Leukemoid Reaction vs Leukemia: Perbedaan Kunci dan Peran Penting Tes LAP/NAP

Table of Contents

Leukemoid Reaction vs Leukemia: Perbedaan Kunci dan Peran Penting Tes LAP/NAP


INFOLABMED.COM - Dalam praktik hematologi, ditemukannya jumlah sel darah putih yang sangat tinggi (leukositosis) sering menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan leukemia. 

Namun, tidak semua leukositosis ekstrem merupakan keganasan. Leukemoid Reaction adalah kondisi benigna yang dapat menyerupai leukemia, sehingga memerlukan pendekatan diagnostik yang cermat untuk membedakannya.

Apa Itu Leukemoid Reaction?

Leukemoid Reaction adalah respons leukositosis yang sangat berat (>50.000 sel/μL) terhadap stimulus non-leukemik, yang menyerupai gambaran leukemia pada pemeriksaan darah tepi. Ini merupakan reaksi fisiologis yang berlebihan dari sumsum tulang yang sehat terhadap berbagai kondisi underlying.

Penyebab Umum Leukemoid Reaction:

  • Infeksi berat (tuberkulosis, sepsis, klostridia)
  • Metastasis kanker ke sumsum tulang
  • Intoksikasi obat atau bahan kimia
  • Perdarahan akut berat
  • Hemolisis masif
  • Penyakit inflamasi kronis

Apa Itu Leukemia?

Leukemia adalah keganasan primer dari sel-sel hematopoietik di sumsum tulang, ditandai dengan:

  • Proliferasi sel darah putih yang ganas dan tidak terkontrol
  • Adanya sel blast (sel muda) dalam darah tepi
  • Gangguan produksi sel darah normal (anemia, trombositopenia)
  • Infiltrasi organ ekstramedular

Perbedaan Kunci Leukemoid Reaction vs Leukemia

ParameterLeukemoid ReactionLeukemia
SebabRespons terhadap kondisi underlyingKeganasan primer
Sel BlastTidak ada atau <5%Biasanya >20% (akut)
Toksik GranulasiSering adaTidak ada
Döhle BodiesSering adaTidak ada
Perjalanan PenyakitAkut, reversibelProgresif
Hematopoiesis NormalTetap adaTergantikan
Respon terhadap Penyebab    Membaik dengan terapi penyebabTidak membaik

Peran Kritis Tes LAP/NAP dalam Diagnosis Banding

Leukocyte Alkaline Phosphatase (LAP) Score atau Neutrophil Alkaline Phosphatase (NAP) Test adalah pemeriksaan sitokimia yang sangat penting untuk membedakan Leukemoid Reaction dari Chronic Myeloid Leukemia (CML).

Prinsip Kerja Tes LAP/NAP

Tes ini mengukur aktivitas enzim alkaline phosphatase dalam neutrofil matang. Enzim ini mencerminkan "kematangan fungsional" neutrofil.

Prosedur Tes LAP/NAP

  1. Sampel: Apusan darah tepi
  2. Pewarnaan: Menggunakan substrat naphthol AS-BI phosphate
  3. Skoring: Menghitung skor berdasarkan intensitas warna dan jumlah granula dalam 100 neutrofil matang
  4. Skor Normal: 20-100 (tergantung metode)

Interpretasi Hasil LAP/NAP

LAP Score TINGGI (>100):

  • Leukemoid Reaction
  • Infeksi bakteri
  • Kehamilan
  • Stress fisiologis
  • Polycythemia vera

LAP Score RENDAH (<20):

  • Chronic Myeloid Leukemia (CML)
  • Paroxysmal Nocturnal Hemoglobinuria
  • Beberapa kasus Myelodysplastic Syndrome

Strategi Diagnosis Banding yang Komprehensif

1. Pemeriksaan Awal

  • Darah Lengkap: Hitung leukosit, diferensial, hemoglobin, trombosit
  • Hapusan Darah Tepi: Evaluasi morfologi sel, adanya sel blast, toksik granulation

2. Pemeriksaan Penunjang

  • Tes LAP/NAP: Untuk membedakan dengan CML
  • Flow Cytometry: Analisis immunophenotyping sel
  • Sitogenetika: Deteksi Philadelphia chromosome (t(9;22)) pada CML
  • Biopsi Sumsum Tulang: Evaluasi komposisi dan selularitas

Contoh Kasus Klinis

Kasus 1: Leukemoid Reaction Pasien pria 45 tahun dengan TB paru, leukosit 85.000/μL, diferensial: neutrofil 80% dengan toksik granulasi, LAP score 250. Diagnosis: Leukemoid Reaction akibat tuberkulosis.

Kasus 2: CML Pasien wanita 38 tahun, leukosit 120.000/μL, diferensial: semua stadium granulosit, LAP score 15, Philadelphia chromosome positif. Diagnosis: Chronic Myeloid Leukemia.

Tantangan dalam Diagnosis

  1. Overlap Gambaran: Beberapa kanker metastatik ke sumsum tulang dapat menyerupai leukemia
  2. Variasi Individual: Nilai LAP score dapat bervariasi antar individu
  3. Pengaruh Obat: Terapi kortikosteroid dapat meningkatkan LAP score
  4. Kondisi Khusus: Pasien post-splenectomy dapat menunjukkan leukositosis yang menyerupai leukemoid reaction

Pendekatan Diagnosis Modern

Dengan kemajuan teknologi, diagnosis banding kini didukung oleh:

  • PCR untuk BCR-ABL: Konfirmasi CML
  • Next Generation Sequencing: Deteksi mutasi spesifik
  • Digital Morphology: Analisis morfologi otomatis yang lebih objektif

Implikasi Klinis dan Tatalaksana

Leukemoid Reaction:

  • Fokus pada terapi penyebab underlying
  • Prognosis tergantung penyakit primer
  • Leukositosis akan membaik dengan terapi yang tepat

Leukemia:

  • Memerlukan terapi spesifik (kemoterapi, targeted therapy)
  • Prognosis tergantung jenis dan stadium leukemia
  • Memerlukan pemantauan jangka panjang

Kesimpulan

Pembedaan antara Leukemoid Reaction dan Leukemia merupakan tantangan diagnostik yang memerlukan pendekatan komprehensif. Tes LAP/NAP tetap menjadi alat yang sangat berharga, terutama dalam membedakan Leukemoid Reaction dari CML. Dengan kombinasi pemeriksaan morfologi, sitokimia, dan molekuler, diagnosis yang akurat dapat ditegakkan, sehingga menentukan tatalaksana yang tepat dan menghindari kesalahan diagnosis yang berpotensi fatal.

Dapatkan informasi terbaru seputar dunia laboratorium medis dengan mengikuti media sosial Infolabmed.com. Ikuti update kami di TelegramFacebook, dan Twitter/X. Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung pengembangan website ini melalui Donasi via DANA. Kontribusi Anda sangat berarti untuk kemajuan pendidikan kesehatan.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment