Bentuk Sel Batang atau "Barrel-Shaped" dalam Urin: Apa Arti dan Penyebabnya?

Table of Contents

Bentuk Sel Batang atau "Barrel-Shaped" dalam Urin: Apa Arti dan Penyebabnya?


INFOLABMED.COM - Dalam analisis mikroskopis sedimen urin, teknisi laboratorium tidak hanya menghitung sel darah, tetapi juga mengamati berbagai jenis sel epitel. 

Salah satu temuan yang memiliki makna klinis penting adalah sel epitel dengan bentuk "barrel-shaped" (berbentuk seperti tong atau barel). Temuan ini sering dikaitkan dengan kondisi yang melibatkan kerusakan pada ginjal, khususnya di tubulus.

Apa yang Dimaksud dengan "Barrel-Shaped" dalam Urin?

Sumber ; ReseachGate

"Barrel-shaped" atau berbentuk barel menggambarkan morfologi khusus dari sel epitel tubulus ginjal (Renal Tubular Epithelial Cells/RTE Cells) yang terlepas dan ditemukan dalam urin. Sel-sel ini biasanya berbentuk bulat atau poligonal, tetapi dalam kondisi tertentu dapat terlihat memanjang dan silindris dengan kedua ujungnya membulat, menyerupai bentuk tong (barrel).

Ciri khasnya:

  • Bentuk: Silindris memanjang dengan lebar yang relatif seragam, ujung membulat.
  • Ukuran: Lebih besar dari leukosit, biasanya seukuran atau sedikit lebih kecil dari sel epitel skuamosa.
  • Inti: Memiliki satu inti yang besar, bulat, dan sentral.
  • Sitoplasma: Dapat terlihat granular.

Penyebab dan Arti Klinis Sel Barrel-Shaped

Keberadaan sel epitel tubulus ginjal, terutama dalam jumlah banyak atau dengan bentuk barrel-shaped yang khas, merupakan penanda cedera atau kerusakan pada tubulus ginjal.

1. Acute Tubular Necrosis (ATN) / Nekrosis Tubuler Akut

  • Penyebab Utama: Ini adalah kondisi paling klasik terkait sel barrel-shaped. ATN adalah kerusakan sel-sel epitel tubulus akibat iskemia (kurang aliran darah, seperti pada syok, sepsis) atau nefrotoksin (zat racun untuk ginjal seperti obat aminoglikosida, logam berat, mioglobin dari rhabdomyolysis).
  • Mekanisme: Kerusakan menyebabkan sel-sel tubulus terlepas dari membran basemen dan terbuang ke dalam urin. Sel-sel ini dapat muncul sebagai sel epitel tubular yang utuh, barrel-shaped, atau bahkan fragmen sel.

2. Glomerulonefritis Akut

  • Proses peradangan yang berat pada glomerulus dapat juga melibatkan dan merusak tubulus di sekitarnya, menyebabkan pelepasan sel epitel tubulus.

3. Penyakit Ginjal Lainnya

  • Nefritis interstisial, penolakan transplantasi ginjal akut, atau penyakit ginjal lainnya yang menyebabkan cedera tubulus.

4. Peningkatan Jumlah yang Sedang (Moderate)

  • Dapat ditemukan pada berbagai penyakit ginjal yang lebih ringan atau kronis, tetapi temuan "barel-shaped" yang banyak sangat sugestif untuk cedera tubulus akut.

Hubungannya dengan "Oval Fat Bodies"

Temuan penting lainnya yang sering dikaitkan dengan sel epitel tubulus adalah "Oval Fat Bodies". Ini sebenarnya adalah sel epitel tubulus ginjal atau makrofag yang telah memfagositosis lemak. Di bawah mikroskop cahaya biasa, mereka terlihat seperti benda oval dengan sitoplasma berbutir. Saat dilihat dengan filter polarisasi, mereka menunjukkan "maltese cross" (silang Malta) yang sangat khas, indikasi adanya kolesterol ester.

Keberadaan Oval Fat Bodies merupakan penanda kuat Sindrom Nefrotik, di mana terjadi kebocoran protein masif (termasuk lipoprotein) melalui glomerulus yang rusak, lalu diserap oleh sel tubulus.

Bagaimana Pemeriksaan Dilakukan di Laboratorium?

  1. Sampel: Urin segar (pertengahan aliran).
  2. Prosedur: Sentrifugasi urin untuk mendapatkan sedimen. Supernatan dibuang, sedimen diambil dan diletakkan di objek glass untuk diamati di bawah mikroskop.
  3. Identifikasi: Teknisi berpengalaman akan mengamati bentuk, ukuran, dan karakteristik inti sel.
  4. Pelaporan: Dilaporkan sebagai "Renal Tubular Epithelial Cells" dengan deskripsi kuantitatif (seperti: jumlah per LPB - Lapang Pandang Besar) dan kualitatif (misal, "beberapa sel tampak barrel-shaped").

Interpretasi dan Langkah Selanjutnya

  • Temuan Sesekali: 1-2 sel epitel tubulus per LPB mungkin tidak signifikan.
  • Temuan Banyak (>2 per LPB) dan/atau dengan Bentuk Barrel-Shaped: Perlu evaluasi klinis lebih lanjut. Ini adalah red flag untuk kemungkinan cedera ginjal akut (Acute Kidney Injury/AKI).
  • Korelasi dengan Hasil Lain: Hasil ini harus dikorelasikan dengan:
    • Tes Darah: Peningkatan kreatinin dan ureum (penanda fungsi ginjal).
    • Tes Urin Lain: Proteinuria (terutama pada sindrom nefrotik), adanya granula atau sel pigmen coklat (pada ATN).
    • Gejala Klinis: Riwayat pasien (penggunaan obat, infeksi, syok).

Kesimpulan

Temuan "barrel-shaped" cells dalam sedimen urin bukanlah penemuan yang biasa. Ia berfungsi sebagai penanda biologis (biomarker) mikroskopis yang penting untuk cedera tubulus ginjal, terutama Acute Tubular Necrosis (ATN). Pengenalan yang tepat oleh teknisi laboratorium dan pelaporan yang jelas kepada dokter klinisi dapat mempercepat diagnosis dini dan penanganan kondisi ginjal akut yang berpotensi serius, sehingga menjadi bagian integral dari manajemen penyakit ginjal.

Dapatkan informasi detail lainnya tentang interpretasi hasil laboratorium dengan mengikuti media sosial Infolabmed.com di Telegram, Facebook, dan Twitter/X. Bantu pengembangan konten edukasi laboratorium dengan memberikan donasi via DANA. Terima kasih.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment