Sampel Urin Berdarah? Ini Protokol Penanganan Pemeriksaan Urine Lengkap yang Tepat

Table of Contents

Sampel Urin Berdarah? Ini Protokol Penanganan Pemeriksaan Urine Lengkap yang Tepat


INFOLABMED.COM - Dalam pemeriksaan rutin urine lengkap (urinalisis), salah satu temuan yang memerlukan perhatian khusus adalah sampel urin yang berdarah secara makroskopis (gross hematuria). 

Penanganan pemeriksaan urine lengkap sampel urin yang berdarah memerlukan protokol ekstra untuk memastikan akurasi hasil dan keamanan petugas laboratorium. Berikut panduan lengkapnya.

Langkah 1: Observasi dan Pencatatan yang Detail

Segera setelah menerima sampel, lakukan observasi visual. Warna yang merah, kecoklatan, atau seperti teh (smoky) harus segera dicatat dalam sistem atau formulir kerja.

  • Catat Penampakan: "Urin merah tua/keruh" atau "seperti teh".
  • Tanyakan Riwayat: Jika memungkinkan, konfirmasi dengan perawat atau pasien apakah ada riwayat menstruasi, trauma, atau prosedur medis (seperti kateterisasi) yang dapat mengontaminasi sampel. Ini bukan untuk diagnosis, tetapi untuk konteks pra-analitik.

Langkah 2: Penerapan Universal Precaution yang Ketat

Urin yang berdarah berpotensi mengandung patogen menular (seperti virus hepatitis, HIV, atau bakteri). Penanganan pemeriksaan urine lengkap sampel urin yang berdarah wajib mengikuti kewaspadaan standar (universal precaution):

  • Gunakan Alat Pelindung Diri (APD): Sarung tangan (gloves) laboratorium wajib digunakan. Jika ada risiko cipratan, gunakan pelindung wajah (face shield) dan jas laboratorium.
  • Hindari Kontaminasi: Pastikan wadah sampel tidak bocor. Lakukan pemrosesan di area yang mudah dibersihkan.

Langkah 3: Pemrosesan dan Pemeriksaan yang Disesuaikan

Pemeriksaan pada sampel urin berdarah memiliki karakteristik khusus:

  1. Pemeriksaan Kimiawi (Strip Dipstick):

    • Hasil "Blood" (Darah) pada strip akan sangat positif (+++ atau 3+). Ini adalah konfirmasi awal.
    • Waspadai interferensi: Warna merah yang sangat pekat dapat mengganggu pembacaan visual parameter lain pada strip, seperti protein, leukosit esterase, dan bilirubin. Bacalah dengan hati-hati di bawah pencahayaan yang baik. Metode otomatis (urin analyzer) umumnya lebih akurat dalam hal ini.
    • Protein sering juga positif karena adanya hemoglobin dan protein plasma yang ikut keluar.
  2. Pemeriksaan Mikroskopis Sedimen (Kunci Utama):

    • Siapkan Sedimen dengan Benar: Sentrifugasi sampel seperti biasa. Supernatan mungkin tetap berwarna merah.
    • Observasi di Bawah Mikroskop: Fokus utama adalah membedakan jenis sel darah.
    • Sel Darah Merah (Eritrosit): Cari bentuknya yang bikonkaf, halus, dan tidak berinti. Hitung per lapang pandang besar (LPB). Pada hematuria signifikan, sel darah merah akan memenuhi lapang pandang.
    • Cari Cast Eritrosit: Temuan ini sangat penting. Keberadaan red blood cell cast (silinder eritrosit) mengindikasikan bahwa darah berasal dari glomerulus ginjal (misal pada glomerulonefritis).
    • Sel Darah Putih (Leukosit): Perhatikan juga peningkatan sel darah putih, yang bisa mengindikasikan infeksi atau peradangan bersamaan.

Langkah 4: Interpretasi dan Pelaporan yang Informatif

Laporan laboratorium harus mencerminkan temuan khusus ini:

  • Kuantifikasi yang Jelas: Darah (Strip): +++, Eritrosit (Mikroskopis): >100 LPB/Too Numerous To Count (TNTC).
  • Deskripsi Morfologi (Jika Diperiksa): Sebutkan apakah eritrosit tampak isomorfik (bentuk seragam) atau dismorfik (bentuk beragam/keriput) yang mengarah ke glomerulonefritis.
  • Temuan Pendukung: Laporkan juga temuan lain seperti cast eritrosit, peningkatan leukosit, atau kristal yang mungkin relevan (misal kristal kalsium oksalat tajam yang melukai saluran kemih).
  • Tambahan Keterangan: Bila perlu, tambahkan catatan "Sampel urin berwarna merah tua secara makroskopis" pada laporan.

Langkah 5: Komunikasi dan Tindak Lanjut

Sebagai bagian dari penanganan pemeriksaan urine lengkap sampel urin yang berdarah, petugas lab harus memahami kapan harus meningkatkan kewaspadaan:

  • Hasil yang menunjukkan cast eritrosit atau eritrosit dismorfik adalah red flag yang mengindikasikan kemungkinan penyakit ginjal serius.
  • Meskipun laboratorium tidak mendiagnosis, temuan ini harus dilaporkan dengan jelas agar dokter klinisi dapat segera mengambil tindakan lanjutan seperti konsultasi ke spesialis ginjal (nefrologi) atau pemeriksaan radiologi.

Kesimpulan

Penanganan pemeriksaan urine lengkap sampel urin yang berdarah tidak berhenti pada pelaporan hasil positif darah. Protokol yang benar meliputi keamanan, teknik pemeriksaan mikroskopis yang cermat untuk mencari petunjuk asal perdarahan, dan pelaporan yang informatif. Dengan demikian, laboratorium berperan aktif dalam mendukung proses diagnostik yang cepat dan tepat untuk kebaikan pasien.

Dapatkan informasi terbaru seputar prosedur laboratorium dan tips kesehatan dengan mengikuti media sosial Infolabmed.com di TelegramFacebook, dan Twitter/X. Bantu kami mengembangkan konten edukasi berkualitas dengan memberikan dukungan melalui donasi DANA. Terima kasih atas partisipasinya.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment