Kasus Pertama Manusia Flu Burung di AS: Strain Langka Menginfeksi Warga

Table of Contents

First human case of bird flu linked to rare strain of virus


Departemen Kesehatan Negara Bagian Washington mengumumkan kasus pertama manusia yang terinfeksi strain langka flu burung. Pasien tersebut, seorang warga lanjut usia dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya, dirawat di rumah sakit pada awal November karena gejala mirip flu. Kasus ini menjadi perhatian serius karena menandai penyebaran virus yang belum pernah terjadi sebelumnya pada manusia di Amerika Serikat.

Juru bicara Departemen Kesehatan, Roberto Bonaccorso, mengonfirmasi pada 19 November bahwa pasien masih dirawat di rumah sakit. Pasien tersebut memiliki riwayat memelihara unggas di pekarangan rumahnya yang terpapar burung liar. Hal ini meningkatkan kekhawatiran tentang potensi penyebaran virus ke populasi manusia yang lebih luas.

Strain Flu Burung H5 yang Belum Pernah Dilihat Sebelumnya

Pejabat kesehatan menyatakan bahwa pasien terinfeksi influenza A H5, jenis flu burung yang belum pernah terdeteksi pada manusia sebelumnya. Meskipun risiko bagi publik dianggap rendah oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kasus ini tetap membutuhkan pemantauan yang cermat. Bonaccorso menambahkan bahwa departemen kesehatan belum menemukan infeksi lain yang terkait dengan kasus ini, memberikan sedikit kelegaan.

Kasus ini terjadi di Grays County, wilayah yang terletak di sebelah barat Seattle di tepi Samudra Pasifik. Penyelidikan sedang dilakukan oleh departemen kesehatan negara bagian dan lokal, bekerja sama dengan Departemen Pertanian Negara Bagian Washington, untuk mengidentifikasi sumber infeksi. Upaya ini penting untuk mengendalikan penyebaran virus lebih lanjut.

Dampak Flu Burung pada Industri Peternakan AS

Wabah flu burung telah menyebar luas di seluruh Amerika Serikat, menyebabkan dampak signifikan pada industri peternakan. Sejak virus pertama kali ditemukan pada sapi perah pada Maret 2024, lebih dari 1.000 kawanan sapi perah di 17 negara bagian telah terinfeksi. Hal ini menyebabkan kerugian ekonomi yang besar dan mengganggu rantai pasokan produk susu.

USDA (United States Department of Agriculture) melaporkan bahwa wabah ini telah memberikan dampak yang signifikan terhadap industri peternakan. Dampak ini termasuk kerugian ekonomi yang besar, dan gangguan terhadap rantai pasokan produk susu.

Kematian Pertama Terkait Flu Burung

Selain kasus di Washington, terdapat satu kematian yang dikonfirmasi terkait dengan penyakit ini. Pada awal Januari, seorang peternak unggas di Louisiana, yang dirawat di rumah sakit karena flu burung, menjadi orang pertama di Amerika Serikat yang meninggal dunia akibat penyakit tersebut setelah terinfeksi varian D1.1 virus. Individu tersebut berusia di atas 65 tahun dan dilaporkan memiliki kondisi medis yang mendasarinya.

Baca Juga: Bahaya Virus H5N5: Memahami Risiko & Dampak bagi Kesehatan Manusia di Indonesia

Kematian ini menyoroti pentingnya kewaspadaan dan tindakan pencegahan di kalangan mereka yang berisiko tinggi terpapar virus, seperti peternak dan pekerja di industri peternakan.

Asal-Usul dan Penyebaran Flu Burung

Flu burung, disebabkan oleh virus influenza tipe A, ditemukan pada burung air liar. Virus ini dapat menyebar ke spesies burung lain dan terkadang mamalia. Sebagian besar kasus manusia terjadi pada orang yang terpapar hewan yang sakit atau terinfeksi. Kasus manusia bervariasi dari ringan hingga berat.

CDC mencatat bahwa terdapat 71 kasus flu burung pada manusia, dengan 41 kasus terkait dengan sapi perah yang terinfeksi dan 24 kasus terkait dengan unggas yang terinfeksi. California mencatat jumlah kasus terbanyak dengan 38 kasus. Gejala yang terkait dengan flu burung mirip dengan gejala flu biasa, termasuk demam, menggigil, nyeri otot, sakit tenggorokan, iritasi mata, dan kelelahan.

Risiko dan Pencegahan

Risiko flu burung cenderung meningkat pada musim gugur dan musim dingin karena burung migran yang membawa virus berpindah-pindah. Belum ada penularan flu burung antar manusia yang dilaporkan oleh CDC. Virus ini paling sering menyebar di antara burung liar, tetapi juga dapat menginfeksi unggas, ternak, dan mamalia lainnya, termasuk kambing, koyote, dan opossum.

Pencegahan meliputi menghindari kontak dengan hewan yang sakit atau mati, mencuci tangan secara teratur, dan memasak makanan, termasuk telur dan daging unggas, hingga matang sepenuhnya. Industri peternakan juga harus menerapkan praktik biosekuriti yang ketat untuk mencegah penyebaran virus.

Terkait dengan industri peternakan, infeksi dapat menurunkan produksi susu kawanan sapi hingga sekitar seperlima, menurut para ahli industri susu. Risiko infeksi paling tinggi pada petani, penyedia perawatan hewan (seperti dokter hewan), dan pekerja lain yang terpapar hewan atau produk hewan yang terinfeksi.

Makanan mentah atau kurang matang, termasuk keju, juga dapat membawa virus. Kematian sedikitnya tiga ekor kucing peliharaan dikaitkan dengan konsumsi makanan mentah yang terkontaminasi flu burung. Hal ini menunjukkan pentingnya memasak makanan dengan benar untuk mencegah penularan virus.

Ikuti dan Dukung Infolabmed.com

Mari terhubung melalui media sosial dan dukung perkembangan website Infolabmed.com

Follow Media Sosial Infolabmed.com

📢

Telegram

Follow
👍

Facebook

Follow
🐦

Twitter/X

Follow

Dukungan untuk Infolabmed.com

Beri Donasi untuk Perkembangan Website

Dukung Infolabmed.com dengan memberikan donasi terbaikmu melalui DANA. Setiap kontribusi sangat berarti untuk pengembangan dan pemeliharaan website.

Donasi via DANA

Produk Infolabmed

Alat Pemeriksaan Glukosa Darah

Nama Produk: PORLAK BGM-102 - Alat Cek Gula Darah Digital Akurat, Hasil 5 Detik, Bonus Lancet & Baterai

Harga: Rp 270.000

© 2025 Infolabmed.com | Terima kasih atas dukungannya

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment