Waspada! Gejala Tak Biasa yang Jadi Tanda Bahaya Jantung dan Stroke di Indonesia

Table of Contents

Waspada! Gejala Tak Biasa Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Jantung-Stroke


Penyakit jantung dan stroke adalah dua momok yang mengancam kesehatan masyarakat Indonesia, bahkan dunia. Kedua penyakit ini seringkali terlambat terdeteksi, namun dampaknya bisa sangat fatal.

Gejala Awal Penyakit Jantung dan Stroke: Kenali Tanda-Tanda Peringatan

Profesor Rasha Al-Lamee, seorang ahli jantung terkemuka dari Imperial College London, memberikan pencerahan mengenai beberapa gejala harian yang bisa menjadi 'tanda peringatan' masalah jantung. Gejala-gejala ini, meskipun seringkali dianggap sepele, sebenarnya bisa menjadi indikasi awal adanya gangguan pada sistem kardiovaskular. Perlu diingat bahwa deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.

Gejala Umum yang Perlu Diwaspadai

Beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Sesak napas saat beraktivitas: Jika Anda merasa kesulitan bernapas saat melakukan aktivitas ringan, ini bisa menjadi tanda masalah jantung.
  • Nyeri dada yang hilang timbul tanpa sebab jelas: Nyeri dada yang datang dan pergi tanpa alasan yang jelas perlu mendapatkan perhatian medis.
  • Rasa lelah tak biasa: Kelelahan yang berlebihan dan tidak membaik dengan istirahat bisa menjadi gejala masalah jantung.

Gejala Khusus pada Wanita

Wanita perlu lebih waspada terhadap gejala berikut, karena seringkali gejala serangan jantung pada wanita berbeda dengan pria:

  • Mual
  • Gangguan pencernaan
  • Pusing
  • Nyeri perut bagian atas
  • Pingsan

Penting untuk diingat bahwa separuh pasien yang mengalami serangan jantung tidak menunjukkan gejala yang jelas. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin sangat penting, seperti pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, dan diabetes. Penggunaan obat pencegahan, jika diperlukan, dapat menyelamatkan nyawa, seperti yang diungkapkan oleh Profesor Rasha dalam Daily Mail pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Tanda-Tanda Tak Biasa yang Perlu Diperhatikan

Selain gejala umum di atas, ada beberapa tanda lain yang mungkin tampak tidak berhubungan langsung, namun ternyata memiliki kaitan dengan penyakit jantung dan stroke. Berikut beberapa di antaranya:

Masalah Gusi Berdarah

Masalah gusi berdarah rupanya dapat menjadi tanda adanya masalah kardiovaskular. Sebuah studi yang didanai British Heart Foundation menemukan bahwa pengidap penyakit gusi memiliki kemungkinan 69% lebih tinggi terkena diabetes tipe 2, yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Riset lain menunjukkan pengobatan penyakit gusi dapat memperbaiki fungsi arteri dan mengurangi peradangan di seluruh tubuh. Ini terkait dengan mikrobioma mulut yang terganggu, menyebabkan bakteri berbahaya berkembang dan memicu peradangan. Bakteri ini dapat masuk ke aliran darah dan mempercepat penumpukan di arteri, meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Profesor Rasha juga menekankan bahwa orang dengan penyakit gusi seringkali memiliki penyakit lain yang memperburuk risiko kardiovaskular.

Disfungsi Ereksi pada Pria

Arteri kecil yang menyuplai darah ke penis dapat tersumbat dan menyempit bertahun-tahun sebelum pembuluh besar di jantung menunjukkan tanda masalah. Akibatnya, pria dengan disfungsi ereksi lebih mungkin mengalami gangguan kardiovaskular serius. Sebuah tinjauan besar yang diterbitkan tahun 2020 di British Journal of Urology menemukan bahwa pria dengan disfungsi ereksi lebih mungkin terkena penyakit jantung. Penyumbatan pada arteri penis bisa menjadi tanda awal aterosklerosis, penumpukan lemak di arteri, yang juga berkembang di bagian tubuh lain.

Mendengkur dan Obstructive Sleep Apnea (OSA)

Tidur sambil ngorok seringkali dikaitkan dengan obstructive sleep apnoea (OSA). Sebuah tinjauan tahun 2022 terhadap lebih dari 150 ribu pasien menemukan orang yang tidur ngorok memiliki peluang 28 persen lebih tinggi mengalami penyakit arteri koroner. Walau mendengkur tidak langsung terkait, sleep apnea berhubungan dengan obesitas dan kondisi metabolik lain. Jadi, mendengkur perlu dianggap sebagai tanda peringatan jika Anda belum mengelola faktor risiko tersebut.

Jari-jari Mati Rasa dan Kesemutan Saat Dingin

Ketika suhu turun, pembuluh darah menyempit, meningkatkan tekanan darah. Hal ini dapat menyebabkan tangan dan kaki tampak pucat, kebiruan, mati rasa, atau kesemutan. Meskipun ini respons normal bagi kebanyakan orang, efeknya bisa lebih parah jika jantung bermasalah atau peredaran darah tidak baik. Ini bisa menjadi petunjuk tambahan jika digabung dengan faktor risiko lain. Profesor Rasha mengingatkan untuk mewaspadai tanda-tanda ini, terutama jika Anda memiliki faktor risiko lain.

Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan

Penyakit jantung dan stroke seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas di awal. Oleh karena itu, deteksi dini dan pencegahan adalah kunci untuk mengurangi risiko dan menyelamatkan nyawa. Jika Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas, segera konsultasikan dengan dokter. Selain itu, terapkan gaya hidup sehat, seperti menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, tidak merokok, dan mengelola stres.

Ikuti dan Dukung Infolabmed.com

Mari terhubung melalui media sosial dan dukung perkembangan website Infolabmed.com

Follow Media Sosial Infolabmed.com

📢

Telegram

Follow
👍

Facebook

Follow
🐦

Twitter/X

Follow

Dukungan untuk Infolabmed.com

Beri Donasi untuk Perkembangan Website

Dukung Infolabmed.com dengan memberikan donasi terbaikmu melalui DANA. Setiap kontribusi sangat berarti untuk pengembangan dan pemeliharaan website.

Donasi via DANA

Produk Infolabmed

Alat Pemeriksaan Glukosa Darah

Nama Produk: PORLAK BGM-102 - Alat Cek Gula Darah Digital Akurat, Hasil 5 Detik, Bonus Lancet & Baterai

Harga: Rp 270.000

© 2025 Infolabmed.com | Terima kasih atas dukungannya

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment