Studi Baru: 3 Faktor Risiko Paling Mematikan dari Penyakit Hati Terumum di Dunia

Penyakit hati kronis, yang dikenal sebagai Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease (MASLD), adalah masalah kesehatan global yang semakin meningkat. Lebih dari sepertiga populasi dunia menderita kondisi ini, menjadikannya penyakit hati kronis paling umum di seluruh dunia.
MASLD berkembang ketika penumpukan lemak berlebihan terjadi di hati, seringkali terkait dengan berbagai masalah kesehatan. Kondisi ini dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat, mendorong para peneliti untuk terus mempelajari faktor risiko yang paling berkontribusi terhadap kematian akibat penyakit ini.
Apa Itu MASLD?
MASLD, sebelumnya dikenal sebagai penyakit hati berlemak non-alkoholik (NAFLD), dikaitkan dengan lima masalah kesehatan utama. Ini termasuk obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, dan kadar kolesterol HDL rendah, sering disebut sebagai kolesterol “baik”.
Faktor-faktor ini secara kolektif dikenal sebagai faktor risiko kardiometabolik karena memengaruhi kesehatan jantung dan metabolisme. Jika tidak diobati, MASLD dapat berkembang menjadi komplikasi serius, termasuk penyakit hati lanjut, masalah jantung, dan gangguan ginjal.
Tiga Faktor Risiko Utama yang Paling Berbahaya
Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology oleh Keck Medicine of USC telah mengungkap tiga faktor risiko kardiometabolik yang paling terkait dengan peningkatan risiko kematian pada penderita MASLD. Studi ini menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi, prediabetes atau diabetes tipe 2, dan kadar kolesterol HDL rendah merupakan ancaman terbesar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko kematian meningkat sebesar 40% untuk penderita dengan tekanan darah tinggi, 25% untuk mereka dengan prediabetes atau diabetes tipe 2, dan 15% untuk mereka dengan kolesterol HDL rendah. Penemuan ini memberikan wawasan penting bagi dokter dalam mengidentifikasi dan mengelola pasien dengan risiko tertinggi.
Sorotan Studi: Temuan Penting
Penemuan ini tidak bergantung pada jumlah atau kombinasi faktor risiko kardiometabolik yang dimiliki pasien. Hasilnya tetap konsisten terlepas dari jenis kelamin, ras, atau etnis pasien.
Norah A. Terrault, MD, seorang hepatologis di Keck Medicine dan penulis senior studi, menekankan pentingnya temuan ini. "Mengetahui aspek MASLD mana yang dapat menyebabkan hasil yang lebih buruk dapat membantu kami menawarkan perawatan terbaik kepada pasien," katanya.
Tekanan Darah Tinggi: Lebih Berbahaya dari Diabetes?
Peneliti terkejut menemukan bahwa tekanan darah tinggi dikaitkan dengan kemungkinan kematian yang lebih tinggi daripada diabetes. Matthew Dukewich, MD, PharmD, MS, seorang rekan hepatologi transplantasi USC dan penulis utama studi, menyoroti perubahan pemahaman ini.
Baca Juga: HbA1c Tinggi? Kenali Tabung HbA1c dan Prosedur Tesnya di Sini!
"Sampai sekarang, umumnya dianggap bahwa diabetes adalah masalah kesehatan paling mendesak bagi pasien MASLD, yang merupakan wawasan kunci," katanya. Temuan ini menyoroti pentingnya pengelolaan tekanan darah dalam perawatan pasien MASLD.
Obesitas dan Indeks Massa Tubuh (BMI)
Studi ini juga menemukan bahwa obesitas, faktor risiko kardiometabolik yang paling umum pada MASLD, dapat secara substansial meningkatkan risiko kematian. Peningkatan ini bergantung pada indeks massa tubuh (BMI) pasien, yang merupakan ukuran perkiraan persentase lemak tubuh berdasarkan tinggi dan berat badan.
Semakin tinggi BMI pasien, semakin tinggi pula asosiasi dengan kematian. Hal ini menekankan pentingnya pengelolaan berat badan dalam mencegah perkembangan penyakit dan mengurangi risiko kematian terkait MASLD.
Implikasi dan Arah Penelitian Selanjutnya
Penelitian ini menambah bukti yang berkembang bahwa pasien dengan lebih banyak faktor risiko kardiometabolik cenderung memiliki hasil yang lebih buruk. Studi ini menemukan bahwa risiko kematian pada pasien MASLD meningkat sebesar 15% untuk setiap faktor risiko kardiometabolik tambahan yang ada.
Peneliti menggunakan data dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES), yang mengumpulkan informasi kesehatan tentang anak-anak dan orang dewasa di Amerika Serikat dari tahun 1988 hingga 2018. Dari 134.515 peserta berusia 20 tahun ke atas, sekitar 21.000 pasien memenuhi syarat menderita MASLD.
Kesimpulan
Studi ini memberikan wawasan berharga tentang faktor risiko yang paling penting dalam MASLD. Dengan mengidentifikasi faktor-faktor ini, dokter dapat memfokuskan upaya mereka untuk menawarkan perawatan terbaik kepada pasien.
Para penulis studi berharap untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang latar belakang genetik pasien, kebiasaan diet, dan penggunaan alkohol dalam kaitannya dengan hasil MASLD. Tujuan akhirnya adalah untuk memberikan profil risiko yang lebih komprehensif dan mengidentifikasi mereka yang paling membutuhkan intervensi.
Referensi: “Differential Effects of Cardiometabolic Risk Factors on All-Cause Mortality in US Adults with Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease (MASLD)” by Matthew Dukewich, Jennifer L. Dodge, Liyun Yuan and Norah A. Terrault, 17 September 2025, Clinical Gastroenterology and Hepatology. DOI: 10.1016/j.cgh.2025.09.003
Ikuti dan Dukung Infolabmed.com
Mari terhubung melalui media sosial dan dukung perkembangan website Infolabmed.com
Dukungan untuk Infolabmed.com
Beri Donasi untuk Perkembangan Website
Dukung Infolabmed.com dengan memberikan donasi terbaikmu melalui DANA. Setiap kontribusi sangat berarti untuk pengembangan dan pemeliharaan website.
Donasi via DANAProduk Infolabmed
Nama Produk: PORLAK BGM-102 - Alat Cek Gula Darah Digital Akurat, Hasil 5 Detik, Bonus Lancet & Baterai
Harga: Rp 270.000
© 2025 Infolabmed.com | Terima kasih atas dukungannya
Post a Comment