7 Langkah Kerja HPLC (High-Performance Liquid Chromatography) yang Perlu Diketahui

Table of Contents

7 Langkah Kerja HPLC (High-Performance Liquid Chromatography) yang Perlu Diketahui


INFOLABMED.COMHigh-Performance Liquid Chromatography (HPLC) adalah teknik analisis instrumental yang sangat andal untuk memisahkan, mengidentifikasi, dan mengukur komponen dalam campuran. 

Efektivitasnya sangat bergantung pada urutan langkah kerja yang tepat. Memahami HPLC (High-Performance Liquid Chromatography) – Steps (Langkah-Langkah HPLC) adalah kunci untuk mendapatkan hasil yang akurat dan reproduktibel.

Gambaran Umum Alur Kerja HPLC

Secara garis besar, kerja sistem HPLC mengikuti alur: Fase Gerak (Pelarut) --> Pompa --> Injector --> Kolom --> Detektor --> Data Processor. Berikut adalah penjelasan detail setiap langkahnya.

Langkah 1: Persiapan Sampel (Sample Preparation)

Ini adalah tahap kritis pra-analisis yang sering menentukan keberhasilan.

  • Ekstraksi dan Pemurnian: Sampel (cair, padat, atau biologis) harus diproses untuk melarutkan dan memisahkan analit dari matriks pengganggu. Metode dapat meliputi filtrasi, ekstraksi pelarut, atau solid-phase extraction (SPE).
  • Pelarutan: Sampel akhir harus dilarutkan dalam pelarut yang kompatibel dengan fase gerak yang akan digunakan, biasanya pelarut yang sedikit lebih lemah polaritasnya.
  • Filtrasi: Larutan sampel harus difilter menggunakan filter membran berpori 0.45 µm atau 0.22 µm untuk menghilangkan partikel yang dapat menyumbat kolom.

Langkah 2: Persiapan Fase Gerak (Mobile Phase Preparation)

  • Pemilihan Pelarut: Berdasarkan metode yang digunakan (misal, fase normal atau fase terbalik). Fase terbalik (reversed-phase) paling umum, menggunakan air (pelarut polar) dan asetonitril/metanol (pelarut organik kurang polar).
  • Pencampuran & Degassing: Pelarut dicampur dengan proporsi yang tepat (misal, Air:Asetonitril = 60:40). Campuran kemudian didegas untuk mengeluarkan gelembung udara yang dapat mengganggu kerja pompa dan pembacaan detektor, menggunakan sonikasi, pengadukan vakum, atau sparging dengan gas inert (helium).

Langkah 3: Kesetimbangan Sistem (System Equilibration)

  • Prinsip: Kolom harus dikondisikan hingga stabil sebelum analisis.
  • Prosedur: Fase gerak dialirkan melalui seluruh sistem (pompa, kolom, detektor) dengan laju alir dan komposisi yang ditetapkan, biasanya selama 10-30 menit atau hingga garis dasar (baseline) dari detektor stabil (tidak drift). Ini memastikan kondisi awal yang konsisten untuk setiap analisis.

Langkah 4: Penginjeksian Sampel (Sample Injection)

  • Alat: Menggunakan injector (biasanya loop injector).
  • Prosedur: Sampel diambil dengan syringe dan dimasukkan ke dalam sample loop yang telah ditentukan volumenya (misal, 20 µL). Saat injector diaktifkan (secara manual atau otomatis oleh autosampler), isi loop akan dibawa oleh aliran fase gerak menuju kolom. Teknik ini memastikan volume injeksi yang presisi.

Langkah 5: Pemisahan di Dalam Kolom (Separation in the Column)

  • Inti Proses: Sampel masuk ke kolom yang diisi dengan fase diam (misal, partikel silika C18). Berdasarkan interaksi kimia (seperti polaritas, muatan, atau ukuran), setiap komponen dalam sampel akan memiliki afinitas berbeda terhadap fase diam dan fase gerak.
  • Elusi: Komponen yang lebih kuat berikatan dengan fase diam akan tertahan lebih lama di kolom (waktu retensi lebih panjang), sedangkan yang lebih lemah akan keluar (terelusi) lebih dulu. Pemisahan terjadi di tahap ini.

Langkah 6: Deteksi (Detection)

  • Fungsi: Mengidentifikasi dan mengukur komponen yang keluar dari kolom (eluate).
  • Jenis Detektor Umum:
    • UV-Vis / DAD (Diode Array Detector): Paling umum. Mendeteksi analit yang menyerap cahaya UV atau cahaya tampak.
    • Fluorescense (FLD): Lebih sensitif dan spesifik untuk analit yang berpendar.
    • Refractive Index (RID): Detektor universal, tetapi kurang sensitif.
    • Mass Spectrometer (LC-MS): Untuk identifikasi yang sangat spesifik berdasarkan berat molekul.
  • Output: Detektor menghasilkan sinyal listrik yang sebanding dengan konsentrasi analit, membentuk puncak (peak) pada kromatogram.

Langkah 7: Pemrosesan dan Interpretasi Data (Data Processing & Interpretation)

  • Kromatogram: Sinyal dari detektor diolah oleh data processor (komputer dengan software khusus) menjadi plot grafik sinyal vs waktu retensi, yang disebut kromatogram.
  • Analisis: Setiap puncak mewakili satu komponen atau lebih. Parameter yang dianalisis:
    • Waktu Retensi (Retention Time, tâ‚’): Untuk identifikasi awal (dibandingkan dengan standar).
    • Luas Area Puncak (Peak Area) atau Tinggi Puncak (Peak Height): Untuk kuantifikasi (menghitung konsentrasi) dengan membandingkan dengan kurva kalibrasi standar.
    • Lebar Puncak: Mengindikasikan efisiensi kolom.
  • Pelaporan: Hasil akhir dilaporkan sebagai identitas dan konsentrasi masing-masing analit dalam sampel.

Langkah Tambahan: Pencucian Kolom dan Penyimpanan (Column Washing & Storage)

Setelah analisis selesai, terutama jika menggunakan fase terbalik, kolom harus dicuci dengan pelarut organik kuat (misal, asetonitril atau metanol 100%) untuk membersihkan sisa analit yang mungkin tertahan. Untuk penyimpanan jangka panjang, kolom disimpan dalam pelarut organik yang sesuai (bukan dalam air atau buffer).

Kesimpulan

Langkah-langkah dalam HPLC (High-Performance Liquid Chromatography) – Steps adalah suatu proses yang saling berkaitan dan memerlukan ketelitian tinggi. Mulai dari preparasi sampel yang baik, kondisi sistem yang stabil, hingga interpretasi kromatogram yang tepat, setiap tahap berkontribusi pada keakuratan dan keandalan hasil akhir. Penguasaan alur kerja ini adalah dasar untuk menerapkan teknik HPLC secara efektif di berbagai bidang analisis.

Pelajari lebih banyak tentang teknik analisis instrumental lainnya dengan mengikuti media sosial Infolabmed.com di Telegram, Facebook, dan Twitter/X. Dukung konten edukasi sains dengan memberikan donasi melalui DANA. Terima kasih.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment