Tubes and Anticoagulant Test IGRA: Panduan Lengkap Jenis Tabung dan Pengaruhnya pada Hasil

Table of Contents


INFOLABMED.COM - Tes IGRA (Interferon-Gamma Release Assay) merupakan pemeriksaan darah untuk mendeteksi infeksi Tuberkulosis (TBC) laten. 

Salah satu faktor kritis yang menentukan keakuratan hasilnya adalah jenis tubes and anticoagulant (tabung dan antikoagulan) yang digunakan dalam pengambilan sampel darah. Kesalahan dalam pemilihan tabung dapat menyebabkan hasil yang tidak valid.

Apa Itu Tes IGRA?

Tes IGRA mengukur respons sistem imun sel T terhadap antigen spesifik bakteri Mycobacterium tuberculosis dalam darah. Darah pasien diinkubasi dengan antigen tersebut, dan jika pernah terinfeksi, sel T akan melepaskan interferon-gamma (IFN-γ) yang kemudian diukur di laboratorium.

Pentingnya Tabung dan Antikoagulan yang Tepat

Sel darah putih (limfosit) yang akan diukur responsnya dalam tes IGRA sangat sensitif. Penggunaan tubes and anticoagulant yang salah dapat:

  1. Mengaktifkan atau merusak sel darah putih secara tidak spesifik.
  2. Menyebabkan penggumpalan darah (clotting) yang mengikat sel target, sehingga tidak tersedia untuk diinkubasi.
  3. Menghasilkan nilai IFN-γ latar belakang yang tinggi, mengganggu interpretasi.
  4. Menyebabkan hasil invalid atau tidak dapat dilaporkan.

Jenis Tabung dan Antikoagulan untuk IGRA

Tes IGRA membutuhkan sampel darah dalam tabung yang mengandung antikoagulan spesifik Lithium Heparin atau Sodium Heparin. Heparin mencegah pembekuan darah dengan cara berbeda dibandingkan antikoagulan lain seperti EDTA atau Sitrat.

  • Tabung Hijau (Green Top Tube): Tabung dengan tutup hijau umumnya berisi Lithium Heparin. Ini adalah tabung yang paling umum dan direkomendasikan untuk sebagian besar tes IGRA (seperti QuantiFERON-TB Gold Plus).
  • Alasan Penggunaan Heparin: Heparin secara minimal mengganggu fungsi sel darah putih dan cocok untuk kultur sel jangka pendek seperti dalam prosedur IGRA. Heparin juga tidak mengikat kalsium secara signifikan, sehingga mempertahankan lingkungan yang lebih alami bagi sel.

Tabung yang TIDAK BOLEH Digunakan untuk IGRA:

  • Tabung Ungu (EDTA): Antikoagulan EDTA dapat mengikat kalsium dan mempengaruhi fungsi membran sel, berpotensi mengganggu respons sel limfosit.
  • Tabung Biru (Sitrat): Biasanya untuk pemeriksaan koagulasi, tidak ditujukan untuk kultur sel.
  • Tabung Merah (Tanpa Antikoagulan/ Serum Tube): Darah akan membeku, sehingga sel-sel darah putih terperangkap dalam bekuan dan tidak dapat digunakan.

Prosedur Pengambilan Sampel yang Benar untuk IGRA

  1. Pastikan tabung yang tersedia adalah tabung hijau heparin.
  2. Lakukan pengambilan darah vena dengan teknik aseptik.
  3. Segera putar tabung secara lembut (8-10 kali) untuk mencampur darah dengan antikoagulan secara merata dan mencegah pembekuan.
  4. JANGAN dikocok keras, karena dapat menyebabkan hemolisis dan kerusakan sel.
  5. Simpan sampel pada suhu ruang (15-25°C)JANGAN dibekukan atau ditaruh di lemari es.
  6. Sampel harus diproses di laboratorium dalam waktu 8-16 jam setelah pengambilan (patuhi ketentuan kit yang digunakan). Beberapa kit memungkinkan inkubasi di tabung itu sendiri sebelum dipusing.

Kesimpulan

Pemahaman mengenai tubes and anticoagulant test IGRA bukan hanya tugas petugas laboratorium, tetapi juga penting bagi perawat atau dokter yang mengambil sampel darah. Penggunaan tabung heparin yang benar dan penanganan sampel yang tepat setelah pengambilan sangat menentukan validitas hasil. Kesalahan dalam tahap pra-analitik ini merupakan penyebab umum sampel IGRA ditolak atau hasilnya tidak dapat dilaporkan, yang menghambat diagnosis dan penanganan TBC laten.

Dapatkan informasi teknis laboratorium dan panduan pengambilan sampel lainnya hanya di Infolabmed.com. Ikuti update terbaru melalui Telegram di sini, Facebook di sini, dan Twitter/X di sini. Bantu pengembangan konten edukasi untuk tenaga kesehatan dengan donasi via DANA.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment