Terobosan Faricimab: Harapan Baru Pengobatan Gangguan Retina di Indonesia

Table of Contents

INFOLABMED.COM - Di Indonesia, gangguan penglihatan menjadi masalah kesehatan yang signifikan, diperkirakan mempengaruhi jutaan orang. Kerusakan retina adalah salah satu penyebab utama kebutaan, sehingga penanganan yang tepat sangat diperlukan.

Mengenal Gangguan Retina dan Tantangannya

Gangguan retina seperti Degenerasi Makula terkait Usia (AMD) dan Edema Makula Diabetik (DME) adalah penyakit progresif yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan serius. Kondisi ini tidak hanya menurunkan kualitas hidup pasien tetapi juga menimbulkan beban sosial dan ekonomi yang besar.

Deteksi dini dan terapi yang tepat adalah kunci untuk mencegah atau memperlambat perkembangan penyakit retina. Roche Retina Summit diadakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kolaborasi antar tenaga medis dalam penanganan gangguan retina.

Roche Retina Summit: Kolaborasi dan Inovasi dalam Penanganan Retina

Roche Retina Summit, yang diadakan di Jakarta, mempertemukan para ahli retina dari seluruh Indonesia dan pakar internasional. Pertemuan ini membahas terobosan terbaru dalam penanganan penyakit retina, termasuk pemanfaatan data klinis terkini.

Sanaa Sayagh, Presiden Direktur Roche Indonesia, menekankan komitmen Roche terhadap pasien dengan gangguan penglihatan. Melalui diskusi tentang data Faricimab terbaru, Roche berbagi inovasi ilmiah terdepan dan menegaskan komitmennya dalam mentransformasi standar perawatan retina.

Faricimab: Terobosan dalam Pengobatan Gangguan Retina

Faricimab, obat injeksi intravitreal, menjadi terobosan penting dalam pengobatan retina. Obat ini bekerja dengan mengobati penyakit retina yang disebabkan oleh pertumbuhan pembuluh darah abnormal dan kebocoran cairan, seperti AMD basah dan DME.

Studi global terbaru menunjukkan efikasi kuat dan durabilitas yang lebih panjang dari Faricimab. Data tersebut menunjukkan potensi Faricimab untuk mengurangi beban pengobatan bagi pasien dengan memungkinkan interval pengobatan yang lebih panjang, hingga empat bulan sekali bagi lebih dari 60 persen pasien.

Dr. Elvioza Sp.M(K) dari JEC Eye Hospital & Clinics memaparkan hasil studi SALWEEN tentang manfaat Faricimab dalam mengobati polip pada pembuluh darah di sekitar retina mata. Studi ini menunjukkan bahwa Faricimab dapat menghilangkan polip pada 61 persen pasien, dan sekitar 83 persen interval injeksi dapat diperpanjang hingga tiga bulan atau lebih.

Dr. Yuen Yew Sen dari Universitas Nasional Uveitis Singapura menyoroti dampak signifikan Faricimab bagi pasien RVO (stroke mata). Penanganan dini sangat penting untuk penyumbatan stroke mata karena penundaan dapat mengakibatkan kerusakan penglihatan permanen.

Komitmen untuk Masa Depan Perawatan Retina di Indonesia

Roche Retina Summit ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mendorong kolaborasi dan edukasi guna meningkatkan ekosistem perawatan mata di Indonesia. Tujuannya adalah memastikan pasien mendapatkan akses ke diagnosis dini dan terapi inovatif yang mereka butuhkan.

Pemerintah, swasta, dan organisasi non-pemerintah perlu bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini gangguan retina. Dengan upaya bersama, diharapkan dapat mengurangi angka kebutaan dan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan gangguan penglihatan di Indonesia.

```
Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment