Mengulik Cara Kerja Tes IGRA: Dari Pengambilan Darah hingga Hasil Akurat

Table of Contents

Mengulik Cara Kerja Tes IGRA: Dari Pengambilan Darah hingga Hasil Akurat


INFOLABMED.COM - Tes IGRA (Interferon-Gamma Release Assay) telah menjadi pilihan andalan untuk deteksi infeksi Tuberkulosis (TBC). 

Namun, apa sebenarnya yang terjadi di balik layar sehingga tes darah ini bisa memberikan hasil yang akurat? Artikel ini akan mengupas tuntas cara kerja Tes IGRA, langkah demi langkah, sehingga Anda dapat memahami prosesnya dengan jelas.

Prinsip Dasar Cara Kerja Tes IGRA

Inti dari cara kerja Tes IGRA adalah dengan "memancing" respons sistem imun memori yang ada dalam darah Anda. Jika tubuh Anda pernah terpapar bakteri Mycobacterium tuberculosis (baik infeksi laten maupun aktif), sel-sel darah putih tertentu (limfosit T) akan "mengingat" bakteri tersebut.

Tes IGRA mensimulasikan pertemuan ulang dengan bakteri TBC di dalam tabung reaksi. Caranya adalah dengan menambahkan antigen spesifik dari bakteri TBC ke dalam sampel darah. Jika limfosit T dalam darah mengenali antigen ini, mereka akan bereaksi dengan melepaskan sinyal kimia yang disebut Interferon-gamma (IFN-γ). Konsentrasi IFN-γ inilah yang kemudian diukur untuk menentukan hasil tes.

Langkah-Langkah Cara Kerja Tes IGRA

Cara kerja Tes IGRA dapat dibagi menjadi beberapa tahap berurutan:

1. Pengambilan Sampel Darah Proses pertama adalah pengambilan sampel darah vena dari lengan Anda oleh petugas medis. Darah ini kemudian akan dimasukkan ke dalam satu atau lebih tabung khusus yang sudah dilapisi dengan antikoagulan untuk mencegah darah membeku. Pengambilan sampel yang benar sangat krusial untuk menjaga viabilitas sel darah putih.

2. Inkubasi dengan Antigen TBC Di laboratorium, sampel darah Anda segera diproses. Darah dalam tabung-tabung tersebut akan dicampur dengan antigen spesifik TBC, yaitu:

  • ESAT-6
  • CFP-10

Antigen ini sangat spesifik untuk bakteri M. tuberculosis dan tidak ditemukan dalam vaksin BCG, sehingga hasil tes tidak akan terpengaruh oleh riwayat vaksinasi BCG. Sebagai kontrol, biasanya juga disiapkan tabung tanpa antigen (kontrol negatif) dan tabung dengan mitogen (zat perangsang umum, sebagai kontrol positif).

3. Masa Inkubasi Tabung-tabung ini kemudian diinkubasi pada suhu 37°C (mendekati suhu tubuh) selama 16 hingga 24 jam. Selama periode inilah "keajaiban" imunologi terjadi. Jika ada sel memori yang spesifik terhadap TBC, mereka akan teraktivasi dan memproduksi Interferon-gamma.

4. Pengukuran Kadar Interferon-Gamma Setelah masa inkubasi selesai, plasma darah dari setiap tabung diambil. Kadar IFN-γ dalam plasma kemudian diukur menggunakan metode ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay) atau metode ELISpot. Teknologi ini mampu mendeteksi dan mengukur konsentrasi IFN-γ dengan sangat teliti.

5. Interpretasi Hasil Hasil pengukuran IFN-γ kemudian dianalisis. Hasilnya dapat berupa:

  • Positif: Kadar IFN-γ dalam tabung yang berisi antigen TBC secara signifikan lebih tinggi daripada kontrol negatif. Ini menunjukkan bahwa sistem imun telah mengenali antigen TBC dan ada infeksi TBC dalam tubuh.
  • Negatif: Tidak ada perbedaan signifikan antara kadar IFN-γ dalam tabung antigen dan kontrol negatif. Ini menunjukkan bahwa tidak ada sel memori yang bereaksi, sehingga kemungkinan besar tidak ada infeksi TBC.
  • Tidak Pasti (Indeterminate): Hasil ini diberikan jika kontrol positif tidak bekerja (menandakan sel darah putih pasien tidak merespons dengan baik) atau ada masalah teknis lainnya. Tes mungkin perlu diulang.

Keunggulan Cara Kerja Tes IGRA

Cara kerja Tes IGRA yang berbasis laboratorium ini menawarkan beberapa keunggulan:

  • Objektif: Hasil berupa angka pengukuran, mengurangi kesalahan subjektif seperti pada pembacaan benjolan di tes Mantoux.
  • Spesifik: Hanya bereaksi terhadap bakteri TBC sejati, tidak silang dengan vaksin BCG atau kebanyakan mikobakteria non-tuberkulosis.
  • Praktis: Pasien hanya perlu sekali kunjungan untuk pengambilan darah.

Dengan memahami cara kerja Tes IGRA, kita dapat lebih menghargai akurasi dan keandalan tes ini dalam mendeteksi infeksi TBC. Prosesnya yang sistematis dan berbasis bukti ilmiah menjadikannya alat diagnostik yang sangat berharga dalam memerangi Tuberkulosis.

Ikuti perkembangan informasi laboratorium medis terbaru dengan mengikuti Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram di sini, Facebook di sini, dan Twitter/X di sini. Dukung kami untuk terus memberikan artikel informatif dengan memberikan DONASI terbaikmu melalui Donasi via DANA di sini.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment