Fakta Covid-19: Berapa Banyak Pasien Lansia di Swedia yang Dirawat di Rumah Sakit?

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang signifikan pada sistem kesehatan di seluruh dunia, termasuk di Swedia. Pemerintah dan lembaga kesehatan di Swedia terus mengumpulkan dan menganalisis data untuk memahami bagaimana virus ini menyebar dan siapa yang paling berisiko. Salah satu fokus utama adalah perawatan bagi lansia yang tinggal di panti jompo, mengingat kelompok ini sangat rentan terhadap komplikasi serius akibat infeksi virus corona.
Data terbaru dari National Board of Health and Welfare (Socialstyrelsen) Swedia mengungkapkan informasi penting mengenai proporsi pasien lansia yang dirawat di rumah sakit. Temuan ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana sistem kesehatan menangani gelombang infeksi Covid-19 pada kelompok rentan ini.
Proporsi Pasien Lansia yang Dirawat di Rumah Sakit
Menurut data yang baru dirilis, hanya sebagian kecil dari penghuni panti jompo di Swedia yang mendapatkan perawatan di rumah sakit setelah terinfeksi virus corona. Sebagian besar pasien lansia yang sakit dirawat di tempat tinggal mereka, dan banyak di antaranya meninggal di sana. Fakta ini menimbulkan pertanyaan penting tentang akses perawatan dan kualitas perawatan yang diterima oleh kelompok lansia selama masa pandemi.
Statistik yang dirilis oleh Badan Kesehatan dan Kesejahteraan Nasional (Socialstyrelsen) secara teratur mencatat jumlah kematian akibat Covid-19 di panti jompo. Namun, data tentang akses ke perawatan rumah sakit dilaporkan dengan frekuensi yang lebih rendah. Data dari kantor berita TT menunjukkan bahwa hanya 13 persen dari penghuni panti jompo yang meninggal akibat virus hingga pertengahan Mei menerima perawatan di rumah sakit. Ini berarti hanya 111 dari 882 penghuni panti jompo yang meninggal akibat virus pada periode yang sama dirawat di rumah sakit.
Perkiraan Proporsi Saat Ini
Henrik Lysell, kepala statistik di badan tersebut, memperkirakan bahwa proporsi pasien lansia yang menerima perawatan rumah sakit sejak saat itu kemungkinan tetap sama. "Saya tidak melihat alasan yang jelas mengapa hal itu akan terlihat berbeda hari ini; saya pikir itu kira-kira sama," tulisnya.
Data terpisah dari badan tersebut menunjukkan bahwa penghuni panti jompo hanya menyumbang sebagian kecil dari pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Menurut data National Board of Health and Welfare pada 5 Agustus, sekitar lima persen atau 1.093 dari 20.929 pasien Covid-19 di rumah sakit adalah penghuni panti jompo. Meskipun demikian, kelompok ini menyumbang mayoritas kematian akibat virus corona.
Perbandingan dengan Kelompok Usia Lain
Menariknya, statistik juga menunjukkan bahwa penghuni panti jompo yang sakit Covid-19 lebih mungkin dirawat di rumah sakit dibandingkan dengan mereka yang berusia di atas 70 tahun di populasi umum. Hal ini mungkin mencerminkan tingkat keparahan penyakit yang berbeda antara kedua kelompok tersebut.
Baca Juga: Apa Yang Terjadi Pada Kita Saat Ini?
Pertimbangan Medis dan Keputusan Perawatan
Thomas Lindén, kepala petugas medis Swedia, menjelaskan bahwa statistik saja tidak dapat menunjukkan apakah penghuni panti jompo menerima terlalu banyak atau terlalu sedikit perawatan rumah sakit. Ia menambahkan bahwa kelompok lansia cenderung lebih rapuh dan sakit, dan seringkali tidak mendapat manfaat dari perawatan rumah sakit. Dalam kasus seperti itu, mungkin merupakan penilaian yang tepat untuk merawat pasien Covid di rumah.
Lindén juga menyoroti kritik terhadap cara perawatan paliatif yang dilakukan untuk lansia, bahkan sebelum pandemi. Ia menekankan bahwa pengambilan keputusan yang tepat sangat penting dalam memastikan perawatan yang optimal bagi pasien lansia.
Investigasi dan Pertanyaan yang Belum Terjawab
Swedia telah menghadapi kritik terkait pengambilan keputusan selama pandemi. Badan Inspeksi Kesehatan dan Perawatan Sosial Swedia (IVO) sedang menyelidiki penerimaan perawatan intensif di wilayah Stockholm. Beberapa laporan yang diajukan ke IVO menyatakan bahwa beberapa pasien corona yang seharusnya menerima perawatan intensif tidak menerimanya, dan bahwa proses pengambilan keputusan berbeda antar rumah sakit bahkan dalam satu wilayah.
Ketika ditanya apakah lebih banyak penghuni panti jompo dapat selamat jika diberikan perawatan rumah sakit, Lindén mengatakan bahwa hal itu tidak mungkin diketahui sampai peninjauan selesai. Profesor Lars L Gustafsson dari Institut Karolinska, seorang spesialis dalam perawatan kesehatan lansia, menyatakan bahwa laporan tersebut sangat mengkhawatirkan. Ia menekankan pentingnya penilaian individual dari dokter – yang menurut IVO tidak selalu diberikan – dan percaya bahwa penghuni panti jompo tidak menerima perawatan rumah sakit yang memadai.
Kapasitas Rumah Sakit dan Potensi Dampak
Gustafsson juga mengemukakan kekhawatiran bahwa ada rasa takut untuk merujuk pasien ke rumah sakit, karena pada awal pandemi, rumah sakit dilaporkan kewalahan. Meskipun demikian, rumah sakit dan unit perawatan intensif di Swedia selalu mempertahankan kapasitas yang tersedia, meskipun bervariasi antar wilayah dan rumah sakit.
Dengan berlanjutnya penyelidikan IVO dan analisis data yang lebih mendalam, diharapkan akan ada pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana sistem kesehatan Swedia menangani pandemi dan bagaimana perawatan bagi lansia dapat ditingkatkan di masa depan.
Ikuti dan Dukung Infolabmed.com
Mari terhubung melalui media sosial dan dukung perkembangan website Infolabmed.com
Dukungan untuk Infolabmed.com
Beri Donasi untuk Perkembangan Website
Dukung Infolabmed.com dengan memberikan donasi terbaikmu melalui DANA. Setiap kontribusi sangat berarti untuk pengembangan dan pemeliharaan website.
Donasi via DANAProduk Infolabmed
Nama Produk: PORLAK BGM-102 - Alat Cek Gula Darah Digital Akurat, Hasil 5 Detik, Bonus Lancet & Baterai
Harga: Rp 270.000
© 2025 Infolabmed.com | Terima kasih atas dukungannya
Post a Comment