Cara Pemeriksaan Nonne Apelt: Metode Deteksi Protein dalam Cairan Serebrospinal (CSS)
INFOLABMED.COM - Pemeriksaan Nonne Apelt adalah sebuah tes kimiawi kualitatif (reaksi) yang digunakan untuk mendeteksi adanya peningkatan protein, khususnya globulin, dalam Cairan Serebrospinal (CSS).
Tes ini merupakan salah satu pemeriksaan pendukung yang klasik namun masih relevan dalam mengevaluasi gangguan pada sistem saraf pusat. Memahami cara pemeriksaan Nonne Apelt dengan tepat sangat penting untuk mendapatkan hasil yang akurat.
Apa Itu Pemeriksaan Nonne Apelt?
Pemeriksaan Nonne Apelt adalah reaksi presipitasi (pengendapan) yang mengandalkan kelarutan protein globulin dalam larutan garam jenuh. Tes ini terdiri dari dua fase yang memberikan informasi berbeda:
- Fase I (Reaksi Nonne): Mendeteksi peningkatan globulin.
- Fase II (Reaksi Apelt): Mendeteksi peningkatan albumin dan globulin secara keseluruhan.
Prinsip Dasar Cara Pemeriksaan Nonne Apelt
Prinsip cara pemeriksaan Nonne Apelt adalah dengan menambahkan reagen pengendap, yaitu larutan Amonium Sulfat jenuh, ke dalam sampel CSS. Globulin memiliki kelarutan yang rendah dalam larutan garam jenuh. Jika kadar globulin dalam CSS meningkat, maka akan terbentuk kekeruhan atau endapan putih. Albumin baru akan mengendap jika konsentrasinya sangat tinggi.
Alat dan Bahan yang Diperlukan
Sebelum memulai cara pemeriksaan Nonne Apelt, siapkan:
- Sampel Cairan Serebrospinal (CSS) yang jernih dan bebas darah.
- Larutan Amonium Sulfat ((NH₄)₂SO₄) jenuh.
- Tabung reaksi kecil (2 buah).
- Pipet volume 1 mL dan 0.5 mL.
- Rak tabung reaksi.
Prosedur Cara Pemeriksaan Nonne Apelt
Berikut adalah langkah-langkah cara pemeriksaan Nonne Apelt yang terperinci:
1. Persiapan Sampel Pastikan sampel CSS benar-benar jernih. Jika keruh, disentrifugasi terlebih dahulu hingga supernatan jernih.
2. Fase I (Reaksi Nonne - Untuk Globulin)
- Pipet 1 mL larutan Amonium Sulfat jenuh ke dalam tabung reaksi pertama.
- Dengan pipet lain, lapiskan (layer) 0.5 mL sampel CSS di atas larutan amonium sulfat dengan hati-hati, sehingga terbentuk dua lapisan yang tidak tercampur.
- Biarkan selama 3 menit dan amati terbentuknya cincin putih (ring of precipitation) di antara kedua lapisan.
3. Fase II (Reaksi Apelt - Untuk Total Protein)
- Pipet 0.5 mL sampel CSS ke dalam tabung reaksi kedua.
- Tambahkan 0.5 mL larutan Amonium Sulfat jenuh ke dalam tabung tersebut.
- Kocok campuran dengan lembut hingga homogen.
- Biarkan selama 3 menit, lalu amati terbentuknya kekeruhan atau endapan.
Interpretasi Hasil Pemeriksaan
Interpretasi dari cara pemeriksaan Nonne Apelt adalah sebagai berikut:
| Hasil | Fase I (Reaksi Nonne) | Fase II (Reaksi Apelt) | Arti Klinis |
|---|---|---|---|
| Normal / Negatif | Tidak terbentuk cincin putih | Tetap jernih atau sedikit opalesen | Kadar protein CSS normal. |
| +1 (Positif Ringan) | Cincin putih samar | Kekeruhan ringan | Peningkatan protein ringan. |
| +2 (Positif Sedang) | Cincin putih jelas | Kekeruhan nyata | Peningkatan protein signifikan. |
| +3 (Positif Kuat) | Cincin putih tebal | Endapan/kekeruhan berat | Peningkatan protein sangat signifikan. |
Penting: Hasil positif pada Fase I mengindikasikan peningkatan globulin, yang sangat khas untuk kondisi seperti Neurosifilis (Tabes Dorsalis) dan Multiple Sclerosis. Hasil positif pada Fase II menunjukkan peningkatan total protein, yang dapat terjadi pada meningitis, tumor otak, perdarahan subarachnoid, atau Sindrom Guillain-Barré.
Keterbatasan Pemeriksaan
Meskipun berguna, cara pemeriksaan Nonne Apelt memiliki keterbatasan:
- Bersifat kualitatif dan semi-kuantitatif, tidak memberikan nilai angka yang pasti.
- Kurang sensitif dibandingkan metode kuantitatif modern.
- Hasil dapat false positive jika CSS berdarah atau sangat keruh.
Dalam praktik modern, cara pemeriksaan Nonne Apelt sering dilengkapi atau digantikan oleh pemeriksaan kuantitatif total protein dan elektroforesis protein CSS untuk diagnosis yang lebih akurat.
Dapatkan informasi kesehatan dan laboratorium terkini dengan mengikuti media sosial Infolabmed.com. Bergabunglah di channel Telegram, like halaman Facebook kami, dan ikuti update di Twitter/X. Jika artikel ini bermanfaat, dukung perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA.
Post a Comment