Hubungan ADT dengan Anemia dan Leukemia: Apa Itu dan Bagaimana Mekanismenya?
INFOLABMED.COM - Dalam dunia hematologi, akronim ADT sering muncul sebagai temuan penting dalam interpretasi hasil laboratorium.
ADT merupakan singkatan dari "Anemia in Disease/Tumor" atau lebih spesifik lagi, "Anemia of Chronic Disease" yang terjadi pada kondisi inflamasi kronis, infeksi, atau keganasan seperti tumor dan leukemia.
Baca Juga: Membedakan Jenis Anemia dengan Indeks MCV dan MCH: Panduan Interpretasi Hasil Lab
Artikel ini akan membahas hubungan kompleks antara ADT dengan anemia dan leukemia.
Apa Itu ADT (Anemia of Chronic Disease)?
ADT adalah jenis anemia paling umum kedua setelah anemia defisiensi besi.
Berbeda dengan anemia karena kekurangan zat besi, ADT terjadi meskipun simpanan besi dalam tubuh cukup atau bahkan meningkat.
Penyebab utamanya adalah respons sistem imun yang berlangsung kronis akibat penyakit dasar seperti infeksi berkepanjangan, penyakit autoimun (rheumatoid arthritis, lupus), atau keganasan (termasuk leukemia dan tumor padat).
ADT pada pasien kanker sering disebut "Anemia of Cancer".
Mekanisme Hubungan ADT dengan Penyakit Dasar (Termasuk Leukemia)
Tubuh merespons penyakit kronis atau keganasan dengan memproduksi sitokin pro-inflamasi (seperti Interleukin-6, TNF-alfa).
Sitokin-sitokin ini kemudian menyebabkan tiga gangguan utama yang memicu anemia:
Gangguan pada Penggunaan Besi: Hepcidin, hormon yang diproduksi hati, meningkat. Hepcidin menghambat penyerapan zat besi di usus dan "mengunci" besi yang tersimpan di makrofag (sel penyimpan besi). Akibatnya, besi tidak tersedia untuk pembuatan hemoglobin, meski cadangannya penuh. Ini disebut functional iron deficiency.
Penurunan Produksi Eritropoietin (EPO): Respons ginjal terhadap anemia menjadi tumpul. Produksi hormon eritropoietin, yang seharusnya merangsang sumsum tulang memproduksi sel darah merah, tidak meningkat sesuai kebutuhan.
Penurunan Respons Sumsum Tulang dan Penurunan Rentang Hidup Sel Darah Merah: Proses inflamasi dapat menekan aktivitas eritropoiesis (pembuatan sel darah merah) di sumsum tulang. Selain itu, masa hidup sel darah merah menjadi lebih pendek.
Hubungan Spesifik ADT dengan Leukemia Pada leukemia, hubungannya menjadi lebih kompleks dan multifaktorial:
- Penyakit Dasar yang Langsung Menekan Sumsum Tulang: Sel-sel leukemia (blast) yang ganas menggantikan dan menekan sel-sel pembentuk darah normal di sumsum tulang, termasuk prekursor sel darah merah. Ini menyebabkan anemia aplastik/sitopenia yang merupakan bagian integral dari penyakit leukemia itu sendiri.
- ADT sebagai Komplikasi Tambahan: Selain penekanan mekanis oleh sel kanker, proses leukemik itu sendiri menciptakan lingkungan inflamasi dan sitokinik yang memicu mekanisme ADT klasik seperti yang dijelaskan di atas. Jadi, pasien leukemia sering mengalami anemia karena kombinasi penekanan sumsum tulang langsung dan mekanisme ADT.
- Efek Pengobatan: Kemoterapi dan radioterapi untuk leukemia juga dapat menekan sumsum tulang sementara (myelosuppression), memperberat kondisi anemia.
Perbedaan dengan Anemia Defisiensi Besi Biasa
- ADT: Kadar Feritin (penanda cadangan besi) normal atau tinggi, Saturasi Transferin rendah, Besi serum rendah, TIBC (Total Iron Binding Capacity) rendah/normal.
- Anemia Defisiensi Besi: Kadar Feritin rendah, Saturasi Transferin rendah, Besi serum rendah, TIBC tinggi.
Penanganan ADT Penanganan utama adalah mengobati penyakit dasarnya (misalnya, pengobatan leukemia atau infeksi).
Transfusi darah dapat diberikan untuk anemia berat.
Terapi dengan agen perangsang eritropoesis (ESA) dan suplementasi besi intravena dapat dipertimbangkan pada kasus tertentu dengan pengawasan ketat dokter.
ADT bukanlah diagnosis primer, melainkan konsekuensi dari penyakit lain.
Baca Juga: Tes Anemia: Jenis Pemeriksaan dan Ragam Jenis Anemia yang Perlu Anda Ketahui
Pada konteks leukemia, ADT muncul sebagai komplikasi yang memperberat anemia yang sudah ada akibat invasi sel ganas ke sumsum tulang.
Pemahaman ini penting untuk tatalaksana yang komprehensif.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Link, Facebook Link, Twitter/X Link. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Link.

Post a Comment