Rahasia Masa Hidup Eritrosit dan Proses Regenerasinya dalam Tubuh Manusia

Table of Contents

INFOLABMED.COM - Eritrosit atau sel darah merah memiliki peran vital dalam menjaga kehidupan manusia.

Komponen darah ini berfungsi mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh serta membawa karbon dioksida untuk dikeluarkan melalui pernapasan. 

Baca juga: FSH: Hormon Kunci untuk Kesuburan, Pubertas, dan Fungsi Reproduksi

Namun, seperti halnya sel lain, eritrosit memiliki masa hidup yang terbatas. 

Mengetahui berapa lama eritrosit bertahan dan bagaimana tubuh menggantikannya adalah hal penting untuk memahami kesehatan sistem darah manusia.

Apa Itu Eritrosit dan Berapa Lama Masa Hidupnya?

Eritrosit adalah sel darah tanpa inti yang berbentuk cakram bikonkaf. Bentuk ini memungkinkan eritrosit melewati pembuluh darah kecil dan membawa oksigen secara efisien. Dalam kondisi normal, masa hidup eritrosit berkisar sekitar 120 hari di dalam sirkulasi darah. Setelah itu, eritrosit akan mengalami proses penghancuran alami yang disebut hemolisis fisiologis.

Proses ini terjadi terutama di limpa, yang berfungsi sebagai “kuburan” bagi sel darah merah tua. Di sana, eritrosit yang sudah rusak akan dipecah menjadi komponen penyusunnya seperti hemoglobin, zat besi, dan bilirubin. Zat besi kemudian akan digunakan kembali untuk pembentukan eritrosit baru di sumsum tulang.

Proses Pembentukan Eritrosit (Eritropoiesis)

Eritrosit baru diproduksi di sumsum tulang merah melalui proses yang disebut eritropoiesis. Proses ini dipicu oleh hormon eritropoietin yang dihasilkan oleh ginjal ketika kadar oksigen dalam darah menurun. Sel punca hematopoietik di sumsum tulang akan berkembang menjadi eritroblas, kemudian menjadi eritrosit matang yang siap dilepaskan ke dalam aliran darah.

Rata-rata tubuh manusia menghasilkan sekitar 2 juta eritrosit per detik untuk menggantikan sel-sel yang sudah mati. Siklus pembentukan dan penghancuran ini menjaga keseimbangan jumlah eritrosit di dalam tubuh agar suplai oksigen tetap optimal.

Faktor yang Mempengaruhi Masa Hidup Eritrosit

Beberapa kondisi dapat mempersingkat masa hidup eritrosit, antara lain:

  • Anemia hemolitik, yaitu kondisi ketika eritrosit dihancurkan terlalu cepat.
  • Infeksi atau kelainan autoimun, yang menyebabkan sistem imun menyerang sel darah merah.
  • Keracunan atau paparan zat kimia tertentu, seperti logam berat.
  • Kelainan genetik, misalnya pada penyakit sel sabit atau talasemia.

Sebaliknya, gaya hidup sehat, asupan zat besi dan vitamin B12 yang cukup, serta fungsi ginjal yang baik dapat membantu menjaga proses eritropoiesis berjalan normal.

Baca juga: Ion Kalsium: Peran Penting, Pemeriksaan, dan Dampaknya Bagi Tubuh

Pentingnya Pemeriksaan Eritrosit di Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium seperti hitungan darah lengkap (Complete Blood Count / CBC) dapat memberikan informasi penting tentang jumlah, ukuran, dan bentuk eritrosit. Nilai-nilai seperti hemoglobin (Hb), hematokrit (Ht), dan indeks eritrosit (MCV, MCH, MCHC) sering digunakan untuk menilai kondisi darah dan mendeteksi penyakit seperti anemia, polisitemia, atau gangguan sumsum tulang.

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Link, Facebook Link, Twitter/X Link, dan Instagram Link. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Link.***

Nadya
Nadya Halo, saya Nadya Septriana seorang Ahli Tenaga Laboratorium Medik (ATLM) yang gemar menulis konten seputar laboratorium dan kesehatan. Lewat tulisan, saya ingin membantu pembaca lebih memahami topik medis dengan cara yang mudah dipahami. Hope u like it and find it helpful!

Post a Comment