Darah Berwarna Susu: Mengenal Chylous Blood, Penyebab, dan Dampaknya pada Pemeriksaan Lab

Table of Contents

Darah Berwarna Susu: Mengenal Chylous Blood, Penyebab, dan Dampaknya pada Pemeriksaan Lab

INFOLABMED.COM - Dalam dunia laboratorium klinis, salah satu tantangan pra-analitik yang sering dijumpai adalah chylous blood. Istilah ini merujuk pada sampel darah yang tampak keruh, putih, atau seperti susu (milky) setelah diproses menjadi serum atau plasma. 

Penampakan ini bukan sekadar keanehan visual, melainkan tanda dari kondisi metabolik tertentu yang dapat mengganggu akurasi berbagai pemeriksaan. Artikel ini akan membahas apa itu chylous blood, penyebab, dan implikasinya.

Apa Itu Chylous Blood? 

Chylous blood (darah kilus) adalah kondisi di mana serum atau plasma darah mengandung kadar kilomikron yang sangat tinggi, sehingga tampak keruh putih seperti susu atau cat encer. Kilomikron adalah partikel lipoprotein terbesar yang berfungsi mengangkut trigliserida (lemak) dari usus ke seluruh tubuh setelah makan. Dalam kondisi normal, kilomikron akan dibersihkan dari darah dalam waktu beberapa jam setelah makan. Namun, ketika kadarnya ekstrem, darah akan menjadi chylous.

Apa Penyebab Utama Chylous Blood? 

Penampakan chylous pada sampel darah biasanya disebabkan oleh:

  1. Non-Puasa yang Cukup: Penyebab paling umum. Pengambilan darah yang dilakukan segera setelah makan, terutama makanan berlemak tinggi, akan menyebabkan lonjakan kilomikron dalam darah. Pasien disarankan berpuasa 10-12 jam sebelum pengambilan darah untuk profil lipid.
  2. Hipertrigliseridemia Berat: Kondisi medis dengan kadar trigliserida yang sangat tinggi dalam darah (> 1000 mg/dL), seringkali terkait dengan diabetes yang tidak terkontrol, sindrom metabolik, obesitas, atau faktor genetik (seperti familial hyperchylomicronemia).
  3. Gangguan Sistem Limfatik: Pada kasus yang lebih jarang, kebocoran cairan limfe (kilus) yang kaya akan kilomikron ke dalam rongga tubuh atau pembuluh darah dapat menyebabkan chylous ascites atau chylothorax, yang juga dapat mempengaruhi penampilan darah.
  4. Konsumsi Alkohol Berlebihan dan obat-obatan tertentu.

Dampak Chylous Blood pada Pemeriksaan Laboratorium 

Keberadaan kilomikron dalam jumlah besar menyebabkan interferensi (gangguan) pada banyak pemeriksaan laboratorium, antara lain:

  • Interferensi Fotometri: Kekeruhan (turbiditas) yang tinggi dapat mengganggu pembacaan alat spektrofotometer, menyebabkan hasil palsu tinggi atau palsu rendah. Pemeriksaan seperti glukosa, elektrolit, enzim hati (ALT/AST), dan bilirubin sangat rentan.
  • Pengenceran dan Displacement: Volume besar kilomikron dapat menggantikan volume air dalam plasma, menyebabkan pengenceran semu dan menurunkan konsentrasi zat terlarut (seperti natrium) secara artifaktual (pseudo-hyponatremia).
  • Gangguan dalam Metode Immunoassay: Dapat mengganggu pengikatan antigen-antibodi, mempengaruhi hasil hormon (seperti TSH), penanda tumor, dan tes serologi.

Bagaimana Laboratorium Menangani Sampel Chylous? 

Teknolog laboratorium memiliki beberapa strategi untuk mengatasi interferensi chylous:

  1. Ultracentrifugasi: Memutar sampel dengan kecepatan sangat tinggi untuk memisahkan lapisan kilomikron yang padat, kemudian mengambil lapisan serum/plasma yang jernih di bawahnya untuk dianalisis.
  2. Penggunaan Pembilasan (Blank) Serum: Beberapa alat analyzer canggih dapat melakukan pembacaan blank terhadap kekeruhan sampel sebelum mengukur analit tertentu.
  3. Dilusi Sampel: Dalam beberapa metode, pengenceran sampel dapat mengurangi efek interferensi.
  4. Permintaan Pengambilan Ulang: Jika memungkinkan, laboratorium akan menyarankan pengambilan sampel ulang setelah pasien berpuasa dengan benar. Ini adalah solusi terbaik.

Apa yang Harus Dilakukan Pasien? 

Untuk mencegah hasil chylous blood, pasien harus:

  • Berpuasa dengan benar (10-12 jam, hanya diperbolehkan air putih) sebelum pengambilan darah untuk pemeriksaan lemak (lipid), gula darah puasa, dan panel metabolik lainnya.
  • Menginformasikan ke petugas lab jika memiliki riwayat trigliserida sangat tinggi.
  • Jika sampel terlanjur chylous, konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi penyebab hipertrigliseridemia dan rencana pengambilan ulang sampel.

Kesimpulan 

Chylous blood lebih dari sekadar sampel yang tampak tidak biasa. Ini adalah penanda penting dari gangguan metabolisme lemak atau ketidakpatuhan pada persiapan puasa. Keberadaannya secara signifikan dapat mengganggu keakuratan berbagai hasil tes laboratorium, yang berpotensi mempengaruhi diagnosis dan penanganan klinis. Kerjasama antara pasien (dengan persiapan yang baik), klinisi, dan laboratorium sangat penting untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah ini, memastikan kualitas hasil pemeriksaan yang optimal.

Dapatkan informasi kesehatan dan laboratorium terpercaya lainnya dengan mengikuti kami di Telegram, Facebook, dan Twitter/X. Bantu kami terus memberikan edukasi berkualitas dengan memberikan Donasi via DANA untuk pengembangan website.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment