Leukosituria: Penyebab, Arti Hasil Urin Positif Leukosit, dan Bahayanya
INFOLABMED.COM - Dalam laporan hasil pemeriksaan urin (urinalisis), istilah leukosituria seringkali ditemukan.
Secara sederhana, leukosituria berarti adanya leukosit (sel darah putih) di dalam urin yang melebihi batas normal. Temuan ini merupakan tanda penting yang mengindikasikan adanya respons peradangan atau infeksi di sepanjang saluran kemih.
Apa Itu Leukosituria?
Batas normal leukosit dalam sedimen urin adalah 0-5 sel per lapang pandang (LPB). Hasil di atas angka tersebut, atau hasil positif pada tes leukosit esterase (enzim yang dihasilkan leukosit) dalam strip urin, dapat disebut sebagai leukosituria. Kondisi ini sering membuat urin tampak keruh.
Penyebab Umum Leukosituria
- Infeksi Saluran Kemih (ISK): Ini adalah penyebab leukosituria yang paling sering. Bakteri (seperti E. coli) menginfeksi saluran kemih, memicu respons inflamasi yang menarik leukosit ke area tersebut untuk melawan infeksi. ISK dapat terjadi di kandung kemih (sistitis) atau ginjal (pielonefritis).
- Batu Saluran Kemih: Adanya batu di ginjal atau kandung kemih dapat menyebabkan iritasi dan peradangan dinding saluran kemih, yang mengakibatkan leukosituria, seringkali disertai dengan hematuria (darah dalam urin).
- Pielonefritis: Infeksi bakteri pada ginjal yang lebih serius, biasanya disertai demam tinggi, nyeri pinggang, dan leukosituria yang nyata.
- Prostatitis: Peradangan pada kelenjar prostat pada pria juga dapat menyebabkan leukosit masuk ke dalam urin.
- Penyakit Ginjal Non-Infeksi: Beberapa penyakit glomerulus ginjal (seperti glomerulonefritis) atau penyakit sistemik (seperti Lupus) dapat menyebabkan leukosituria tanpa adanya infeksi bakteri.
- Kontaminasi Sampel: Leukosituria palsu dapat terjadi jika sampel urin terkontaminasi oleh sekret vagina (yang normal mengandung leukosit) pada wanita, terutama jika pengambilan sampel tidak dilakukan dengan teknik midstream yang benar.
Interpretasi Hasil dan Gejala yang Menyertai
Hasil leukosituria harus selalu dilihat bersama dengan parameter urinalisis lainnya dan gejala klinis:
- Leukosituria + Nitrit Positif + Bakteri Positif: Sangat kuat mengarah pada ISK bakteri.
- Leukosituria + Hematuria + Proteinuria: Dapat mengarah pada batu ginjal atau penyakit glomerulus.
- Leukosituria + Gejala Nyeri Pinggang & Demam: Diduga pielonefritis.
- Leukosituria Tanpa Bakteri (Sterile Pyuria): Mungkin disebabkan oleh infeksi TB ginjal, batu, atau penyakit radang panggul.
Apakah Leukosituria Berbahaya?
Leukosituria sendiri adalah sebuah tanda atau gejala, bukan diagnosis akhir. Bahayanya terletak pada penyakit yang mendasarinya. ISK yang tidak diobati dapat menyebar ke ginjal dan menyebabkan kerusakan permanen. Oleh karena itu, temuan leukosituria yang signifikan harus ditindaklanjuti dengan konsultasi ke dokter untuk dicari penyebabnya.
Langkah Tindak Lanjut
Dokter akan menganjurkan pemeriksaan penunjang lebih lanjut berdasarkan kecurigaan klinis, seperti:
- Kultur Urin: Untuk mengidentifikasi jenis bakteri penyebab dan menentukan antibiotik yang tepat.
- Pemeriksaan Imaging: Seperti USG ginjal dan saluran kemih, untuk mendeteksi batu atau kelainan anatomi.
Kesimpulannya, leukosituria adalah penanda penting adanya proses inflamasi di saluran kemih. Jangan abaikan hasil ini, terutama jika disertai gejala seperti anyang-anyangan, nyeri saat berkemih, atau demam. Segera konsultasikan ke dokter untuk evaluasi dan penanganan yang tepat.
Temukan artikel informatif lainnya seputar interpretasi hasil laboratorium di Infolabmed.com. Ikuti perkembangan kami melalui Telegram di sini, Facebook di sini, dan Twitter/X di sini. Dukung upaya edukasi kesehatan dengan memberikan donasi via DANA.
Post a Comment