Anemia Makrositik: Ketika Sel Darah Merah Membesar, Apa Penyebabnya?
INFOLABMED.COM - Anemia makrositik adalah suatu jenis anemia yang ditandai dengan ukuran sel darah merah (eritrosit) yang lebih besar dari ukuran normal. Kondisi ini didiagnosis melalui pemeriksaan darah rutin yang disebut Mean Corpuscular Volume (MCV), di mana nilai MCV akan menunjukkan angka di atas kisaran normal (biasanya di atas 100 fL).
Sel-sel darah merah yang membesar ini, meskipun berjumlah cukup, seringkali tidak matang secara sempurna (disebut makro-ovalosit) dan memiliki fungsi yang kurang optimal dalam mengangkut oksigen. Akibatnya, pasokan oksigen ke jaringan tubuh terganggu dan memunculkan gejala-gejala anemia.
Penyebab Anemia Makrositik
Penyebab anemia makrositik dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama:
1. Anemia Megaloblastik (Penyebab Paling Umum)
Ini adalah jenis anemia makrositik yang paling sering ditemui. Disebut "megaloblastik" karena sumsum tulang menunjukkan sel-sel prekursor darah merah yang besar dan tidak matang (megaloblas). Penyebabnya adalah gangguan sintesis DNA yang biasanya disebabkan oleh:
Kekurangan Vitamin B12 (Kobalamin): Dapat terjadi akibat pola makan vegetarian yang ketat tanpa suplementasi, penyakit autoimun seperti anemia pernisiosa (tubuh tidak mampu menyerap B12), atau gangguan penyerapan pada usus halus.
Kekurangan Asam Folat (Vitamin B9): Sering disebabkan oleh asupan makanan yang kurang (kurang sayuran hijau dan kacang-kacangan), alkoholisme kronis, atau meningkatnya kebutuhan seperti pada kehamilan.
2. Anemia Non-Megaloblastik
Pada jenis ini, tidak ditemukan sel megaloblas di sumsum tulang. Beberapa penyebabnya antara lain:
Konsumsi alkohol berlebihan.
Penyakit hati (sirosis hati).
Hipotiroidisme (kekurangan hormon tiroid).
Efek samping obat-obatan tertentu, seperti kemoterapi atau obat HIV.
Gejala yang Timbul
Selain gejala anemia umum seperti lemas, lesu, kulit pucat, sesak napas, dan pusing, anemia makrositik khususnya yang disebabkan oleh defisiensi B12 dan folat dapat menunjukkan tanda khas:
Glossitis: Lidah terasa sakit, merah, licin, dan meradang (lidah "gundul").
Ikterus (Sakit Kuning): Kulit dan mata tampak kekuningan akibat pemecahan sel darah merah yang tidak efektif di sumsum tulang (ineffective erythropoiesis).
Gejala Neurologis (Khusus Defisiensi B12): Mati rasa, kesemutan di tangan dan kaki (neuropati perifer), gangguan keseimbangan, daya ingat menurun, dan kebingungan. Gejala ini bisa permanen jika tidak ditangani.
Diagnosis dan Pemeriksaan
Langkah diagnosis anemia makrositik dimulai dengan:
Hitung Darah Lengkap (HDL): Menunjukkan hemoglobin rendah dan MCV tinggi.
Apusan Darah Tepi: Di bawah mikroskop, terlihat sel darah merah yang besar dan oval (makro-ovalosit), serta sel darah putih dengan inti yang tersegmentasi tidak normal.
Untuk mencari penyebab, pemeriksaan lanjutan sangat penting:
Kadar Vitamin B12 dan Folat dalam Darah: Untuk memastikan defisiensi.
Pemeriksaan Tambahan: Seperti tes fungsi tiroid, fungsi hati, atau tes antibodi intrinsik faktor untuk anemia pernisiosa.
Related: Tes Anemia: Jenis Pemeriksaan dan Ragam Jenis Anemia yang Perlu Anda Ketahui
Penanganan anemia makrositik difokuskan pada mengatasi penyebab dasarnya. Jika disebabkan oleh kekurangan vitamin, suplementasi vitamin B12 (suntik atau oral) dan asam folat akan diberikan. Pada anemia pernisiosa, suntikan B12 biasanya diperlukan seumur hidup.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link Telegram], Facebook [Link Facebook], Twitter/X [Link Twitter]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui [Donasi via DANA].

Post a Comment