Pemeriksaan Eritrosit Manual: Metode Klasik dengan Prinsip yang Tetap Relevan

Table of Contents

Pemeriksaan Eritrosit Manual: Metode Klasik dengan Prinsip yang Tetap Relevan

INFOLABMED.COM - Dalam era alat hematologi analyzer otomatis, pemeriksaan eritrosit manual tetap menjadi keterampilan fundamental yang harus dikuasai oleh setiap analis laboratorium. Metode ini, yang mengandalkan haemocytometer (kotak hitung), merupakan cara tradisional untuk menghitung jumlah sel darah merah secara presisi. 

Pengetahuan tentang prosedur ini tidak hanya penting untuk situasi darurat ketika alat analyzer rusak, tetapi juga sebagai alat verifikasi dan pemahaman mendasar tentang prinsip hematologi.

Prinsip Dasar Pemeriksaan Eritrosit Manual

Pemeriksaan eritrosit manual bekerja berdasarkan prinsip pengenceran dan perhitungan dalam volume yang diketahui. Darah diencerkan dengan larutan khusus dalam perbandingan tertentu, kemudian dimasukkan ke dalam bilik hitung (haemocytometer) yang memiliki grid dengan volume yang telah distandarisasi. Dengan menghitung jumlah sel dalam area grid tertentu dan mengalikannya dengan faktor pengenceran serta volume, jumlah eritrosit per mikroliter darah dapat ditentukan.

Alat dan Bahan yang Diperlukan

Untuk melakukan pemeriksaan eritrosit manual, beberapa alat dan bahan berikut mutlak diperlukan:

  • Haemocytometer: Pelat kaca dengan grid (biasanya Improved Neubauer) dan kedalaman bilik 0.1 mm.
  • Pipet Eritrosit (Pipet Thoma): Pipet kapiler yang memiliki tanda untuk darah (0.5) dan pengencer (101), menghasilkan pengenceran 1:200.
  • Larutan Pengencer: Biasanya Larutan Hayem atau Larutan Formol-Citrat. Fungsinya adalah mengencerkan darah, mencegah agregasi (penggumpalan) sel, dan mengawetkan sel.
  • Microscope dengan perbesaran 400x.
  • Kaca Penutup khusus untuk haemocytometer.

Prosedur Pemeriksaan Eritrosit Manual (Metode Makro)

Berikut adalah langkah-langkah klasik menggunakan pipet Thoma:

  1. Pengenceran Sampel: Hisap darah hingga tanda 0.5 pada pipet Thoma. Kemudian, hisap larutan Hayem hingga tanda 101. Dengan demikian, pengenceran yang didapat adalah 1:200.
  2. Kocok dengan Benar: Kocok pipet secara horizontal selama 3-5 menit untuk memastikan pengenceran yang homogen.
  3. Isi Bilik Hitung: Buang 2-3 tetes pertama dari ujung pipet, lalu letakkan ujung pipet menyentuh tepi bilik hitung. Biarkan cairan masuk secara kapiler dan mengisi bilik secara merata.
  4. Diamkan dan Hitung: Diamkan selama 2-3 menit agar sel mengendap. Letakkan haemocytometer di bawah mikroskop dan hitung jumlah eritrosit pada 5 kotak sedang (masing-masing berisi 16 kotak kecil) di dalam grid. Kelima kotak ini biasanya adalah 4 pojok dan 1 tengah.

Rumus Perhitungan Jumlah Eritrosit

Setelah penghitungan sel, gunakan rumus berikut:

Jumlah Eritrosit/µL = (Jumlah sel di 5 kotak sedang x 10.000 x Faktor Pengenceran)

Penjelasan Rumus:

  • Jumlah sel di 5 kotak sedang: Total sel yang dihitung.
  • Faktor Pengenceran: 200 (jika menggunakan pipet Thoma).
  • Faktor 10.000: Faktor konversi untuk menghitung jumlah sel per mikroliter, yang berasal dari perhitungan volume kotak yang dihitung.

Contoh: Jika jumlah sel di 5 kotak sedang adalah 500, maka perhitungannya: (500 x 10.000 x 200) / 5 = 200.000.000 sel/µL atau 5.0 juta/µL.

Kelebihan dan Keterbatasan

Kelebihan:

  • Relatif murah dan tidak memerlukan alat yang kompleks.
  • Dapat digunakan untuk memverifikasi hasil analyzer yang meragukan.
  • Memberikan pemahaman mendasar tentang prinsip penghitungan sel.

Keterbatasan:

  • Memakan waktu dan tenaga.
  • Rentan terhadap kesalahan manusia (human error) dalam pengenceran, pengisian bilik, dan penghitungan.
  • Presisi dan akurasinya lebih rendah dibandingkan alat otomatis.

Meskipun jarang digunakan dalam kerja rutin sehari-hari, kompetensi dalam pemeriksaan eritrosit manual tetap menjadi penanda kualitas seorang analis laboratorium medis.

Dapatkan informasi kesehatan dan laboratorium terkini dengan mengikuti media sosial Infolabmed.com. Bergabunglah di channel Telegram, like halaman Facebook kami, dan ikuti update di Twitter/X. Jika artikel ini bermanfaat, dukung perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment