Mengenal 'Scromiting': Efek Samping Mengerikan dari Penggunaan Ganja Kronis

Table of Contents

'Scromiting' is the brutal new side effect of chronic cannabis use | New York Post


INFOLABMED.COM - Bagi sebagian pengguna ganja kronis, keinginan makan atau 'munchies' hanyalah masalah kecil. Selama satu dekade terakhir, ruang gawat darurat (UGD) telah menyaksikan peningkatan jumlah pengguna ganja yang datang dengan serangan tiba-tiba yang menyebabkan mereka kesakitan.

Bagian terburuknya adalah banyak penderita mengalami episode ini tiga atau empat kali dalam setahun, seringkali membuat pasien dan penyedia layanan kesehatan kebingungan. Pelaku utamanya adalah sindrom hiperemesis kanabinoid (CHS), gangguan yang memicu mual tak henti-hentinya, nyeri perut, dan muntah parah.

Apa Itu Cannabis Hyperemesis Syndrome (CHS)?

Sindrom hiperemesis kanabinoid (CHS) adalah kondisi medis yang ditandai dengan mual, muntah berulang, dan nyeri perut yang parah akibat penggunaan ganja secara berlebihan. Gejala biasanya muncul dalam waktu 24 jam setelah penggunaan ganja dan dapat berlangsung selama berhari-hari. Episode ini sangat parah sehingga staf medis telah menciptakan istilah untuk mereka: “scromiting” — gabungan antara berteriak (screaming) dan muntah (vomiting).

CHS dapat menyerang empat atau lima kali dalam satu jam, menurut Cleveland Clinic. Meskipun prevalensinya meningkat, banyak dokter masih belum familiar dengan sindrom ini, yang baru-baru ini didefinisikan, sehingga sulit untuk membedakannya dari masalah medis seperti keracunan makanan atau flu perut.

Gejala dan Tanda-tanda CHS

Gejala utama CHS meliputi mual yang parah, muntah berulang, nyeri perut, dan terkadang diare. Penderita seringkali mengalami kesulitan makan dan minum, yang dapat menyebabkan dehidrasi. Gejala lain dapat mencakup kelelahan, pusing, dan sensitivitas terhadap cahaya dan suara.

Dr. Chris Buresh, seorang spesialis pengobatan darurat di UW Medicine dan Rumah Sakit Anak Seattle, menjelaskan bahwa pasien seringkali menemukan kelegaan dengan mandi air panas. Bahkan setelah gejala mereda, pemulihan jangka panjang bisa jadi rumit.

Kesulitan dalam Penanganan dan Pengobatan CHS

Saat ini, tidak ada terapi yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk mengobati CHS, dan obat anti-mual standar seringkali tidak efektif. Kondisi ini terkadang memaksa dokter untuk mencoba pilihan lini kedua dan ketiga, termasuk Haldol, obat yang lebih umum digunakan untuk episode psikotik.

Beberapa pasien menemukan kelegaan terbatas dengan menggosokkan krim capsaicin pada perut mereka, yang menciptakan sensasi hangat yang dapat meredakan ketidaknyamanan sementara. Mandi dan pancuran air panas juga sering membantu meredakan gejala, dengan banyak pasien terdorong untuk mandi selama berjam-jam setiap hari untuk menenangkan rasa sakit mereka.

Pentingnya Penghentian Penggunaan Ganja

Menghentikan penggunaan ganja saat ini adalah satu-satunya cara untuk menyembuhkan kondisi ini sepenuhnya. Karena sindrom ini menyerang secara intermiten, beberapa pengguna ganja berasumsi bahwa episode baru-baru ini tidak terkait dan terus menggunakan — hanya untuk menjadi sakit parah lagi.

Bagi mereka yang menerima diagnosis dan mencoba berhenti, kecanduan seringkali membuat pantang menjadi tantangan utama, memperpanjang siklus penyakit. Menurut Beatriz Carlini, seorang profesor penelitian di University of Washington (UW) School of Medicine, yang mempelajari efek buruk penggunaan ganja terhadap kesehatan.

Penyebab CHS yang Belum Sepenuhnya Dipahami

Para ilmuwan tidak mengetahui penyebab pasti CHS, tetapi teori utama adalah bahwa stimulasi berlebihan jangka panjang dari reseptor dalam sistem endokannabinoid dapat mengganggu kontrol alami tubuh terhadap mual dan muntah, menurut Cleveland Clinic.

Mengapa CHS memengaruhi sebagian pengguna ganja tetapi tidak yang lain tetap menjadi misteri. Dr. Buresh menyatakan bahwa masih belum jelas apakah hal ini terkait dengan ketersediaan ganja yang lebih besar, potensi THC yang lebih tinggi dari beberapa produk, atau faktor lainnya.

Faktor Risiko dan Penelitian Terbaru

Sebuah studi yang diterbitkan awal tahun ini oleh para peneliti di George Washington University mensurvei 1.052 orang dengan CHS dalam upaya untuk lebih memahami faktor risiko. Mereka menemukan bahwa memulai penggunaan ganja lebih awal dalam kehidupan dikaitkan dengan kemungkinan lebih tinggi untuk kunjungan UGD di masa depan karena gejala hiperemesis. Penggunaan harian dan konsumsi yang berkepanjangan juga umum, dengan 44% melaporkan penggunaan rutin selama lebih dari lima tahun sebelum sindrom muncul.

Penelitian menunjukkan bahwa kunjungan ke ruang gawat darurat di kalangan remaja di AS telah meningkat lebih dari 10 kali lipat dari tahun 2016 hingga 2023. Meskipun tingkat keseluruhan lebih tinggi di negara bagian dengan ganja rekreasional legal, peningkatan dari tahun ke tahun tercepat dalam jumlah kasus CHS remaja di rumah sakit terjadi di negara bagian tempat penggunaan ganja rekreasional masih ilegal.

Pengakuan Resmi dan Implikasinya

Pada 1 Oktober, World Health Organization (WHO) secara resmi mengakui sindrom hiperemesis kanabinoid, menambahkan kode diagnosis resmi ke manualnya. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga telah memasukkan kode baru ke dalam sistem diagnostik AS.

Para ahli mengatakan pembaruan ini menawarkan beberapa manfaat, termasuk memberikan gambaran yang lebih jelas kepada para peneliti tentang seberapa sering CHS terjadi. Memiliki kode yang muncul dalam catatan medis pasien juga membantu penyedia layanan kesehatan melihat episode berulang selama kunjungan di masa mendatang. Beatriz Carlini menekankan bahwa kode baru untuk sindrom hiperemesis kanabinoid akan memberikan bukti kuat penting tentang kejadian buruk terkait ganja, yang menurut dokter adalah masalah yang berkembang.

Ikuti dan Dukung Infolabmed.com

Mari terhubung melalui media sosial dan dukung perkembangan website Infolabmed.com

Follow Media Sosial Infolabmed.com

📢

Telegram

Follow
👍

Facebook

Follow
🐦

Twitter/X

Follow

Dukungan untuk Infolabmed.com

Beri Donasi untuk Perkembangan Website

Dukung Infolabmed.com dengan memberikan donasi terbaikmu melalui DANA. Setiap kontribusi sangat berarti untuk pengembangan dan pemeliharaan website.

Donasi via DANA

Produk Infolabmed

Alat Pemeriksaan Glukosa Darah

Nama Produk: PORLAK BGM-102 - Alat Cek Gula Darah Digital Akurat, Hasil 5 Detik, Bonus Lancet & Baterai

Harga: Rp 270.000

© 2025 Infolabmed.com | Terima kasih atas dukungannya

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment