gangguan darah.
4. Basofil (0-1%) – Pemicu Reaksi Alergi dan Inflamasi
- Fungsi: Melepaskan histamin dan heparin. Terlibat dalam reaksi alergi dan inflamasi.
- Basofilia (Peningkatan):
- Jarang, dapat terjadi pada reaksi alergi berat.
- Penyakit mieloproliferatif (CML, polisitemia vera).
- Hipotiroidisme.
5. Monosit (2-8%) – Petugas Pembersih dan Presentasi Antigen
- Fungsi: Fagositosis debris seluler, bakteri, dan benda asing besar. Di jaringan, berubah menjadi makrofag.
- Monositosis (Peningkatan):
- Infeksi kronis (TB, sifilis, endokarditis bakterial subakut).
- Gangguan inflamasi (kolitis ulseratif, penyakit Crohn).
- Malignansi (leukemia monositik, limfoma Hodgkin).
- Pasca infeksi akut atau cedera jaringan.
Pola Klinis yang Umum dari Hasil Hitung Jenis
- Pola Infeksi Bakteri Akut: Neutrofilia dengan shift to left (banyak neutrofil muda/band), mungkin disertai limfopenia awal.
- Pola Infeksi Virus Akut: Limfositosis (sering dengan sel atipikal pada mononukleosis), neutropenia mungkin terjadi.
- Pola Alergi/Parasit: Eosinofilia.
- Pola Kronis/Inflamasi: Monositosis.
Mengapa Hitung Jenis Leukosit Penting?
Pemeriksaan ini memberikan petunjuk diagnostik yang jauh lebih spesifik dibandingkan jumlah leukosit total saja. Seorang pasien dengan leukositosis dapat memiliki penyebab yang sangat berbeda jika peningkatan tersebut didominasi oleh neutrofil (infeksi bakteri) atau limfosit (infeksi virus). Informasi ini sangat membantu dokter dalam menentukan arah diagnosis dan terapi.
Kesimpulan
Hitung jenis leukosit adalah terjemahan dari angka total leukosit menjadi sebuah narasi imunologis yang detail. Dengan memahami peran dan interpretasi dari neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil, kita dapat mengungkap apakah tubuh sedang melawan infeksi bakteri, virus, parasit, atau mengalami proses alergi dan inflamasi lainnya. Hasilnya harus selalu dibaca secara keseluruhan dan dikorelasikan dengan kondisi klinis pasien untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.
Pelajari lebih dalam tentang interpretasi hasil laboratorium hematologi dengan mengikuti kami di Telegram, Facebook, dan Twitter/X. Dukung edukasi kesehatan mandiri melalui Donasi via DANA.
Post a Comment