Jaga Akurasi Hasil Lab: Memahami Aturan Westgard untuk Kontrol Kualitas yang Andal
INFOLABMED.COM - Keandalan setiap hasil pemeriksaan laboratorium klinik tidak terlepas dari sistem kontrol kualitas (QC) yang ketat.
Di antara berbagai metode QC, Aturan Westgard telah menjadi standar emas dan sistem yang paling banyak diadopsi di seluruh dunia.
Baca Juga: Aturan Westgard: Penjaga Kualitas Hasil Pemeriksaan di Laboratorium Klinis
Aturan-aturan ini memberikan kerangka kerja sistematis untuk mengevaluasi data kontrol, memungkinkan laboratorium membedakan antara variasi acak yang wajar dan kesalahan sistematik yang signifikan yang dapat mempengaruhi hasil pasien.
Apa Itu Aturan Westgard?
Aturan Westgard adalah seperangkat aturan statistik (multirule) yang digunakan untuk menilai apakah suatu run atau proses analitis dalam laboratorium dapat diterima atau harus ditolak berdasarkan nilai kontrolnya.
Sistem ini dirancang untuk meningkatkan daya deteksi terhadap kesalahan (error detection) sekaligus meminimalkan penolakan yang tidak perlu (false rejection).
Aturan-aturan ini diterapkan pada data yang diperoleh dari bahan kontrol yang dijalankan bersamaan dengan sampel pasien.
Dasar Pemikiran: Kontrol dengan Batas 1-2s dan 1-3s
Sebelum menerapkan Aturan Westgard, laboratorium harus menentukan rata-rata (mean) dan simpangan baku (SD) untuk setiap tingkat kontrol.
Batas peringatan biasanya ditetapkan pada ±2SD (1-2s), dan batas kontrol pada ±3SD (1-3s).
Aturan Westgard menggunakan kombinasi pelanggaran terhadap batas-batas ini untuk mengambil keputusan.
Mengenal dan Menginterpretasi Aturan Westgard Utama
Berikut adalah aturan-aturan inti yang membentuk sistem Aturan Westgard:
1-2s (Peringatan): Ini adalah aturan screening. Jika satu titik kontrol berada di antara ±2SD dan ±3SD, ini adalah sinyal peringatan. Aturan ini sendiri tidak menolak run, tetapi memerintahkan kita untuk memeriksa aturan lain sebelum memutuskan menerima.
1-3s (Penolakan): Jika satu titik kontrol melampaui batas ±3SD, run harus ditolak. Ini menunjukkan adanya kesalahan acak (random error) yang besar atau kesalahan sistematik (systematic error).
2-2s (Penolakan): Jika dua titik kontrol berturut-turut (dari kontrol level yang sama atau berbeda) melampaui batas ±2SD yang sama (baik keduanya di atas +2SD atau keduanya di bawah -2SD), run ditolak. Aturan ini mendeteksi kesalahan sistematik.
R-4s (Penolakan): Jika jarak antara dua titik kontrol dalam satu run (misal, satu titik di atas +2SD dan satu titik di bawah -2SD) lebih dari 4SD, run ditolak. Aturan ini sensitif terhadap peningkatan kesalahan acak.
4-1s (Penolakan): Jika empat titik kontrol berturut-turut (dari level kontrol yang sama) melampaui batas ±1SD yang sama, run ditolak. Aturan ini mendeteksi pergeseran (shift) yang kecil namun signifikan.
10-x (Penolakan): Jika sepuluh titik kontrol berturut-turut (dari level kontrol yang sama) berada pada sisi yang sama dari mean (baik semua di atas atau semua di bawah), run ditolak. Aturan ini mendeteksi trend atau pergeseran yang persisten.
Alur Pengambilan Keputusan dengan Aturan Westgard
Penerapannya mengikuti alur logis:
- Jalankan kontrol.
- Periksa aturan 1-3s. Jika dilanggar, TOLAK.
- Jika tidak, periksa aturan 1-2s. Jika tidak dilanggar, TERIMA.
- Jika aturan 1-2s dilanggar, periksa aturan penolakan lainnya (2-2s, R-4s, 4-1s, 10-x).
- Jika salah satu aturan penolakan lain dilanggar, TOLAK. Jika tidak ada yang dilanggar, TERIMA.
Mengapa Aturan Westgard Penting?
Penerapan Aturan Westgard yang konsisten memungkinkan laboratorium untuk:
Bca Juga: Menguasai Aturan Westgard: Kunci Kontrol Kualitas di Laboratorium Klinis yang Akurat
- Memastikan hasil yang dilaporkan berada dalam batas keakuratan dan ketepatan yang ditetapkan.
- Mengambil tindakan korektif segera (seperti kalibrasi ulang, pemeliharaan alat, atau penggantian reagent) ketika suatu kesalahan terdeteksi.
- Mendokumentasikan jaminan mutu analitis secara obyektif.
- Meningkatkan kepercayaan klinisi terhadap hasil laboratorium.
Dengan menguasai Aturan Westgard, personel laboratorium tidak hanya sekadar menjalankan kontrol, tetapi menjadi problem-solver yang aktif dalam menjaga kualitas inti dari pelayanan laboratorium.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram (https://t.me/infolabmedcom), Facebook (https://www.facebook.com/infolabmed/), Twitter/X (https://x.com/infolabmed). Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA (https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592).

Post a Comment