Neutropenia: Ketika Pertahanan Tubuh Melemah dan Rentan Infeksi

Table of Contents

Neutropenia: Ketika Pertahanan Tubuh Melemah dan Rentan Infeksi

INFOLABMED.COM - Neutropenia adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan jumlah sel neutrofil yang abnormally rendah dalam darah. 

Neutrofil, sebuah jenis sel darah putih, merupakan garis pertahanan pertama tubuh dalam melawan infeksi, terutama yang disebabkan oleh bakteri dan jamur. Ketika kadar neutrofil turun, tubuh menjadi sangat rentan terhadap serangan infeksi, bahkan dari kuman yang biasanya tidak berbahaya.

Apa Itu Neutropenia dan Bagaimana Mendiagnosisnya?

Neutropenia didiagnosis melalui pemeriksaan hitung darah lengkap (HDL). Nilai normal neutrofil absolut (Absolute Neutrophil Count/ANC) biasanya di atas 1500 sel per mikroliter darah. Neutropenia secara umum diklasifikasikan sebagai:

  • Ringan: ANC 1000 - 1500 sel/µL
  • Sedang: ANC 500 - 1000 sel/µL
  • Berat: ANC < 500 sel/µL

Semakin rendah angka ANC, semakin tinggi risiko terjadinya infeksi yang serius dan mengancam jiwa.

Penyebab Umum Neutropenia

Penyebab neutropenia sangat beragam, mulai dari yang sementara hingga kronis. Beberapa penyebab utama meliputi:

  1. Supresi Sumsum Tulang:

    • Kemoterapi dan Radioterapi: Ini adalah penyebab paling umum. Terapi kanker sering menekan produksi sel darah di sumsum tulang, termasuk neutrofil.
    • Obat-obatan Tertentu: Beberapa antibiotik, obat tekanan darah, dan antipsikotik dapat menyebabkan neutropenia sebagai efek samping.
    • Leukemia dan Mielodisplasia: Kanker darah mengganggu produksi sel darah normal.
  2. Peningkatan Penghancuran Neutrofil:

    • Infeksi: Infeksi virus (seperti influenza, HIV, dengue), bakteri berat, atau sepsis dapat mengonsumsi neutrofil lebih cepat daripada produksinya.
    • Penyakit Autoimun: Tubuh secara keliru memproduksi antibodi yang menyerang dan menghancurkan neutrofilnya sendiri.
  3. Kekurangan Nutrisi: Kekurangan vitamin B12 atau asam folat yang parah dapat mengganggu produksi sel darah.

  4. Kongenital (Bawaan Lahir): Beberapa kondisi langka, seperti Sindrom Kostmann, menyebabkan neutropenia sejak lahir.

Gejala dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

Neutropenia sendiri seringkali tidak menimbulkan gejala. Gejala yang muncul biasanya merupakan akibat dari infeksi yang terjadi karena tubuh tidak memiliki pertahanan yang memadai. Waspadai tanda-tanda berikut:

  • Demam (gejala paling penting dan sering menjadi satu-satunya tanda).
  • Sering infeksi atau infeksi yang berulang.
  • Sariawan atau luka di mulut.
  • Sakit tenggorokan dan batuk.
  • Infeksi sinus atau telinga.
  • Ruam kulit.
  • Luka yang lama sembuh, kemerahan, atau bengkak.
  • Menggigil dan berkeringat.

Pada neutropenia berat, infeksi dapat dengan cepat berkembang menjadi sepsis, suatu kondisi gawat darurat medis.

Penanganan dan Tatalaksana Neutropenia

Penanganan neutropenia difokuskan pada mengatasi penyebab yang mendasari dan mencegah serta mengobati infeksi.

  1. Mengatasi Penyebab: Mengganti obat yang menyebabkan neutropenia, mengobati infeksi yang mendasari, atau menangani penyakit autoimun.
  2. Terapi untuk Meningkatkan Produksi Neutrofil: Pada pasien kemoterapi, dokter dapat memberikan suntikan Faktor Perangsang Koloni Granulosit (G-CSF) untuk merangsang sumsum tulang memproduksi lebih banyak neutrofil.
  3. Manajemen Infeksi:
    • Demam Neutropenia: Pasien dengan demam dan neutropenia harus segera mendapat pertolongan medis dan biasanya akan dirawat untuk mendapatkan antibiotik spektrum luas secara intravena (IV).
    • Obat Antijamur atau Antiviral: Diberikan jika dicurigai adanya infeksi jamur atau virus.
  4. Tindakan Pencegahan:
    • Menjaga kebersihan tangan dengan ketat.
    • Menghindari kerumunan dan kontak dengan orang yang sakit.
    • Memastikan makanan dimasak dengan matang dan menghindari buah/sayuran mentah yang tidak bisa dikupas.
    • Menjaga kebersihan mulut dengan sikat gigi berbulu lembut.

Kesimpulan

Neutropenia adalah suatu kondisi yang serius yang tidak boleh diabaikan. Pemahaman yang baik tentang penyebab, gejala, dan langkah pencegahan infeksi sangat penting, terutama bagi pasien yang menjalani kemoterapi atau memiliki kondisi yang berisiko. Diagnosis dini melalui pemeriksaan darah rutin dan penanganan yang cepat dan tepat adalah kunci untuk mencegah komplikasi yang mengancam jiwa dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Dapatkan informasi medis dan laboratorium lainnya yang terpercaya dengan mengikuti Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram di sini, Facebook di sini, dan Twitter/X di sini. Bantu kami terus berkembang dengan memberikan DONASI sukarela melalui Donasi via DANA di sini.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment