Plasma vs Serum: Perbedaan Sederhana dan Jelas untuk Pemeriksaan Lab

Table of Contents

Plasma vs Serum: Perbedaan Sederhana dan Jelas untuk Pemeriksaan Lab


INFOLABMED.COM - Dalam dunia laboratorium medis, plasma dan serum adalah dua jenis sampel darah yang paling umum digunakan. 

Meski berasal dari sumber yang sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar yang menentukan jenis pemeriksaan apa yang dapat dilakukan. Memahami perbedaan plasma vs serum dengan jelas sangat penting bagi tenaga medis dan mahasiswa kesehatan.

Apa Itu Plasma dan Serum?

Plasma adalah bagian cair dari darah yang masih mengandung fibrinogen dan faktor pembekuan lainnya. Serum adalah bagian cair dari darah yang TIDAK mengandung fibrinogen dan faktor pembekuan, karena sudah digunakan dalam proses pembekuan.

Perbedaan Utama Plasma vs Serum

Berikut adalah perbedaan sederhana dan jelas antara plasma dan serum:

AspekPLASMASERUM
Kandungan FibrinogenMASIH ADA fibrinogen dan faktor pembekuanTIDAK ADA fibrinogen dan faktor pembekuan
Cara MendapatkanDarah + Antikoagulan → SentrifugasiDarah dibiarkan membeku → Sentrifugasi
WarnaSedikit keruh/kuning jernihJernih/kuning lebih terang
VolumeLebih banyak (karena tidak ada kehilangan sel)Lebih sedikit (karena sel terperangkap dalam bekuan)
Waktu ProsesCepat, bisa langsung diprosesButuh waktu 30-60 menit untuk pembekuan
Tabung yang DigunakanTabung dengan antikoagulan (Hijau, Ungu, Biru)Tabung tanpa antikoagulan (Merah)

Cara Pembuatan yang Membedakannya

Cara Mendapatkan PLASMA:

  1. Darah diambil langsung ke dalam tabung berisi antikoagulan (misal: Heparin, EDTA, Sitrat)
  2. Antikoagulan mencegah pembekuan darah dengan mengikat kalsium atau menghambat faktor pembekuan
  3. Darah langsung disentrifugasi untuk memisahkan sel darah dari plasma
  4. Hasil: Plasma berada di bagian atas tabung

Cara Mendapatkan SERUM:

  1. Darah diambil ke dalam tabung tanpa antikoagulan (tabung merah)
  2. Darah dibiarkan membeku selama 30-60 menit pada suhu ruang
  3. Bekuan darah yang terbentuk mengandung sel-sel darah dan fibrinogen yang sudah terpakai
  4. Sampel disentrifugasi untuk memisahkan serum dari bekuan
  5. Hasil: Serum jernih berada di bagian atas tabung

Kapan Plasma vs Serum Digunakan?

PLASMA digunakan untuk:

  • Pemeriksaan koagulasi (PT, aPTT, fibrinogen)
  • Elektrolit dan gas darah
  • Beberapa tes kimia klinis
  • Pemeriksaan yang membutuhkan sampel cepat

SERUM digunakan untuk:

  • Kebanyakan tes kimia klinis (glukosa, kolesterol, fungsi hati, fungsi ginjal)
  • Tes serologi (deteksi antibodi)
  • Pemeriksaan hormon
  • Penanda tumor
  • Elektroforesis protein

Mengapa Perbedaan Ini Penting?

Memahami perbedaan plasma vs serum sangat krusial karena:

  1. Mencegah Kesalahan Diagnosis: Menggunakan sampel yang salah dapat memberikan hasil yang tidak akurat
  2. Efisiensi Waktu: Memilih sampel yang tepat mempercepat proses pemeriksaan
  3. Akurasi Hasil: Setiap jenis pemeriksaan membutuhkan jenis sampel yang spesifik
  4. Penghematan Biaya: Menghindari pengulangan pemeriksaan karena kesalahan sampel

Contoh Kesalahan yang Sering Terjadi

Kesalahan umum adalah menggunakan serum untuk pemeriksaan fibrinogen. Karena serum tidak mengandung fibrinogen, hasilnya akan nol atau sangat rendah - padahal ini adalah hasil yang salah karena sampelnya tidak tepat.

Kesimpulan

Perbedaan utama antara plasma vs serum terletak pada ada tidaknya fibrinogen dan faktor pembekuan. Plasma mengandung fibrinogen (didapat dengan antikoagulan), sedangkan serum tidak mengandung fibrinogen (didapat setelah darah membeku). Pemahaman yang jelas tentang perbedaan ini memastikan ketepatan dalam pengambilan sampel dan keakuratan hasil pemeriksaan laboratorium.

Dapatkan informasi laboratorium medis lainnya yang lebih mendalam dengan mengikuti Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram di sini, Facebook di sini, dan Twitter/X di sini. Bantu perkembangan website kami dengan memberikan DONASI sukarela melalui Donasi via DANA di sini.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment