Vorasidenib Ditolak: Harapan Pasien Kanker Otak di Inggris Sirna

Table of Contents

'Devastating' NHS decision on new drug vorasidenib dismays brain cancer patients | UK News | Sky News


Keputusan yang sangat mengecewakan datang dari Inggris pada tanggal 15 Oktober 2025 pukul 14:00 waktu setempat. National Institute for Health and Care Excellence (NICE) menolak memberikan akses terhadap obat vorasidenib bagi pasien kanker otak di layanan kesehatan nasional (NHS).

Penolakan ini didasarkan pada ketidakjelasan data ekonomi dan kurangnya bukti yang meyakinkan mengenai peningkatan harapan hidup secara keseluruhan bagi pasien. Keputusan ini menimbulkan kekecewaan mendalam bagi pasien yang sangat membutuhkan pengobatan inovatif untuk melawan penyakit mematikan ini.

Alasan Penolakan dan Dampaknya

NICE menjelaskan bahwa penolakan vorasidenib disebabkan oleh ketidakpastian dalam data ekonomi yang disajikan. Selain itu, masih belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa obat ini secara signifikan meningkatkan peluang kelangsungan hidup pasien secara keseluruhan.

Keputusan ini berarti pasien kanker otak di Inggris tidak akan dapat mengakses pengobatan baru yang berpotensi memperlambat atau menghentikan pertumbuhan tumor. Hal ini tentu saja menambah beban penderitaan bagi mereka yang sudah berjuang melawan penyakit yang sangat serius ini.

Siapa yang Terkena Dampak?

Vorasidenib ditujukan bagi pasien berusia 12 tahun ke atas yang telah menjalani operasi untuk jenis glioma tingkat rendah dengan mutasi genetik IDH1 atau IDH2. Diperkirakan sekitar 300 orang di Inggris yang memenuhi syarat untuk menerima pengobatan ini jika disetujui.

Pengobatan standar saat ini melibatkan operasi, diikuti oleh radioterapi atau kemoterapi, yang seringkali memiliki efek samping yang signifikan. Vorasidenib, dalam uji klinis, menunjukkan hasil positif dengan tumor menyusut dan penundaan kebutuhan intervensi lain.

Pengalaman Pasien: Harapan dan Kekecewaan

Taylor Pepper, seorang wanita berusia 35 tahun dari Peterborough, adalah salah satu pasien yang merasakan dampak langsung dari keputusan ini. Dia didiagnosis menderita tumor otak oligodendroglioma pada tahun 2024 setelah pemeriksaan mata rutin mendeteksi pembengkakan di belakang mata kanannya.

Mrs. Pepper, yang telah menikah dan memiliki seorang putri berusia enam tahun, terpaksa berhenti menjalankan bisnisnya dan menyerahkan surat izin mengemudinya. Dia bergabung dalam uji klinis vorasidenib dan mengalami tumornya menyusut, memungkinkannya menjalani hidup yang lebih baik.

"Meskipun saya tetap positif, ini sangat menakutkan," kata Mrs. Pepper. "Tetapi dengan pengobatan ini, saya tahu saya berada di tempat yang baik."

Baca Juga: Penyakit Multiple Sclerosis (MS): Gejala, Pengobatan, dan Dukungan

"Mampu mengonsumsi obat ini telah memberi saya lebih banyak manfaat. Saya dapat menjalani hidup normal dan membuat kenangan bersama putri kecil saya." Mrs. Pepper juga menambahkan bahwa penolakan ini sangat menyedihkan.

Suara dari Komunitas Pasien

Dawn Emerton, seorang pengurus Astro Brain Tumour Fund, yang putranya Shay menerima obat tersebut, menyatakan kekecewaannya. Ia berharap NICE mempertimbangkan kembali keputusannya.

Emerton menekankan bahwa jika NICE membatalkan keputusannya, pasien yang memenuhi syarat dapat merasakan peningkatan kualitas hidup, lebih sedikit kejang, dan penundaan pengobatan dengan terapi yang lebih keras. Keputusan tersebut juga akan menunjukkan komitmen Inggris terhadap inovasi dan memberikan harapan bagi kemajuan pengobatan tumor otak.

Tanggapan dari Ahli

Dr. Simon Newman, kepala petugas ilmiah di The Brain Tumour Charity, juga menyuarakan kekecewaannya. Ia menyatakan bahwa keputusan ini sangat mengecewakan karena berarti lebih banyak pasien harus menjalani kemoterapi dan radioterapi lebih awal dari yang diperlukan.

Meskipun kemoterapi dan radioterapi efektif, mereka juga dapat memiliki efek samping jangka panjang yang signifikan. Dr. Newman mendesak komunitas untuk membantu mengubah keputusan NICE menjadi 'ya' dengan mendukung pengobatan yang lebih baik.

Pentingnya Akses Terhadap Pengobatan Inovatif

IDH-mutant low-grade gliomas adalah salah satu tumor otak primer yang paling umum didiagnosis pada orang di bawah usia 50 tahun. Oleh karena itu, akses terhadap pengobatan yang efektif dan inovatif seperti vorasidenib sangat penting.

Uji klinis yang melibatkan 331 pasien dari 10 negara menunjukkan bahwa vorasidenib memperlambat atau bahkan menghentikan pertumbuhan tumor pada pasien dengan glioma IDH-mutan grade 2. Hal ini memberikan harapan baru bagi pasien dan keluarga mereka.

Upaya Mendapatkan Kembali Akses

Komunitas pasien dan organisasi pendukung sedang berupaya untuk meyakinkan NICE agar mempertimbangkan kembali keputusannya. Mereka berharap dapat menunjukkan pentingnya akses terhadap vorasidenib untuk meningkatkan kualitas hidup dan harapan hidup pasien kanker otak.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan keputusan yang lebih baik dapat diambil demi kepentingan pasien kanker otak di Inggris. Perjuangan untuk mendapatkan akses terhadap pengobatan yang lebih baik terus berlanjut.

Ikuti dan Dukung Infolabmed.com

Mari terhubung melalui media sosial dan dukung perkembangan website Infolabmed.com

Follow Media Sosial Infolabmed.com

📢

Telegram

Follow
👍

Facebook

Follow
🐦

Twitter/X

Follow

Dukungan untuk Infolabmed.com

Beri Donasi untuk Perkembangan Website

Dukung Infolabmed.com dengan memberikan donasi terbaikmu melalui DANA. Setiap kontribusi sangat berarti untuk pengembangan dan pemeliharaan website.

Donasi via DANA

Produk Infolabmed

Alat Pemeriksaan Glukosa Darah

Nama Produk: PORLAK BGM-102 - Alat Cek Gula Darah Digital Akurat, Hasil 5 Detik, Bonus Lancet & Baterai

Harga: Rp 270.000

© 2025 Infolabmed.com | Terima kasih atas dukungannya

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment