MCV, MCH, MCHC: Indeks Eritrosit Penting untuk Diagnosis Anemia, Apa Artinya?
INFOLABMED.COM - Dalam laporan pemeriksaan darah lengkap (Complete Blood Count/CBC), selain nilai absolut seperti jumlah sel, terdapat sekelompok parameter penting yang disebut Indeks Eritrosit.
Indeks ini, yaitu MCV, MCH, dan MCHC, bersama dengan Hb (Hemoglobin), memberikan gambaran detail tentang ukuran, bentuk, dan kandungan hemoglobin dalam sel darah merah Anda.
Baca Juga: Membedakan Jenis Anemia dengan Indeks MCV dan MCH: Panduan Interpretasi Hasil Lab
Analisis terhadap indeks ini merupakan langkah kunci bagi dokter untuk menentukan jenis dan penyebab anemia.
1. Hb (Hemoglobin): Parameter Utama Pembawa Oksigen
Sebelum membahas indeks, penting memahami Hb. Hemoglobin adalah protein kaya zat besi di dalam sel darah merah yang bertugas mengikat oksigen dari paru-paru dan mengedarkannya ke seluruh tubuh.
Kadar Hb yang rendah (<13 g/dL untuk pria, <12 g/dL untuk wanita) secara definitif menunjukkan anemia. Namun, Hb saja tidak cukup untuk mengetahui penyebabnya.
Di sinilah peran MCV, MCH, dan MCHC.
2. MCV (Mean Corpuscular Volume): Ukuran Rata-Rata Sel Darah Merah
Arti MCV adalah ukuran rata-rata volume sebuah sel darah merah. Nilai ini mengategorikan ukuran sel:
- MCV Normal (Normositik): 80-100 fL. Menunjukkan ukuran sel normal.
- MCV Rendah (Mikrositik): <80 fL. Menunjukkan sel darah merah lebih kecil dari normal. Penyebab tersering adalah kekurangan zat besi (anemia defisiensi besi) atau talasemia.
- MCV Tinggi (Makrositik): >100 fL. Menunjukkan sel darah merah lebih besar dari normal. Sering terkait dengan kekurangan vitamin B12 atau asam folat.
3. MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin): Rata-Rata Jumlah Hemoglobin per Sel
Arti MCH adalah jumlah rata-rata hemoglobin yang terdapat dalam satu sel darah merah.
- Nilai Normal MCH: 27-31 pg.
- MCH Rendah: Menunjukkan sel mengandung hemoglobin lebih sedikit, biasanya terjadi pada anemia mikrositik seperti anemia defisiensi besi.
- MCH Tinggi: Dapat terjadi pada anemia makrositik, di mana sel yang besar secara alami membawa lebih banyak hemoglobin.
4. MCHC (Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration): Konsentrasi Hemoglobin dalam Sel
Arti MCHC adalah konsentrasi rata-rata hemoglobin di dalam satu sel darah merah, dengan mempertimbangkan volume selnya. Parameter ini menunjukkan "kepadatan" hemoglobin.
- Nilai Normal MCHC: 32-36 g/dL.
- MCHC Rendah (Hipokromik): Warna sel lebih pucat karena rendahnya konsentrasi hemoglobin. Ciri khas anemia defisiensi besi.
- MCHC Tinggi (Hiperkromik): Jarang terjadi, dapat ditemukan pada kondisi seperti luka bakar atau sferositosis herediter.
Interpretasi Gabungan untuk Diagnosis Anemia
Dokter akan menganalisis keempat parameter ini bersama-sama. Contoh pola yang umum:
- Anemia Defisiensi Besi: Hb ↓, MCV ↓ (mikrositik), MCH ↓, MCHC ↓ (hipokromik).
- Anemia Defisiensi Vitamin B12/Asam Folat: Hb ↓, MCV ↑ (makrositik), MCH ↑/normal, MCHC normal.
- Anemia karena Penyakit Kronis: Hb ↓, MCV normal, MCH normal, MCHC normal (normositik normokromik).
Baca Juga: Tes Anemia: Jenis Pemeriksaan dan Ragam Jenis Anemia yang Perlu Anda Ketahui
Memahami arti Hb, MCV, MCH, dan MCHC memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kesehatan darah Anda.
Meskipun informasi ini berharga, interpretasi akhir dan diagnosis harus selalu dilakukan oleh tenaga medis yang dapat menghubungkannya dengan gejala dan pemeriksaan penunjang lainnya.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Link, Facebook Link, Twitter/X Link. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Link.

Post a Comment