Apa Saja Hasil Pemeriksaan yang Dipengaruhi Saat Sampel Lisis dan Mengapa Hal Ini Penting Dipahami Tenaga Laboratorium

Table of Contents

INFOLABMED.COM - Dalam dunia laboratorium klinik, kualitas sampel merupakan hal paling penting untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang akurat.

Salah satu masalah yang sering muncul adalah sampel lisis, yaitu kondisi di mana sel-sel darah pecah sebelum atau selama proses pemeriksaan. 

Baca juga: Hormon Estrogen: Fungsi, Jenis, dan Dampaknya bagi Tubuh Pria dan Wanita

Kejadian ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari kesalahan pengambilan darah hingga penyimpanan yang tidak sesuai. 

Namun, tahukah kamu bahwa sampel lisis dapat memengaruhi banyak parameter pemeriksaan laboratorium?

Apa Itu Sampel Lisis

Sampel lisis terjadi ketika membran sel darah, terutama eritrosit, mengalami kerusakan sehingga isinya keluar ke dalam plasma atau serum. Akibatnya, berbagai zat seperti hemoglobin, enzim, dan elektrolit ikut terlepas, menyebabkan hasil pemeriksaan menjadi tidak valid atau terdistorsi.

Beberapa penyebab umum sampel lisis antara lain:

  • Proses pengambilan darah terlalu kuat (tekanan vakum berlebih).
  • Pengocokan tabung darah terlalu keras.
  • Penyimpanan atau pengiriman sampel pada suhu yang tidak sesuai.
  • Penggunaan jarum yang terlalu kecil.
  • Penundaan proses sentrifugasi.

Apa Saja Hasil Pemeriksaan yang Dipengaruhi Saat Sampel Lisis

Ketika sampel mengalami lisis, beberapa hasil pemeriksaan laboratorium bisa berubah secara signifikan. Berikut ini beberapa parameter penting yang dipengaruhi oleh kondisi sampel lisis:

  • Kalium (K⁺) Saat sel darah merah pecah, kalium intraseluler akan keluar ke dalam serum, menyebabkan hasil kalium meningkat (false high). Ini bisa menyesatkan diagnosis jika dokter mengira pasien mengalami hiperkalemia.
  • Laktat Dehidrogenase (LDH) Enzim ini banyak terdapat dalam eritrosit. Ketika terjadi lisis, kadar LDH dalam serum akan meningkat tajam dan memberikan hasil positif palsu terhadap adanya kerusakan jaringan.

  • Aspartate Aminotransferase (AST) Sama seperti LDH, AST juga terdapat dalam sel darah merah. Lisis akan meningkatkan kadar AST secara tidak wajar dan menyulitkan evaluasi fungsi hati.

  • Fosfat dan Magnesium Kedua ion ini dilepaskan dari dalam sel saat lisis, menyebabkan hasil pemeriksaan lebih tinggi dari normal.

  • Bilirubin dan Total Protein Warna merah akibat hemolisis dapat mengganggu pembacaan spektrofotometri, sehingga hasil bilirubin dan protein total menjadi tidak akurat.

  • Natrium (Na⁺) dan Klorida (Cl⁻) Umumnya tidak berubah signifikan, namun pada tingkat hemolisis berat bisa terjadi fluktuasi kecil yang mengganggu interpretasi hasil.

  • Hematologi (MCV, MCH, MCHC) Karena eritrosit pecah, nilai indeks eritrosit akan menurun, membuat hasil analisis darah lengkap tidak dapat diandalkan.

Dampak Terhadap Diagnosis

Sampel lisis dapat menyebabkan interpretasi klinis yang salah, misalnya pasien didiagnosis mengalami gangguan ginjal atau hati padahal hasilnya hanya terpengaruh hemolisis. Oleh karena itu, petugas laboratorium wajib melakukan penolakan sampel hemolitik berat dan meminta pengambilan ulang untuk memastikan keakuratan hasil.

Cara Mencegah Sampel Lisis

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Gunakan ukuran jarum sesuai standar.
  • Hindari pengocokan tabung terlalu keras, cukup balik perlahan 5–8 kali.
  • Simpan sampel pada suhu 2–8°C bila tidak segera diperiksa.
  • Segera lakukan sentrifugasi setelah pembekuan darah sempurna.

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Link, Facebook Link, Twitter/X Link, dan Instagram Link. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Link.***

Nadya
Nadya Halo, saya Nadya Septriana seorang Ahli Tenaga Laboratorium Medik (ATLM) yang gemar menulis konten seputar laboratorium dan kesehatan. Lewat tulisan, saya ingin membantu pembaca lebih memahami topik medis dengan cara yang mudah dipahami. Hope u like it and find it helpful!

Post a Comment