Prinsip Kerja ASO: Memahami Tes Antistreptolysin O untuk Deteksi Infeksi Streptococcus

Table of Contents

Prinsip Kerja ASO: Memahami Tes Antistreptolysin O untuk Deteksi Infeksi Streptococcus


INFOLABMED.COM - Tes ASO (Antistreptolysin O) adalah pemeriksaan darah penting untuk mendeteksi infeksi bakteri Streptococcus pyogenes grup A. 

Prinsip kerja ASO tidak langsung mendeteksi bakteri itu sendiri, melainkan mengukur respons imun tubuh terhadap racun yang dihasilkan oleh bakteri tersebut. Pemahaman tentang prinsip kerja ASO ini sangat krusial untuk mendiagnosis komplikasi pasca-infeksi streptokokus, seperti demam reumatik dan glomerulonefritis.

Apa Itu Tes ASO?

Sebelum memahami prinsip kerja ASO, perlu diketahui bahwa ASO adalah singkatan dari Antistreptolysin O. Ini adalah jenis antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh kita sebagai respons terhadap racun yang disebut Streptolysin O, yang dilepaskan oleh bakteri Streptococcus pyogenes grup A. Tes ASO mengukur kadar antibodi ini dalam darah.

Prinsip Dasar Kerja Tes ASO

Prinsip kerja ASO didasarkan pada reaksi netralisasi antara antigen dan antibodi. Secara sederhana, tes ini dirancang untuk melihat apakah darah pasien mengandung antibodi (ASO) yang dapat menetralkan racun Streptolysin O.

Berikut adalah penjelasan prinsip kerja ASO secara bertahap:

  1. Infeksi Awal: Bakteri Streptococcus pyogenes menginfeksi tubuh (biasanya menyebabkan radang tenggorokan streptokokus) dan melepaskan racun Streptolysin O.
  2. Respons Imun: Tubuh mengenali racun ini sebagai zat asing (antigen) dan mulai memproduksi antibodi spesifik untuk melawannya, yaitu Antistreptolysin O (ASO).
  3. Prinsip dalam Tabung Reaksi: Di laboratorium, sampel serum darah pasien dicampur dengan sejumlah antigen Streptolysin O yang telah diketahui.
  4. Reaksi Netralisasi: Jika di dalam serum pasien terdapat antibodi ASO, maka antibodi tersebut akan berikatan dengan antigen Streptolysin O dan menetralisirnya.
  5. Deteksi Akhir (Tahap Penentu): Setelah reaksi netralisasi, ditambahkan sel darah merah kelinci (atau partikel lateks yang dilapisi Streptolysin O) ke dalam campuran.
    • Jika ASO NEGATIF/TIDAK ADA: Tidak ada antibodi ASO yang menetralisir racun. Racun Streptolysin O yang masih aktif akan menghancurkan (melisis) sel darah merah kelinci. Hasilnya adalah tidak terjadi penggumpalan (hemolisis).
    • Jika ASO POSITIF/ADA: Antibodi ASO telah menetralisir racun Streptolysin O. Racun menjadi tidak aktif dan tidak dapat melisis sel darah merah. Hasilnya adalah tidak terjadi hemolisis (pada metode lateks, akan terlihat penggumpalan/aglutinasi).

Metode Pemeriksaan ASO

Prinsip kerja ASO dapat diimplementasikan dalam beberapa metode, dengan metode lateks aglutination yang paling umum:

  • Metode Lateks Aglutination: Partikel lateks dilapisi dengan antigen Streptolysin O. Ketika dicampur dengan serum yang mengandung ASO, akan terjadi aglutinasi (penggumpalan) yang terlihat secara visual. Metode ini cepat dan sederhana.
  • Metode Kuantitatif (Turbidimetri/ELISA): Memberikan hasil berupa angka (titer) yang lebih akurat, misalnya 200 IU/mL. Titer ini mengukur berapa banyak pengenceran serum yang masih menunjukkan reaksi positif.

Interpretasi Hasil Berdasarkan Prinsip Kerja ASO

  • Titer ASO Rendah/Negatif: Menandakan tidak ada infeksi streptokokus baru-baru ini, atau tubuh tidak menghasilkan respons antibodi yang signifikan.
  • Titer ASO Meninggi: Menunjukkan bahwa telah terjadi infeksi Streptococcus grup A dalam beberapa minggu atau bulan terakhir. Peningkatan titer ASO sebanyak 2 kali lipat antara sampel akut dan konvalesen (dengan jarak 2-4 minggu) merupakan bukti kuat infeksi streptokokus baru.

Mengapa Prinsip Kerja ASO Penting?

Pemahaman tentang prinsip kerja ASO menjelaskan mengapa tes ini sangat berguna. Tes ini tidak digunakan untuk mendiagnosis infeksi tenggorokan akut, tetapi untuk:

  • Mendiagnosis Komplikasi Pasca-Streptokokus: Seperti demam reumatik dan glomerulonefritis.
  • Mengonfirmasi Infeksi Terdahulu: Pada pasien yang gejalanya tidak khas.

Dengan demikian, prinsip kerja ASO yang mengandalkan deteksi antibodi menjadikannya alat yang handal untuk menyelidiki jejak infeksi streptokokus di dalam tubuh dan kaitannya dengan penyakit autoimun yang dapat menyertainya.

Dapatkan informasi kesehatan dan laboratorium terkini dengan mengikuti media sosial Infolabmed.com. Bergabunglah di channel Telegram, like halaman Facebook kami, dan ikuti update di Twitter/X. Jika artikel ini bermanfaat, dukung perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment