Jangan Minum Kopi Setelah Bangun Tidur: Kebiasaan Pagi yang Salah & Alternatifnya

Table of Contents


INFOLABMED.COM
- Setelah beristirahat semalaman, tubuh berada dalam kondisi puasa yang berkepanjangan. Jika makan malam dilakukan lebih awal, puasa tersebut dapat berlangsung hingga 12 jam saat Anda bangun. Cara Anda mengelola periode ini dapat menentukan ritme fisik Anda di pagi hari. Berikut adalah beberapa kebiasaan pagi yang harus diikuti – dan yang lainnya harus dihindari – untuk membantu tubuh Anda memulai hari dengan seimbang.

Napas Tak Sedap dan Pentingnya Kebersihan Mulut di Pagi Hari

Napas tak sedap dapat merusak kesan pertama seseorang. Hal ini cenderung muncul tepat setelah bangun tidur atau saat berpuasa dalam waktu lama. Menurut Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea, produksi air liur melambat saat tidur, yang memungkinkan bakteri berkembang biak di mulut.

Idealnya, Anda harus menyikat gigi segera setelah bangun tidur, atau setidaknya berkumur dengan air. Napas tak sedap menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia dan dapat memburuk selama menstruasi atau kehamilan karena perubahan hormonal.

Olahraga Saat Perut Kosong: Manfaat dan Risiko yang Perlu Dipertimbangkan

Beberapa orang percaya berolahraga saat perut kosong membantu menghilangkan lemak. Namun, hal itu bisa berbahaya bagi mereka yang menderita diabetes atau kadar gula darah yang tidak stabil. Berolahraga sebelum makan meningkatkan risiko hipoglikemia, ketika kadar glukosa darah turun sangat rendah, yang berpotensi menyebabkan syok atau bahkan koma.

Gejalanya meliputi gemetar, keringat dingin, jantung berdebar-debar, mual, dan kesemutan di tangan dan kaki. Jika kadar glukosa darah Anda di bawah 100 mg/dL sebelum berolahraga, disarankan untuk mengonsumsi sekitar 15 gram karbohidrat terlebih dahulu. Untuk keamanan, disarankan untuk membawa permen atau sumber gula cepat lainnya.

Kopi Kuat Setelah Bangun Tidur: Antara Kewaspadaan dan Gangguan Pencernaan

Banyak orang meraih secangkir kopi yang kuat saat mereka bangun. Meskipun dapat meningkatkan kewaspadaan, kopi dapat mengiritasi lapisan perut. Penderita gastritis atau maag harus lebih berhati-hati untuk menghindarinya, karena kafein dan asam klorogenat dapat memperburuk gejala.

Kopi mengandung antioksidan yang bermanfaat, tetapi yang terbaik adalah mengonsumsinya setelah makan sesuatu yang ringan untuk melindungi perut. Mengonsumsinya di kemudian hari, seperti setelah tiba di tempat kerja, juga dapat membantu meningkatkan fokus tanpa mengiritasi sistem pencernaan.

Prioritaskan Air dan Makanan Bergizi di Awal Hari

Segelas air saat perut kosong bertindak seperti tonik. Air menggantikan cairan yang hilang semalaman, membantu mengencerkan darah yang mengental, dan memulai metabolisme. Air juga membersihkan asam lambung, memungkinkan probiotik bermanfaat dalam makanan seperti yogurt untuk bertahan lebih lama di saluran pencernaan.

Setelah rehidrasi, mulailah sarapan Anda dengan sayuran, telur, dan biji-bijian utuh seperti beras merah atau roti gandum. Makanan ini membantu mengendalikan gula darah. Sebaliknya, daging olahan yang tinggi lemak jenuh, seperti ham, sosis, atau bacon, dan roti putih dengan selai harus dimakan dengan hemat.


Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment