Lab Errors and Quality Control Series: Memahami dan Mengatasi Analytical Errors
INFOLABMED.COM - Dalam seri Lab Errors and Quality Control, fase analitik merupakan tahap kritis dimana sampel pasien benar-benar dianalisis.
Analytical Errors atau kesalahan analitik adalah kesalahan yang terjadi selama proses pengujian sampel itu sendiri. Kesalahan pada tahap ini secara langsung mempengaruhi keakuratan dan keandalan hasil yang dilaporkan ke klinisi.
Apa Itu Analytical Errors?
Analytical Errors didefinisikan sebagai penyimpangan hasil pengujian dari nilai sebenarnya yang disebabkan oleh faktor-faktor yang terkait langsung dengan proses analisis di laboratorium. Berbeda dengan kesalahan pre-analitik (sebelum pengujian) dan pasca-analitik (setelah pengujian), kesalahan analitik murni terjadi di "jantung" laboratorium, yaitu saat mesin atau prosedur manual melakukan pengukuran.
Jenis-Jenis Analytical Errors
Dalam konteks Lab Errors and Quality Control, Analytical Errors dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis utama:
1. Kesalahan Acak (Random Errors) Kesalahan ini tidak dapat diprediksi, bervariasi dalam besaran dan arah, dan terjadi secara sporadis.
- Ciri: Sulit dihindari sepenuhnya, mempengaruhi presisi (keterulangan) hasil.
- Contoh:
- Fluktuasi listrik yang singkat.
- Variasi kecil dalam suhu inkubasi.
- Gelembung udara mikroskopis dalam sampel.
- Kesalahan pipetting yang tidak konsisten.
2. Kesalahan Sistematik (Systematic Errors) Kesalahan ini konsisten, dapat diprediksi, dan mempengaruhi semua hasil dalam arah dan besaran yang sama. Jenis inilah yang sering menjadi fokus utama quality control.
- Ciri: Mempengaruhi akurasi (kedekatan dengan nilai sebenarnya) dan dapat dideteksi melalui QC.
- Contoh:
- Kesalahan Kalibrasi: Kalibrator yang sudah kadaluarsa atau tidak tepat.
- Reagen yang Rusak: Reagen yang terkontaminasi, kadaluarsa, atau disiapkan dengan salah.
- Performa Alat yang Menyimpang: Lampu sumber cahaya pada spektrofotometer yang sudah melemah (drift), atau penyumbatan pada probe pipetting.
- Kontrol yang Tidak Stabil.
Penyebab Umum Analytical Errors
Penyebab kesalahan analitik sangat beragam dan sering kali berhubungan dengan kegagalan dalam sistem kontrol kualitas:
- Kegagalan Quality Control (QC): Melewati aturan Westgard (misalnya, 1:3s, 2:2s) adalah indikator paling jelas adanya analytical error.
- Kualitas Reagen dan Kalibrator: Penggunaan reagen yang salah, terkontaminasi, atau disimpan pada suhu yang tidak tepat.
- Masalah pada Instrumentasi: Kerusakan komponen alat, keausan, atau kebutuhan kalibrasi ulang.
- Kesalahan Prosedur: Petugas tidak mengikuti Standard Operating Procedure (SOP), misalnya dalam pencampuran sampel atau waktu inkubasi.
- Kontaminasi Sampel: Carry-over dari sampel sebelumnya yang memiliki konsentrasi sangat tinggi.
- Faktor Lingkungan: Suhu dan kelembaban ruangan yang tidak terkontrol dapat mempengaruhi stabilitas reagen dan performa alat.
Strategi Pencegahan dan Pengendalian Analytical Errors
Pencegahan adalah kunci dalam manajemen Lab Errors. Berikut adalah strategi untuk mengendalikan Analytical Errors:
Implementasi Program Quality Control yang Robust:
- Jalankan kontrol harian dengan bahan kontrol yang valid.
- Gunakan aturan Westgard untuk mengevaluasi penerimaan atau penolakan suatu run.
- Gunakan dua level kontrol (normal dan abnormal) untuk memantau kinerja alat pada rentang klinis yang berbeda.
Pemeliharaan dan Kalibrasi Alat yang Rutin:
- Lakukan kalibrasi sesuai jadwal yang ditentukan atau setiap kali mengganti batch reagen.
- Lakukan pemeliharaan preventif harian, mingguan, dan bulanan secara disiplin.
Validasi Metode dan Verifikasi:
- Pastikan semua metode pemeriksaan, baik baru atau yang sudah ada, telah divalidasi dan diverifikasi untuk memastikan kinerjanya sesuai dengan yang diharapkan.
Pelatihan dan Kompetensi SDM:
- Pastikan semua analis memahami SOP, prinsip kerja alat, dan prosedur trouble shooting yang benar.
- Lakukan uji kompetensi secara berkala.
Pemantauan Kinerja Eksternal:
- Ikuti program uji profisiensi (Program Pemantapan Mutu Eksternal/PPME) untuk membandingkan kinerja laboratorium dengan laboratorium lain.
Tindakan Perbaikan Saat Analytical Errors Terjadi
Ketika analytical error terdeteksi melalui QC, langkah sistematis harus diambil:
- Hentikan pelaporan hasil pasien.
- Identifikasi penyebab kesalahan.
- Lakukan trouble shooting dan perbaikan (misal, kalibrasi ulang, ganti reagen).
- Jalankan ulang QC hingga hasilnya memenuhi syarat.
- Validasi sistem dengan menjalankan ulang sampel pasien jika diperlukan.
- Dokumentasikan semua tindakan yang dilakukan.
Kesimpulan
Analytical Errors merupakan tantangan nyata dalam dunia laboratorium yang dapat berdampak langsung pada keputusan klinis. Melalui pemahaman yang mendalam tentang jenis, penyebab, dan strategi pencegahannya dalam kerangka Lab Errors and Quality Control, laboratorium dapat meminimalkan kesalahan ini. Komitmen terhadap program QC yang ketat, pemeliharaan alat, dan peningkatan kompetensi SDM adalah pilar utama untuk memastikan keakuratan hasil dan keamanan pasien.
Dapatkan artikel lainnya dari seri Lab Errors and Quality Control dengan mengikuti Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram di sini, Facebook di sini, dan Twitter/X di sini. Bantu kami terus berkontribusi dengan memberikan DONASI sukarela melalui Donasi via DANA di sini.
Post a Comment