Otak Menua, Memori Spasial Melemah: Studi pada Tikus Ungkap Penyebab

Table of Contents

How the Brain’s GPS System Falters With Age - Neuroscience News


Memori spasial, kemampuan untuk mengingat “di mana,” adalah salah satu keterampilan kognitif pertama yang menurun seiring bertambahnya usia. Hal ini menjadi perhatian utama karena kaitannya dengan demensia. Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh para peneliti di Stanford Medicine dan rekan-rekannya telah mengungkap mekanisme di balik penurunan memori spasial pada otak yang menua, menggunakan penelitian ekstensif pada tikus.

Penelitian ini dipublikasikan pada tanggal 3 Oktober di jurnal Nature Communications, dan memberikan wawasan berharga tentang bagaimana perubahan pada otak yang menua memengaruhi kemampuan kita untuk mengingat lokasi.

GPS Otak yang Bermasalah: Peran Medial Entorhinal Cortex

Penelitian ini berfokus pada medial entorhinal cortex (MEC), sebuah area otak yang berfungsi sebagai sistem navigasi internal. Para ilmuwan sering menyamakan MEC dengan sistem GPS otak, karena mengandung sel-sel khusus, yang disebut sel grid, yang bertugas membuat peta lingkungan. Sel-sel ini membantu kita memahami di mana kita berada dan bagaimana cara bergerak.

Dalam studi ini, para peneliti membandingkan aktivitas otak pada tikus muda (sekitar 3 bulan), tikus paruh baya (sekitar 13 bulan), dan tikus tua (sekitar 22 bulan). Usia ini setara dengan manusia berusia 20, 50, dan 75-90 tahun. Mereka menemukan bahwa seiring bertambahnya usia, sel grid di MEC menjadi kurang stabil dan kurang akurat. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam membedakan antara lingkungan yang serupa, seperti kesulitan membedakan lokasi parkir mobil di dua tempat yang berbeda.

Metode Penelitian: Uji Coba Realitas Virtual

Untuk menyelidiki hal ini, para peneliti menggunakan teknologi realitas virtual. Tikus dilatih untuk menavigasi jalur virtual untuk mendapatkan imbalan berupa tetesan air. Selama enam hari, para peneliti merekam aktivitas otak tikus saat mereka mempelajari lokasi imbalan.

Semua kelompok usia, pada awalnya, dapat mempelajari lokasi imbalan pada jalur tertentu. Namun, ketika tugas menjadi lebih menantang – dengan mengganti-ganti jalur secara acak – tikus tua mengalami kesulitan. Aktivitas sel grid mereka menjadi tidak teratur, yang mencerminkan kebingungan mereka.

Penemuan Penting: Identifikasi "Super-Agers" dan Peran Genetik

Meskipun sebagian besar tikus tua menunjukkan penurunan memori spasial, ada pengecualian. Beberapa tikus tua, yang disebut sebagai “super-agers”, memiliki performa memori yang sama baiknya dengan tikus muda. Penemuan ini mengindikasikan bahwa penurunan memori spasial bukanlah hal yang tak terhindarkan seiring bertambahnya usia.

Para peneliti menemukan bahwa tikus "super-agers" ini memiliki aktivitas sel grid yang kuat, menunjukkan bahwa faktor genetik atau saraf tertentu dapat melindungi memori spasial dari penurunan terkait usia. Studi lebih lanjut mengungkapkan 61 gen yang terkait dengan stabilitas atau penurunan memori spasial. Beberapa gen ini terkait dengan jaringan protein yang mengelilingi neuron, yang dikenal sebagai jaring perineuronal, yang mungkin memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas sel grid dan melindungi memori spasial pada tikus yang menua.

Variasi Gender dan Peran Gen Haplin4

Selain itu, penelitian ini juga menyoroti perbedaan antara tikus jantan dan betina, dengan tikus jantan yang cenderung memiliki performa lebih baik. Peneliti masih menyelidiki mengapa hal ini terjadi. Lebih lanjut, temuan ini menyoroti peran gen Haplin4, yang berkontribusi pada jaringan protein yang mengelilingi neuron, dikenal sebagai jaring perineuronal, yang dapat membantu memperkuat stabilitas sel grid dan melindungi memori spasial pada tikus yang menua.

Implikasi dan Kesimpulan

Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pemahaman kita tentang penuaan otak dan demensia. Memahami mekanisme yang mendasari penurunan memori spasial dapat mengarah pada pengembangan strategi untuk mencegah atau memperlambat penurunan kognitif terkait usia. Penelitian ini menunjukkan bahwa memori spasial adalah kemampuan penting yang dapat dipengaruhi oleh proses penuaan, tetapi tidak harus hilang sepenuhnya.

Penelitian ini memberikan dasar untuk penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana perubahan di MEC memengaruhi memori spasial dan untuk mengembangkan intervensi untuk melindunginya.

Ikuti dan Dukung Infolabmed.com

Mari terhubung melalui media sosial dan dukung perkembangan website Infolabmed.com

Follow Media Sosial Infolabmed.com

📢

Telegram

Follow
👍

Facebook

Follow
🐦

Twitter/X

Follow

Dukungan untuk Infolabmed.com

Beri Donasi untuk Perkembangan Website

Dukung Infolabmed.com dengan memberikan donasi terbaikmu melalui DANA. Setiap kontribusi sangat berarti untuk pengembangan dan pemeliharaan website.

Donasi via DANA

Produk Infolabmed

Alat Pemeriksaan Glukosa Darah

Nama Produk: PORLAK BGM-102 - Alat Cek Gula Darah Digital Akurat, Hasil 5 Detik, Bonus Lancet & Baterai

Harga: Rp 270.000

© 2025 Infolabmed.com | Terima kasih atas dukungannya

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment