Penemuan Terobosan: Ilmuwan Hentikan Protein Otak Beracun Penyebab Parkinson

Table of Contents

Scientists Halt Toxic Brain Protein Behind Parkinson’s in Landmark Study


Penyakit Parkinson adalah gangguan neurodegeneratif progresif yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Penyakit ini ditandai dengan hilangnya sel-sel saraf di otak yang menghasilkan dopamin, neurotransmitter penting untuk mengontrol gerakan. Gejala Parkinson meliputi tremor, kekakuan, kesulitan bergerak, dan masalah keseimbangan. Namun, harapan baru muncul dalam bentuk penemuan terobosan dari para ilmuwan, memberikan harapan baru bagi penderita penyakit ini.

Para peneliti telah berhasil merancang peptida yang menstabilkan protein otak kunci yang terkait dengan Parkinson. Para ilmuwan dari University of Bath, bekerja sama dengan kolega di Universitas Oxford dan Bristol, telah menciptakan molekul baru yang menghentikan protein kunci menggumpal di otak. Protein ini, yang disebut alpha-synuclein, terkait dengan penyakit Parkinson dan beberapa bentuk demensia.

Memahami Alpha-Synuclein dan Perannya dalam Parkinson

Alpha-synuclein adalah protein yang terutama ditemukan di sel-sel otak (neuron), di mana ia membantu mengontrol pelepasan utusan kimia seperti dopamin. Dopamin sangat penting untuk memungkinkan neuron berkomunikasi satu sama lain. Dalam penderita Parkinson, alpha-synuclein mulai saling menempel, membentuk gumpalan berbahaya yang merusak dan membunuh sel-sel saraf.

Proses ini memicu gejala terkait gerakan penyakit, termasuk tremor, kekakuan, dan kesulitan mengendalikan gerakan. Meskipun obat-obatan saat ini dapat meringankan gejala ini, namun belum ada obat untuk Parkinson. Normalnya, alpha-synuclein dalam 'keadaan alami' seperti untaian fleksibel, tetapi ketika aktif, ia membentuk dirinya menjadi helix, yang sangat penting untuk fungsinya dalam mengikat dan mengangkut dopamin.

Bagaimana Peptida Baru Bekerja?

Tim peneliti merekayasa fragmen peptida yang mengunci alpha-synuclein ke dalam bentuk sehatnya, memblokir konversinya menjadi gumpalan beracun yang menyebabkan kematian sel saraf. Uji laboratorium menunjukkan bahwa peptida tersebut stabil, menembus sel-sel seperti otak, dan memulihkan gerakan sambil mengurangi endapan protein pada model cacing Parkinson.

Penemuan ini, yang diterbitkan dalam jurnal JACS Au pada 4 September 2025, menunjukkan potensi desain peptida rasional untuk mengubah protein besar dan tidak stabil menjadi molekul seperti obat yang kompak. Hasil penelitian ini merupakan langkah signifikan menuju pengembangan pengobatan berbasis peptida baru untuk kondisi neurodegeneratif yang saat ini tidak dapat diobati.

Baca Juga: Waspada! Gangguan Tidur 'Gelisah' Bisa Jadi Tanda Peringatan Demensia

Dampak dan Harapan untuk Masa Depan

Profesor Jody Mason dari Departemen Ilmu Hayati di University of Bath, menyatakan bahwa penelitian mereka menunjukkan bahwa dimungkinkan untuk merancang secara rasional peptida kecil yang tidak hanya mencegah agregasi protein berbahaya, tetapi juga berfungsi di dalam sistem kehidupan. Ini membuka jalan yang menarik menuju terapi baru untuk Parkinson dan penyakit terkait, di mana pilihan pengobatan masih sangat terbatas.

Dr. Julia Dudley, Kepala Penelitian di Alzheimer’s Research UK, yang mendanai penelitian tersebut, menambahkan bahwa penelitian ini sangat menggembirakan. Dr. Dudley mengatakan bahwa dengan menstabilkan alpha-synuclein dalam bentuk sehatnya, ini dapat membuka pintu bagi kelas pengobatan baru yang dapat memperlambat perkembangan penyakit seperti Parkinson dan demensia dengan badan Lewy.

Langkah Berikutnya dalam Penelitian

Penelitian lebih lanjut diperlukan, tetapi tim peneliti berharap bahwa kemajuan yang berkelanjutan akan memungkinkan molekul ini dan molekul serupa untuk maju menuju pengujian klinis dalam beberapa tahun mendatang. Penelitian ini didanai oleh BRACE, Alzheimer’s Research UK, Biotechnology and Biological Sciences Research Council, dan Engineering and Physical Sciences Research Council.

Penemuan ini adalah harapan baru bagi jutaan orang yang terkena dampak penyakit Parkinson. Dengan terus melakukan penelitian dan pengembangan, para ilmuwan berharap dapat menemukan pengobatan yang efektif untuk menghentikan atau bahkan membalikkan perkembangan penyakit ini. Ini menunjukkan bahwa penelitian ilmiah yang terus-menerus dapat menghasilkan solusi inovatif yang dapat mengubah kehidupan penderita penyakit neurodegeneratif.

Referensi: “Stabilizing a Native Fold of Alpha-Synuclein with Short Helix-Constrained Peptides” oleh Richard M. Meade, Scott G. Allen, Amy J. Lopez, Christopher Williams, Iona Thomas-Wright, Rachel Heon-Roberts, Mara Carey-Wood, T. M. Simon Tang, Julia E. Sero, Vicky L. Hunt, Richard Wade-Martins, Matthew P. Crump dan Jody M. Mason, JACS Au.DOI: 10.1021/jacsau.5c00694

Ikuti dan Dukung Infolabmed.com

Mari terhubung melalui media sosial dan dukung perkembangan website Infolabmed.com

Follow Media Sosial Infolabmed.com

📢

Telegram

Follow
👍

Facebook

Follow
🐦

Twitter/X

Follow

Dukungan untuk Infolabmed.com

Beri Donasi untuk Perkembangan Website

Dukung Infolabmed.com dengan memberikan donasi terbaikmu melalui DANA. Setiap kontribusi sangat berarti untuk pengembangan dan pemeliharaan website.

Donasi via DANA

Produk Infolabmed

Alat Pemeriksaan Glukosa Darah

Nama Produk: PORLAK BGM-102 - Alat Cek Gula Darah Digital Akurat, Hasil 5 Detik, Bonus Lancet & Baterai

Harga: Rp 270.000

© 2025 Infolabmed.com | Terima kasih atas dukungannya

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment