Bahaya BPA pada Balita: Dokter Ingatkan Risiko dan Tips Orang Tua
/data/photo/2025/08/22/68a873f3b06cf.jpg)
Paparan Bisphenol A (BPA) pada bayi dan balita menjadi perhatian serius para dokter anak dan ahli kesehatan masyarakat. Penggunaan kemasan plastik keras seperti galon guna ulang dan wadah makanan menjadi sumber utama paparan BPA yang perlu diwaspadai.
Isu ini bahkan mendapat perhatian di kancah internasional, dengan pembahasan rancangan perjanjian global PBB di Busan, Korea Selatan. Perjanjian tersebut menekankan pentingnya melindungi balita dari dampak buruk BPA.
Apa Itu BPA dan Mengapa Berbahaya?
BPA adalah bahan kimia yang umum digunakan dalam pembuatan plastik keras dan lapisan dalam kaleng makanan. Dalam kehidupan sehari-hari, BPA dapat ditemukan dalam berbagai produk, mulai dari galon air minum, botol, wadah makanan, mainan anak-anak, hingga struk belanja.
Masalahnya, BPA dapat berpindah atau bermigrasi ke makanan atau minuman, terutama ketika terkena panas. Hal ini sangat berbahaya bagi bayi dan balita karena tubuh mereka belum memiliki kemampuan optimal untuk memproses dan membuang BPA.
Dampak Paparan BPA pada Kesehatan Anak
Dokter Basrah Amru, seorang ahli kesehatan masyarakat, menjelaskan bahwa paparan BPA pada bayi dapat bertahan lebih lama dalam tubuh mereka. Paparan ini bahkan dapat terjadi sejak masa kandungan, yang berpotensi memengaruhi perkembangan otak bayi.
Selain itu, paparan BPA juga dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh anak, membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit. Dr. Irfan Dzakir Nugroho, dokter anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menambahkan bahwa paparan BPA dapat menyebabkan gangguan perilaku dan emosi pada anak-anak.
Gangguan Perilaku dan Emosi Akibat BPA
Dr. Irfan Dzakir Nugroho menjelaskan bahwa paparan BPA dapat memicu berbagai masalah perilaku dan emosi pada anak-anak. Beberapa di antaranya adalah hiperaktivitas, kecemasan, kesulitan berkonsentrasi, dan bahkan risiko depresi.
Dalam jangka panjang, paparan BPA juga dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas dan diabetes di kemudian hari. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengambil langkah-langkah pencegahan.
Kiat Melindungi Anak dari Paparan BPA
Untuk melindungi anak-anak dari risiko paparan BPA, orang tua dapat mengambil beberapa langkah preventif. Kiat-kiat ini sangat penting untuk memastikan kesehatan dan perkembangan optimal anak-anak.
Baca Juga: Bahaya BPA pada Galon: Perlu Pelabelan Cepat untuk Lindungi Kesehatan
Pertama, pilihlah botol dan wadah makan yang berlabel “BPA Free.” Label ini memastikan bahwa produk tersebut tidak mengandung BPA atau bahan kimia berbahaya lainnya. Kedua, hindari memanaskan makanan atau minuman dalam wadah plastik, terutama jika wadah tersebut tidak berlabel BPA Free.
Pentingnya Memperhatikan Produk Harian Anak
Selain itu, gantilah galon air minum yang sudah berusia lebih dari satu tahun, kusam, atau retak. Galon yang sudah tua berpotensi melepaskan BPA ke dalam air minum. Terakhir, selalu baca label kemasan sebelum membeli produk untuk anak-anak.
Membaca label kemasan dapat memberikan informasi penting tentang kandungan produk. Dengan demikian, orang tua dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi dan melindungi anak-anak mereka dari potensi bahaya BPA.
Perhatian Global dan Kebijakan Terkait BPA
Perhatian terhadap bahaya BPA semakin meningkat secara global. European Food Safety Authority (EFSA) telah memperketat ambang batas aman BPA. Selain itu, kebijakan pelarangan penggunaan BPA pada kemasan pangan di Eropa mulai berlaku pada Januari 2025.
Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mewajibkan pencantuman label peringatan BPA pada galon air minum dalam kemasan yang menggunakan bahan polikarbonat. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan informasi yang cukup kepada konsumen.
Menurut KKI, sebanyak 40% galon guna ulang yang beredar di Indonesia sudah berusia tua. Galon tua berpotensi menjadi sumber utama paparan BPA. Oleh karena itu, orang tua perlu lebih waspada.
Dr. Basrah Amru menekankan bahwa dampak paparan BPA mungkin tidak langsung terlihat, tetapi dapat memiliki konsekuensi jangka panjang. Melindungi anak dari risiko paparan BPA harus menjadi prioritas utama bagi setiap orang tua.
Dengan meningkatnya kesadaran dan bukti ilmiah yang ada, orang tua diharapkan lebih cermat dalam memilih produk harian untuk anak-anak mereka. Terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, yang sangat krusial untuk masa depan si kecil.
Ikuti dan Dukung Infolabmed.com
Mari terhubung melalui media sosial dan dukung perkembangan website Infolabmed.com
Dukungan untuk Infolabmed.com
Beri Donasi untuk Perkembangan Website
Dukung Infolabmed.com dengan memberikan donasi terbaikmu melalui DANA. Setiap kontribusi sangat berarti untuk pengembangan dan pemeliharaan website.
Donasi via DANAProduk Infolabmed
Nama Produk: PORLAK BGM-102 - Alat Cek Gula Darah Digital Akurat, Hasil 5 Detik, Bonus Lancet & Baterai
Harga: Rp 270.000
© 2025 Infolabmed.com | Terima kasih atas dukungannya
Post a Comment